Unsur intrinsik novel

8 Unsur Intrinsik Novel Beserta Penjelasan Lengkapnya

Diposting pada

Unsur intrinsik novel – Novel merupakan sebuah karya tulis yang masuk dalam kategori sastra. Karya novel merupakan sebuah karya yang berbentuk prosa yang memiliki unsur-unsur pembentuk yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Kata novel berasal berasal dari bahasa Italia kata serapan “novella” yang memiliki arti sebuah cerita. Lalu orang Indonseia menyebut novella menjadi novel.

Seseorang yang membuat, menulis novel atau pengarang novel disebut novelis. Novel itu berbeda dengan cerpen, yang mana perbedaannya terletak pada isinya yang mana novel lebih panjang dan kompleks sedangkan cerpen atau cerita pendek tidak. Novel juga sering disebut sebagai karya yang menceritakan tentang kehidupan manusia yang melakukan sebuah interaksi terhadap sesamanya atau kepada lingkungannya.

8 Unsur Intrinsik Novel

Dalam novel terdapat 8 unsur intrinsik novel yang harus kita ketahui dalam kerangka karya novel dan lengkap dengan penjelasannya. Berikut ini adalah unsur-unsur intrinsik novel yang harus kita ketahui.

1. Tema

Unsur intrinsik dari novel yang pertama adalah tema. Tema merupakan sebuah hal yang paling utama dalam pembuatan novel karena itu merupakan sebuah masalah atau gagasan utama yang akan menjadi nyawa cerita novel. Pentingnya tema dalam novel sendiri tidak lepas dari tujuan seorang novelis supaya pembaca mengetahui.

2. Plot

Plot merupakan sebuah urutan peristiwa yang terjadi dalam cerita novel. Dalam plot sendiri terdapat tahap-tahap yang membentuk cerita yaitu sebagai berikut.

  • Pengenalan, di dalam pengenalan berisi tentang sebuah pengenalan tokoh yang terlibat dalam cerita novel, baik berdasarkan karakter tokoh, lingkungan tokoh, sifat tokoh, biografi tokoh dan lain-lain.
  • Konflik, merupakan sebuah masalah yang dialami oleh tokoh utama baik dengan orang lain, diri sendiri, maupun dengan lingkungan sekitarnya.
  • Pertumbuhan, merupakan masalah atau konflik yang dialami oleh tokoh utama mulai tidak terjaga dan melebar sehingga terjadilah pertentangan antar tokoh dalam cerita tersebut.
  • Klimaks, merupakan tahap puncak ketegangan yang terjadi dari masalah yang dialami oleh tokoh sehingga dalam puncaknya timbul sebuah kejutan yang terjadi kepada pembaca.
  • Anti klimaks, merupakan tahap dimana masalah yang terjadi mulai mereda dan keadaan mulai terkondisikan.
  • Ending, merupakan tahap dimana berakhirnya konflik atau masalah yang terjadi. Berakhirnya konflik yang terjadi ada dua yaitu konflik yang berakhir bahagia atau konflik yang berakhir sedih.

3. Alur

Dalam unsur intrinsik cerita novel terdapat 3 jenis alur, yaitu:

  • Alur maju, merupakan sebuah alur yang mana novelis menceritakan peristiwa yang terjadi secara urut. Didalam alur maju ceritanya diawali dengan pengantar dan dalam akhir cerita ada sebuah penyelesaian.
  • Alur mundur, merupakan sebuah alur cerita dalam novel yang urutan peristiwanya dibuat terbalik. Dalam alur mundur tidak ada tahapan pengantar maupun penyelesaian.
  • Alur campuran, merupakan alur yang digunakan adalah perpaduan antara alur maju dan alur mundur.

4. Penokohan

Penokohan merupakan gambaran tokoh dalam cerita novel. Terdapat dua cara untuk menggambarkan watak tokoh dalam cerita novel, yaitu:

  1. Analitik, merupakan cara pengarang langsung menggambarkan fisik tokoh seperti bentuk wajah, mata, hidung dan lain-lain.
  2. Dramatik, merupakan cara pengarang menggambarkan seorang tokoh melalui hal-hal yang berkaitan dengan tokoh. Hal yang berkaitan dengan tokoh itu seperti cara bicara tokoh, cara berpakaian, dan lain-lain.

Dalam sebuah cerita perilaku tokoh dibagi menjadi 3, yaitu protagonis, antagonis dan tirtagonis. Tokoh protagonis merupakan tokoh yang memiliki watak baik. Tokoh antagonis merupakan tokoh yang memiliki watak jahat. Tokoh tirtagonis merupakan tokoh yang memiliki watak sebagai penengah.

5. Latar atau Setting

Seperti halnya karya-karya sastra yang lain, didalam novel juga terdapat latar atau setting sebagai salah satu unsur intrinsik cerita novel. Latar sendiri merupakan hal-hal yang berkaitan dengan tempat, waktu dan suasana dimana cerita berlangsung.

Didalam latar atau setting terdapat tiga jenis yaitu latar waktu, latar tempat dan latar suasana. Berikut penjelasan tentang jenis latar atau setting.

  1. Latar tempat, merupakan sebuah tempat dimana peristiwa dalam cerita novel itu terjadi seperti di rumah, sekolah, desa, dan lain-lain.
  2. Latar waktu, merupakan penjelasan tentang kapan peristiwa itu terjadi, seperti saat siang hari, kemarin, hari ini, dan lain-lain.
  3. Latar suasana, merupakan penjelasan tentang suasana yang terjadi pada saat itu yang berkaitan dengan perasaan tokoh dalam cerita. Seperti suasana ramai, bahagia, sedih, dan lain-lain.

Untuk menciptakan suasana yang benar-benar menyentuh pembaca tentu seorang pengarang harus totalitas dalam menulis novel supaya rasa dalam cerita novel didapatkan pembaca. Cara yang biasa digunakan pengarang untuk mendapatkan suasana yang benar-benar menyentuh adalah dengan menuliskan pengalaman pribadi penulis.

6. Sudut Pandang

Sudut pandang atau poin of view merupakan cara pandang seorang pengarang dalam menceritakan kisahnya dalam cerita novel. Terdapat 2 jenis sudut pandang yang ada dalam novel yaitu sudut pandang orang pertama dan orang ketiga. Berikut adalah ciri-cirinya.

a. Sudut pandang orang pertama

Pengarang menyampaikan cerita yang dibuat sebagai orang pertama. Ciri-ciri dari sudut pandang orang pertama adalah menggunakan kata ganti aku, kami, dan lain-lain.

b. Sudut pandang orang ketiga

Pengarang menyampaikan cerita yang dibuat sebagai orang ketiga. Ciri-ciri dari sudut pandang orang ketiga adalah menggunakan kata ganti dia, mereka, dan lain-lain.

7. Gaya Bahasa

Gaya bahasa merupakan ciri khas penulis dalam pemilihan kata dan bahasa yang digunakan dalam membuat cerita novel. Maksudnya setiap penulis memiliki ciri khas atau gaya sendiri dalam menentukan pemilihan kata atau bahasa yang akan digunakan dalam merangkai cerita. Yang dimaksud dengan gaya bahasa itu meliputi pemilihan kata, penghematan kata, pemakaian majas dan sebagainya.

8. Amanat

Amanat merupakan sebuah pesan yang akan disampaikan oleh pengarang kepada pembaca. Pengarang biasanya menuliskan pesan yang akan disampaikan secara tersirat maupun tersurat. Amanat merupakan sebuah hal yang penting dalam sebuah karya sastra karena amanat yang akan membuat pembaca merasakan bahwa dalam membaca cerita novel ini ada manfaatnya dan setelah membaca novel tersebut pembaca akan menjadi lebih baik.

Itu dia artikel pembahasan mengenai unsur intrinsik novel, semoga dapat bermanfaat untuk Anda dan saya, terima kasih telah membaca di Sudut Sekolah.