Doa, niat, tata cara mandi wajib
Doa, niat, tata cara mandi wajib

Doa, Niat, dan Tata Cara Mandi Wajib Yang Benar Beserta Manfaatnya

Diposting pada

Tata cara mandi wajib – Hari ini situs pendidikan Indonesia terbaik akan membahas artikel Agama Islam yaitu mengenai mandi wajib, dari mulai doa, niat, tata cara mandi wajib. Berikut ini adalah pengertian mandi wajib.

Pengertian Mandi Wajib

Pengertian mandi wajib
Pengertian mandi wajib

Mandi wajib merupakan mandi yang diwajibkan bagi orang yang mengalami suatu keadaan karena sebab tertentu seperti keluar mani atau berhentinya haidh bagi wanita. Keadaan ini dalam islam biasa disebut dengan junub, karena orang yang dalam keadaan demikian diharuskan menjauhi dari kegiatan beribadah sebelum orang tersebut bersuci dengan cara mandi wajib.

Baca juga: Doa selamat ulang tahun dalam Islam

Kata mandi dalam bahasa Arab yaitu الْغُسْل (ghusl), yang mempunyai makna “pengaliran. Maka, mandi wajib bisa diartikan kegiatan mengalirkan air dengan merata ke seluruh badan, dari ujung kaki sampai ujung kepala dengan diawali niat mandi besar atau doa mandi besar untuk mensucikan diri dari hadast besar. Dan untuk tata cara mandi besar harus sesuai dengan tata cara mandi besar yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Syariat islam menghukumi mandi dengan 3 hukum: mandi wajib, mandi sunah, dan mandi haram. Namun dalam artikel ini akan membahas tentang mandi wajib sekaligus doa mandi wajib dan tata cara mandi wajib.

Sebab-sebab Dilakukannya Mandi Wajib

Seseorang diharuskan mandi wajib apabila mengalami keadaan-keadaan berikut:

1. Darah haid berhenti mengalir pada wanita

Ketika darah haid wanita sudah berhenti, maka diwajibkan untuk mandi besar. Seperti disebutkan dalam hadist: “Bahwasanya Sayyidah Aisyah RA berkata, Rasulullah SAW berkata pada Fathimah binti Abi Hubaisy, apabila haid mendatangimu, maka hendaknya kamu tidak melakukan sholat. Dan apabila darah haid telah berhenti maka hendaklah kamu mandi wajib dan mendirikan sholat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Darah nifas berhenti mengalir pada wanita

Ketika seorang wanita mengalami nifas, maka dihukumi sama dengan wanita yang haid.

3. Keluarnya air mani dengan diiringi syahwat baik sengaja maupun tidak sengaja

4. Bertemunya dua kelamin meskipun tidak mengeluarkan air mani

5. Orang yang meninggal dunia

6. Bayi yang meninggal dalam kandungan dan sudah mempunyai roh dalam tubuhnya

7. Orang muallaf atau orang yang baru masuk islam

Hal-Hal Yang Tidak Diperbolehkan Ketika Junub

Ketika seseorang menyandang junub dan belum melakukan tata cara mandi wajib, maka tidak diperbolehkan melakukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Tidak boleh melakukan ibadah sholat, baik sholat wajib ataupun sholat sunah
  2. Tidak boleh nenyentuh dan membaca Al Qur’an
  3. Tidak boleh berpuasa, baik puasa wajib maupun puasa sunah
  4. Tidak boleh melakukan thowaf pada waktu haji
  5. Tidak boleh dicerai ataupun ditalak hingga dalam keadaan suci kembali
  6. Tidak boleh i’tikaf di dalam masjid

Setelah Anda paham mengenai pengertian mandi wajib, sebab-sebab dilakukannya mandi wajib, dan hal-hal yang tidak diperbolehkan ketika junub, maka sekarang kita akan mempelajari niat mandi wajib.

Niat Mandi Wajib

Niat mandi wajib
Sumber: https://moondoggiesmusic.com/

Setiap ibadah harus diawali dengan niat agar ibadahnya sah, tak terkecuali niat mandi wajib. Niat mandi wajib ini dilakukan sebelum melaksanakan mandi wajib, karena mandi wajib merupakan ibadah jika dengan niat mandi wajib untuk menghilangkan hadast besar.

Pembacaan niat mandi wajib tidak harus dengan suara jahr (lantang), niat mandi wajib dibaca di dalam hati saja sudah mencukupi. Berikut ini teks niat mandi wajib arab dan latinnya:

“Nawaitul Ghusla Lifraf il Hadatsil Akbarii FardhalLillahi Ta’aala”

Arti Niat Mandi Wajib: “Saya niat mandi wajib untuk mensucikan diri dari hadast besar karena Allah ta’ala”.

Niat Mandi Wajib Karena Haid Berhenti

“Nawaitul Ghusla Lifraf il Hadatsil Akbari minal Haidil Lillahi Ta’ala”

Artinya: “Saya niat mandi wajib untuk mensucikan diri dari hadast besar dari haid karena Allah ta’ala”.

Niat Mandi Wajib Setelah Nifas

“Nawaitul Ghusla Liraf il Hadatsil Akbari Minal Nifasi Fardhlon Lillahi Ta’ala.”

Artinya: “Saya niat mandi wajib untuk mensucikan diri dari hadast besar dari nifas karena Allah ta’ala”.

Niat Mandi Wajib Karena Keluar Mani

“Nawaitu Ghusla Lirafil Hadatsil Akbari AnJami il Badaanii Likhuruu ji Mani yyi Minal Innaabati Fardhan Lillahi Ta’aala”.

Artinya: “Saya niat mandi wajub untuk mensucikan diri dari hadas besar di badan ini karena keluarnya mani dari janabah karena Allah taala”.

Itulah macam-macam niat mandi wajib, dari mulai niat mandi wajib karena haid berhenti, setelah nifas, dan keluar mani. Berikut ini adalah tata cara mandi wajib yang baik dan benar.

Tata Cara Mandi Wajib

Tata cara mandi wajib yang benar
Tata cara mandi wajib yang benar

Alangkah baiknya sebelum melaksanakan tata cara mandi wajib memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Menghukumi mandi wajib sebagai pengganti wudhu. Jika setelah seseorang mandi wajib langsung menunaikan sholat tanpa wudhu terlebih dahulu itu diperbolehkan seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Sholat tanpa wudhu ini dengan catatan ketika mandi besar tidak menyentuh atau melakukan hal yang membatalkan wudhu.
  2. Mandi wajib tanpa menggunakan penutup kepala
  3. Menggunakan air yang suci
  4. Ketika mandi wajib pastikan seluruh badan terkena air secara merata. Terlebih lagi pada lipatan-lipatan badan seperti ketiak dan sela-sela jari.

Para ulama fiqih menyimpulkan dalam mandi wajib terdapat 2 rukun yang harus dipenuhi saat mandi wajib. Apabila orang yang melakukan mandi wajib tidak memenuhi 2 rujun ini maka akan dianggap tidak sah, dan tentunya orang tersebut masih menyandang hadast besar, sehingga masih tidak diperbolehkan melakukan ibadah-ibadah seperti pada poin-poin di atas.

Syekh Nawawi Al Bantani dalam kitabnya Kaasyifatus Saja’ menerangkan kedua rukun tersebut yaitu:

1. Niat

Dalam suatu ibadah, niat harus dilakukan bersamaan dengan awal melakukan ibadah tersebut. Ketika mandi wajib, maka niat ditempatkan pada saat menyiramkan anggota tubuh yang pertama kali.

Anggota tubuh pertama yang disiram tidak diterangkan secara spesifik, namun bisa meniru Rasulullah SAW ketika mandi sehari-hari. Beliau ketika mandi mendahulukan anggota tubuh yang lebih rendah daripada jantung, hal ini agar jantung tidak mengalami kekagetan tiba-tiba.

Niat sendiri yang paling penting menggunakan hati. Beberapa ulama berpendapat bahwa apabila hati belum niat meskipun mulut sudah berniat, maka ibadahnya tidak sah. Apabila meninggalkan niat, maka harus mengulangi kembali mandi besar atau ibadah yang tanpa didahului niat.

2. Meratakan Air Ke Seluruh Anggota Tubuh

Hal yang harus dilakukan ketika mandi besar atau rukun mandi besar yaitu meratakan air ke seluruh tubuh. Keseluruhan anggota tubuh harus disirami dengan air, tidak dikatakan sah mandi besarnya apabila ada bagian tubuh yang belum terkena air. Perlu kehati-hatian yang lebih agar tidak melewatkan bagian tubuh yang disirami.

Syekh Abu Hamid atau Imam Ghazali menerangkan lebih lanjut dalam kitab bidayatul jannah tentang tata cara mandi besar. Menurut beliau tata cara mandi besar secara umum antara lain”

  • Orang yang hendak mandi besar disunahkan mencuci tangannya sebanyak 3 kali.
  • Membersihkan semua air mani atau najis atau kotoran yang masih menempel pada bagian tubuh.
  • Berwudhu seperti ketika wudhu hendak sholat biasanya.
  • Mulai melakukan mandi besar dengan disertai niat (rukun) pada saat mengambil air pertama kali untuk disiramkan ke tubuh.
  • Menggosok atau menyela-nyela bagian tubuh yang terdapat lipatan-lipata, seperti kuping, ketiak, lipatan selangkangan, dan lipatan-lipatan lainnya secara teliti.
  • Diusahakan telapak tangan tidak menyentuh bagian kemaluan agar wudhunya terjaga. Jika tersentuh, alangkah baiknya berwudhu lagi.

Dari tata cara mandi wajib yang diterangkan Imam Ghazali yang perlu diperhatikan dengan benar dan pastikan melakukannya adalah bagian rukun mandi wajib yang dua. Sementara tata cara mandi yang lainnya bersifat sunah muakkad.

Namun, walaupun hanya sunah muakkad jangan pernah diabaikan. Imam Ghazali berpendapat bahwa orang yang mengabaikan kesunahan, maka dia termasuk ke dalam golongan orang-orang yang merugi, karena amalan sunah dapat menambal kekurangan pada amalan-amalan wajib.

Mengenai tata cara mandi wajib, terdapat perbedaan pendapat perihal menyela-nyela air ke bagian kepala. Sebagian ulama’ berpendapat bahwa seorang wanita tidak harus menyela-nyela rambut panjangnya karena intensitas seringnya melakukan mandi besar, sedangkan laki-laki diharuskan menyela-nyela rambutnya yang tumbuh.

Ikuti semua tata cara mandi wajib tersebut agar Anda kembali suci dari hadas besar, nah mandi wajib juga mempunyai berbagai manfaat, berikut ini adalah 3 manfaat mandi wajib beserta penjelasannya.

Hikmah atau Manfaat Mandi Wajib

Mandi wajib dengan tata cara mandi wajib disertai dengan doa mandi wajib yang benar dapat memberi hikmah atau manfaat yang besar, hikmah atau manfaat mandi besar tersebut antara lain:

1. Mandi Wajib Dapat Mengembalikan Kebugaran Tubuh

Orang yang mengeluarkan air mani biasanya akan lemas setelahnya. Sebuah penelitian menyatakan orang yang mengeluarkan air maninya satu kali saja, orang tersebut terhitung mengeluarkan sekitar 2 milyar spermatozoid, yang berarti orang tersebut akan kehilangan banyak energi hanya dalam sekali keluarnya air mani dari dalam tubuhnya.

Dengan mandi wajib bisa mengembalikan kebugaran tubuhnya. Seperti yang diriwayatkan dalam sebuah hadist sari Abu Dzar Al Ghifari yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW berkata: “Saat aku mandi wajib, maka seakan-akan hilanglah dari diri ini 2 beban yang terasa berat, yakni rasa malas sebagai beban beratnya, dan naiknya ruh ke alam luhur, kemudian meningkatnya kemampuan untuk menyaksikan keagungan ciptaan Allah pada waktu bangun dari tidur”.

Baca juga: Doa untuk orang sakit dalam Islam

Sehingga tidak cukup hanya dengan membilas atau mencuci kemaluannya saja untuk mengembalikan kebugaran tubuh.

2. Terhindar Dari Penyakit-Penyakit

Mandi wajib juga dapat membersihkan kuman-kuman yang menempel pada kulit manusia selayaknya mandi biasa. Dengan hilangnya kuman-kuman dari tubuh karena rontok terbawa oleh air, maka tubuh akan menjadi bersih dan bisa terhindar dari berbagai penyakit yang mungkin ditimbulkan oleh kuman.

3. Hilangnya Bau Tidak Sedap Dari Tubuh

Mandi wajib juga dapat menghilangkan berbagai kotoran dan penyebab bau badan yang kurang sedap. Dengan mandi wajib, bau-bau yang tidak diinginkan tersebut dapat dihilangkan.

Itulah pembahasan lengkap kita mengenai doa, niat, dan tata cara mandi wajib yang benar, semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kita semua, jangan lupa untuk share juga. Terima kasih telah membaca di situs pendidikan Indonesia.