Teks sumpah pemuda yang asli

Isi Teks Sumpah Pemuda Yang Asli Beserta Sejarahnya

Diposting pada

Teks sumpah pemuda – Hari ini sudutsekolah akan membahas pelajaran PKN mengenai sumpah pemuda yang asli beserta sejarahnya.

Sumpah pemuda merupakan salah satu tonggak utama yang berperan dalam memerdekakan Indonesia dari penjajahan kolonial bangsa asing. Pada saat itu, pelan tapi pasti sumpah pemuda berhasil menyatukan berbagai pemuda dari suku dan daerah yang bermacam-macam dari seluruh Indonesia. Lalu, dengan semangat juang yang tinggi merekapun bersatu untuk membuat gerakan yang baru melalui sumpah pemuda itu sendiri.

Para pemuda yang saat itu menjadi salah satu pelopor pergerakan nasional membuat sebuah ikrar yang isinya menyatukan bangsa di atas satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa, Indonesia. Itulah sumpah pemuda, sebuah ikrar bangsa Indonesia. Ikrar tersebut menjadi janji bagi bangsa Indonesia yang diwakilkan oleh para pemuda.

Baca juga: Hak dan kewajiban warga negara

Berikut pembahasan tentang teks sumpah pemuda, sejarah sumpah pemuda, dan tokoh-tokoh sumpah pemuda.

Sejarah Sumpah Pemuda

Sejarah sumpah pemuda dimulai dari dilaksanakannya Kerapatan Pemoeda-Pemoudi atau yang biasa disebut juga kongres pemuda II. Kongres pemuda Indonesia yang kedua ini dilaksanakan selama 3 sesi atau 3 rapat, di 3 tempat yang berbeda. Dan kongres pemuda II pada saat itu dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 1928, di mana tanggal tersebut dikenal sebagai tanggal lahirnya sumpah pemuda sampai saat ini dan diperingati setiap tahun.

Kongres ini dilaksanakan oleh sebuah organisasi yang disebut Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI). Di mana anggota dari organisasi ini merupakan para pelajar yang terdiri dari berbagai macam daerah yang ada di Indonesia. Kongres tersebut juga turut dihadiri oleh berbagai perwakilan dari organisasi kepemudaan seperti Jong Java, Jong Batak, Jong, Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, dll serta pengamat yang berasal dari pemuda tiong hoa antara lain John Lauw Tjoan Hok, Oey Kay Siang, Kwee Thiam Hong dan Tjoi Djien Kwie.

Rapat Pertama

Saat itu dimulai lah kongres pemuda II rapat 1, yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 Oktober 1928 di Katholieke Jongenlingen-Bond, Waterlooplein di mana sekarang tempat tersebut dikenal sebagai lapangan banteng. Ketua organisasi PPPI Soegondo Djojopuspito menjelaskan dalam sambutannya, dia berharap kongres ini dapat memperkuat semangat dan kesatuan di dalam hati para pemuda. Lalu dilanjutkan dengan uraian Muhammad Yamin yang menjelaskan tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Dalam uraiannya tersebut, Muhammad Yamin berpendapat bahwa ada 5 faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia. Lima faktor tersebut adalah sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.

Rapat Kedua

Selanjutnya rapat kedua, dilaksanakan pada hari Minggu, 28 Oktober 1928, bertempat di Gedung Oost-Java Bioscoop. Membahas tentang masalah pendidikan dan ada 2 orang pembicara, yaitu Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro. Kedua pembicara tersebut berpendapat bahwa anak harus mendapatkan pendidikan kebangsaan. Harus ada keseimbangan juga antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Selain itu, anak juga harus dididik secara demokratis.

Rapat Terakhir

Dan rapat terakhir atau rapat penutup dilaksanakan di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106. Pada saat itu, Sunarion menjelaskan tentang pentingnya nasionalisme dan demokrasi disamping kepanduan. Dan Ramelan mengemukakan gerakan kepanduan tidak dapat dipisahkan dari pergerakan nasional. Karena, gerakan kepanduan bisa membantu mendidik anak sejak dini untuk menjadi mandiri dan disiplin, hal-hal yang sangat dibutuhkan dalam sebuah perjuangan.

Hasil rumusan kongres pemuda ditulis oleh Muhammad Yamin di atas secarik kertas lalu ia berikan kepada Soegondo. Muhammad Yamin berbisik bahwa ia telah menemukan formula elegan untuk keputusan kongres tersebut. Selanjutnya, Soegondo menulis paraf tanda setuju di atas kertas tersebut dan diberikan kepada anggota yang lain untuk menuliskan paraf setujunya. Pada awalnya, rumusan sumpah pemuda ini dibacakan oleh Soegondo, lalu dijelaskan secara panjang lebar oleh Muhammad Yamin. Dalam peristiwa sumpah pemuda tersebut juga diputar lagu Indonesia Raya karya W.R. Supratman untuk pertama kalinya.

Teks Sumpah Pemuda

Teks sumpah pemuda terdiri dari 2 versi. Versi yang pertama adalah teks sumpah pemuda versi original atau versi teks asli. Dan versi yang kedua adalah teks sumpah pemuda yang sudah menggunakan ejaan yang disempurnakan atau EYD.

Berikut teks sumpah pemuda versi asli.

Teks Sumpah Pemuda Asli
Teks Sumpah Pemuda Asli
  • Pertama : kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air Indonesia.
  • Kedua : kami poetra dan poetri Indonesia, mengaku berbangsa satoe, bangsa Indonesia.
  • Ketiga : kami poetra dan poetri Indonesia, menjoenjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Sementara, berikut di bawah teks sumpah pemuda versi ejaan yang disempurnakan.

Teks Sumpah Pemuda EYD
Teks Sumpah Pemuda EYD
  • Pertama : Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
  • Kedua : kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia.
  • Ketiga : kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Tokoh Sumpah Pemuda

Berikut tokoh sumpah pemuda yang ikut berperan dalam pergerakan dan pembuatan teks sumpah pemuda.

  • Ketua : Soegondo Djojopuspito (PPPI)
  • Wakil ketua : R.M Djoko Marsaid (Jong Java)
  • Sekretaris : Mohamad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
  • Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
  • Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
  • Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
  • Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)
  • Pembantu IV : Johanes Leimena (Jong Ambon)
  • Pembantu V : Rochjani Soe’oed (Pemoeda Kaum Betawi)

Baca juga: Macam macam norma

Peserta :

  1. Abdul Muthalib Sangadji
  2. Bahder Djohan
  3. Soekmono
  4. Mohammad Nazif
  5. Purnama Wulan
  6. S.M Kartosoewirjo
  7. Joesoepadi
  8. Sujono (volksraad)
  9. Abdul Rachman
  10. Dali
  11. Soekowati (volksraad)
  12. Mohammad Roem
  13. Raden Soeharto
  14. Setiawan
  15. Jos Masdani
  16. Sulaeman
  17. Abu Hanifah
  18. Darsa
  19. Soemanag
  20. Mohammad Tabrani
  21. Raden Soekamso
  22. Sigit
  23. Kadir
  24. Suwarni
  25. Adnan Kapau Gani
  26. Dien Pantouw
  27. Soemarto
  28. Mohammad Tanzil
  29. Ramelan
  30. Siti Sundari
  31. Karto Menggolo
  32. Tjahija
  33. Amir
  34. Djuanda
  35. Soenario
  36. Muhidin
  37. Saerun
  38. Sjahpuddin Latif
  39. Kasman Singodimedjo
  40. Van Der Plaas (pemerintah Belanda)
  41. Anta Permana
  42. Dr Pijper
  43. Soerjadi
  44. Mukarno
  45. Sahardjo
  46. Sjahrial
  47. Koentjoro Poerbopranoto
  48. Muwardi
  49. Sarbini
  50. Soejono Djoenoed Poeponegoro
  51. Martakusuma
  52. WR Soepratman
  53. Arnold Manohutu
  54. Halim
  55. Soewirjo
  56. Nona Tumbel
  57. Sarmidi
  58. R.M Djoko Marsaid
  59. Masmoen Rasid
  60. Suhara
  61. Sarmidi Mangunsarkoro
  62. Hamami
  63. Soeworo
  64. Jo Tumbuhan
  65. Assaat
  66. Soekamto
  67. Mohamad Ali Hanafiah
  68. Sartono

Itulah pembahasan singkat kita hari ini mengenai sejarah sumpah pemuda, isi teks sumpah pemuda, dan tokoh sumpah pemuda. Semua pemuda di Indonesia harus bersatu agar Indonesia semakin baik lagi nantinya, karena masa depan Indonesia ada pada pundak para pemuda. Terima kasih telah membaca, semoga bermanfaat untuk kita semua.