5 Teori Perdagangan Internasional Menurut Para Ahli Lengkap

Diposting pada

Teori perdagangan internasional – Perdagangan internasional adalah sebuah kegiatan jual beli dengan kancah internasional yang lebih luas antara dua negara. Perdagangan internasional banyak dilakukan oleh individu maupun kelompok yang sedikit banyak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

Perdagangan internasional juga harus mengikuti teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli. Teori perdagangan internasional menurut para ahli menyangkut banyak aspek yang akan kita bahas pada artikel kali ini. Contoh perdagangan internasional meliputi jual beli barang elektronik, tekstil, dan bahan pangan.

Teori ini juga dibagi lagi menjadi teori perdagangan internasional modern dan teori perdagangan internasional klasik.

Perdagangan internasional dapat terjadi karena kebutuhan baik itu oleh individu manusia ataupun sekelompok. Dalam kemajuan teknologi saat ini terjadi banyak perdagangan internasional. Pelaku perdagangan internasional yang mampu bersaing akan memdapatkan potensi yang besar dari berdagang dengan skala internasional.

Teori Perdagangan Internasional Menurut Para Ahli

Dengan hal itu maka pelaku bisnis juga harus mempertimbangkan aspek-aspek dan juga teori yang sudah disebutkan oleh para ahli. Berikut adalah teori perdagangan internasional:

1. Teori Perdagangan Internasional Adam Smith (Keunggukan Mutlak / Absolut Advantage)

Teori dari Adam Smith ini adalah teori yang paling terkenal atau banyak dikenal oleh para pelaku pedagang internasional. Adam Smith mengatakan bahwa keuntungan mutlak merupakan keuntungan yang didapatkan oleh suatu negara karena berhasil membuat biaya produksi dengan harga yang lebih murah.

Dalam teori keunggulan mutlak Adam Smith mengemukakan ide sebagai berikut:

A. Adanya Division of Labour (pembagian kerja internasional)

Dengan adanya pembagian kerja di suatu negara maka negara tersebut akan mampu menekan biaya produksi yang lumayan banyak sehingga keunggulan mutlak dapat didapatkan dengan cara ini.

B. Spesialiasai Internasional dan Efisiensi Produksi

Dengan spesialisasi ini maka negara akan dapat menjaga mutu dari barang yang mereka produksi. Dan juga efisiensi yang memangkas biaya produksi barang tersebut. Negara dapat mengimpor bahan baku tersebut jika dalam negara tersebut terdapat barang tetapi memiliki efisiensi produksi yang kurang baik. Sehingga dengan cara mengimpor maka produksi tersebut dapat dilakukan lebih efisien dan cepat.

Baca juga: Faktor pendorong terjadinya perdagangan internasional

Dapat diambil contoh yaitu Indonesia bisa memproduksi sebuah rotan dengan dengan harga yang lebih murah dengan Malaysia. Sedangkan Malaysia dapat memproduksi kain lebih murah dibandingkan Indonesia. Jadi Indonesia dapat menjual rotan kepada Malaysia sebaliknya juga Malaysia dapat menjual kain kepada Indonesia.

Dan kedua negara tersebut memiliki sebuah keunggulan komoditasnya masing-masing. Jadi kedua negara mempunyai keunggulan mutlak. Dan juga negara Indonesia dan Malaysia bisa melakukan perdagangan internasional.

2. Teori Keunggulan Komparatif / Comparative Advantage (David Ricardo)

Teori perdagangan internasional ini muncul pada tahun 1817 yang disampaikan oleh David Ricardo. Dalam teori ini dibahas yaitu keuntungan dan juga kerugian yang terjadi di perdagangan internasional. Salah satu ahli ini juga dikenal dengan ahli yang sudah modern pada saat itu. Teori keunggualan komparatif menjadi teori yang sampai saat ini digunakan oleh semua pelaku perdagangan internasional.

Meskipun suatu negara tidak mempunyai komoditi yang unggul diantara negara lain, hal itu tidak menutup bahwa negara tersebut akan mendapatkan keunggulan komparatif. Negara yang tidak mempunyai keunggulan mutlak dalam produksi barang tertentu negara tersebut padat mengambil spesialisasi produksi terhadap biaya yang lebih kecil. Jadi perdagangan interbnasional sesama negara dapat menguntungkan kedua belah pihak.

Teori dari Ricardo ini tidak beda dengan teori Adam Smith. Perbedaan yang terlihat dari kedua teori ini adalah cara penghitungan keuntungan yang berbeda. Lebih tepatnya perbedaan itu ialah pada biaya mutlak dan relatif dalam produksi sebuah produk.

3. Teori Dari Pandangan Kaum Merkantilisme

Merkantilisme adalah suatu kelompok masyarakat yang mempunyai sebuah ideology kapitalisme komersial yang merupakan ciri-ciri ekonomi pasar. Teori ini sangat berkembang begitu pesat pada abad ke-16. Teori ini menyebutkan bahwa kemakmuran sebuah negara lebih tinggi dibandingkan kemakmuran sebuah kelompok maupun individu. Teori Merkantilisme ini mengusahakan bahwa ekspor harus lebih besar dari pada impor untuk mengembangkan ekonomi nasional.

Dari kaum ini menilai jika suatu negara dapat mengekspor barang sebanyak-banyaknya maka negara tersebut akan menjadi kaya. Tetapi harus juga diimbangi dengan impor yang harus diangka kecil dan ekspor lebih besar. Surplus dari ekspor dapat mengalirkan emas lantakan atau logam mulia emas dan perak. Dengan adanya perak dan emas di suatu negara tersebut maka tidak dipungkiri bahwa negara tersebut akan menjadi kaya.

Dalam perdagangan internasional teori ini memusatkan pada tujuan yaitu memperbesar jumlah ekspornya. Kebijakan lain dari teori ini adalah melakukan sebuah monopoli perdagangan dengan cara memperluas daerah ajajahannya agar bisa memasukkan barang.

4. Teori Permintaan Timbal Balik / Reciprocal Demand (John Stuart Mill)

Teori permintaan timbal balik ini merupakan teori kelanjutan dari David Ricardo. Dimana teori permintaan timbal balik ini mencari titik keseimbangan pertukaran antara dua negara dengan barang unggulannya masing-masing. Pertukaran ini tentunya dengan menganut Dasar Tukar Uang Dalam Negri (DTD). maksud dari timbal balik ini adalah menyeimbangkan permintaan dan penawaran untuk menentukan besarnya barang yang hendak diimpor maupun diekspor.

Jadi kesimpulan dari J.S Mill ini adalah selama terdapat sebuah perbedaan rasio produksi konsumsi antara kedua negara maka manfaat suatu perdagangan internasional ini bisa dilaksanakan. Negara akan memperoleh manfaat apabila efisiensi dalam memproduksi barang tersebut lebih cepat. Jadi jam kerja yang dibutuhkan untuk memproduksi barang lebih ekcil dari jumlah jam kerja yang dibutuhkan seandainya seluruh barang impor diproduksi sendiri.

5. Teori Mazhab NeoKlasik

Mazhab Neoklasik adalah teori yang mengubah pandangan perdagangan internasional bahwasannya pandangan ekonomi dan teori tidak didasarkan pada tenaga kerja maupun waktu kerja. Berbeda halnya dengan teori-teori diatas. Teori ini tidak mengacu pada efisiensi jam kerja maupun proses produksi.. Teori ini menjadikan salah satu cara mengungkapan sebuah teori ekonomi. Adanya pandangan ini tentu juga merubah teori yang ada serta metodologisnya.

Simak juga artikel seputar perdagangan lainnya, yaitu kebijakan perdagangan internasional.

5 Teori Perdagangan Internasional sudah saya sampaikan. Semoga anda dapat mengetahui lebih jelas dan lebih tepat tentang teori-teori perdagangan. Intinya semua teori memang penting tetapi kembali ke kita masing-masing akan cenderung kepada toeri yang mana diantara 5 diatas. Sekian semoga membantu para pembaca. Terimakasih.