Sejarah Kerajaan Kediri Terlengkap

√ Sejarah Kerajaan Kediri: Penyebab Runtuhnya, Masa Kejayaan, Raja, Kehidupan Lengkap

Diposting pada

Sejarah Kerajaan Kediri – Okeyy kali ini materi yang akan Sudut Sekolah ulas adalah mengenai sejarah Kerajaan Kediri lengkap, dari mulai raja-raja Kerajaan Kediri, kehidupan masyarakat Kerajaan Kediri, dan penyebab runtuhnya Kerajaan Kediri. Anda bisa menyimak dan mengetahui dari awal hingga akhir dari Kerajaan Kediri. Check it out di bawah ya.

Sejarah Kerajaan Kediri

Kerajaan ini berdiri pada tahun 1042 sampai tahun 1222. Kerajaan ini merupakan kerajaan Hindu yang berada di tepi Sungai Brantas, Jawa Timur. Dulu kota Kediri disebut dengan kota Daha. Daha sendiri mempunyai kepanjangan yaitu Dahanapura yang artinya Kora Api. Raja pertamanya adalah Shri Jayawarsa Digjaya Shastraprabu yang menamakan dirinya sebagai titisan wisnu.

Berdirinya kerajaan kediri diawali dengan perintah dari Raja Airlangga yang membagi kerajaan karena sebuah pertikaian. Jadi terpaksa Raja Airlangga membagi kerajaan menjadi Jenggala (Kahuripan) dan Panjalu (Kediri) yang secara geografis terbatasi gunung Kawi dan Sungai Brantas. Dibaginya wilayah tersebut bertujuan untuk menghindari pertikaian.

Wilayah Malang dan Delta Sungai Brantas, Surabaya dan Rembang adalah wilayah Kerajaan Janggala. Sedangkan Kerajaan Kediri meliputi Madiun, Ibu Kota Daha dan Kediri.

Pada bulan November tahun 1042 anak dari Raja Airlangga memperebutkan tahta untuk menguasai kerajaan. Akhirnya sang Raja Airlangga membelah kerajaan menjadi dua. Dan kerajaan Jenggala diberikan kepada Mapanji Garasakan yang berpusat di Kahuripan. Sedangkan anaknya yang satunya tentu menerima kerajaan Panjalu (Kediri).

Namun pada akhirnya pada sebuah peperangan kerajaan Kediri berhasil menang dan mendapatkan tahta kerajaan Jenggala sehingga tahta kerajaan Airlangga sebelumnya menjadi satu lagi.

Itulah sejarah singkat Kerajaan Kediri yang dapat Anda jadikan sebagai referensi untuk tugas Anda di sekolah. Sekarang kita masuk ke sejarah Kerajaan Kediri lainnya yaitu raja-raja Kerajaan Kediri.

Raja-Raja Kerajaan Kediri

1. Sri Jayawarsa

Raja Jayawarsa adalah raja Kerajaan Kediri yang pertama. Disebutkan dalam prasasti Sirah Keting tahun 1104 M pada saat masa pemerintahannya Raja ini sempat memberikan sebuah hadiah kepada rakyat-rakyatnya. Hadiah itu diberikan karena rakyat telah berjasa kepada Raja dan kerajaan. Hadiah itu dapat meningkatkan kesejahteraan Rakyat Kediri.

2. Sri Baweswara

Raja Baweswara terkenal dengan prasastinya. Diketahui bahwa ada 3 prasasti yang ia buat yang memuat tentang agama di kerajaan Kediri. Prasasti tersebut adalah Prasasti Padelegan I tahun 1117, Prasasti Panumbangan 1120 dan Prasasti Tangkilan tahun 1130.

3. Sri Jayabhaya

Raja Sri Jayabhaya merupakan raja terbesar dan memiliki kesuksesan yang banyak. Raja Jayabhaya memerintah kerajaan Kediri pada tahun sekitar 1130 – 1157 M. Raja ini disebut bahwa raja dengan masa pemerintahannya mencapai puncaknya.

Kerajaan ini terletak di lereng gunung kelud yang memiliki tanah yang subur. Dengan tanah yang subur tersebut tentunya hasil pertanian dan perkebunan juga pasti bagus. Sungai Brantas yang sangat jernih tempat hidup banyak ikan. Protein rakyat Kediri dapat terpenuhi karena adanya ikan-ikan tersebut.

4. Sri Aryeswara

Jika dilihat dari prasati Angin (1171) Raja Sri Aryaswara ini menjabat sekitar tahun 1171. Nama gelar abhisekanya ialah Sri Maharaja Rake Hino Sri Aryeswara Madhusudanawatara Arijamuka.

Raja ini menjabat sebagai Raja Kediri belum diketahui pasti menjadi Raja Kediri begitu juga masa berakhirnya. Pada masa jabatannya lambang kerajaan Kediri ini berupa Ganesha. Raja ini meningglan sebuah prasati bernama Prasasti Angin.

5. Sri Gandra

Sri Gandra menjabat sebagai Raja Kerajaan Kediri pada tahun 1181 M. Dapat diketahui dari sebuah prasasti Jaring. Dimana dalam prasasti itu tertuliskan menggunakan nama hewan untuk jenis jabatan pada kala itu. Nama hewan yang dipakai antara lain gajah, kebo dan tikus. Dengan adanya nama tersebut jadi bisa tahu tinggi atau rendahnya jabatan di kerajaan Kediri.

6. Sri Kameswara

Masa jabatan Raja Sri Gandra telah berakhir. Berlanjut Raja berikutnya yaitu Raja Sri Kameswara. Raja Sri Kameswara menjabar dari tahun 1182 sampai 1185 M. Pada masa jabatan raja ini seni sastra berkembang begitu pesat.

Dibuktikan dengan adanya Kitab Samaradhana karangan dari Empu Dharmaja. Cerita panji juga menjadi terkenal pada saat itu.

7. Sri Kertajaya

Berdasarkan Prasasti Galunggung tahun 1194, Prasasti Kamulan tahun 1194, Prasasti Palah tahun 1197, Prasasti Wates Kulon tahun 1205, Negarakretagama serta Pararaton. Raja Kerajaan Kediri yang terakhir ini dikenal juga dengan nama Dandang Gendis. Raja ini begitu terkenal dalam sejarah Kerajaan Kediri karena pada saat Raja Kertajaya ini menjabat kerajaan kediri berada dalam Masa Kejayaan.

Raja Kertajaya pada saat itu mengurangi hak dari pada kaum Brahmana. Kemudian kaum Brahmana menjadi tidak tenang berada di kerajaan Kediri. Tidak lama kemudia kaum Brahmana ini meminta pertolongan dari Tumapel pada saat itu Tumapel masih diperintah oleh Ken Arok. Raja Kertajaya kemudian mengetahui hal itu dan langsung memerintahkan untuk menyerang kaum Brahmana.

Karena Ken Arok mendukung penuh kaum Brahmana maka terjadilah perang antara 2 pasukan tersebut. Perang itu tejadi di daerah Ganter 1222.

Sejarah Kerajaan Kediri selanjutnya adalah kehidupan politik Kerajaan Kediri yang terjadi pada masa itu, dari mulai Kerajaan Kediri dilahirkan.

Kehidupan Politik Kerajaan Kediri

60 tahun lamanya terjadi peperangan antara jenggala dan Panjalu sehingga menyebabkan tidak ada berita tentang kedua kerajaan tersebut. Raja Bameswara muncul sebagai raja pada tahun 1116-1135 M dari kerajaan Kediri.

Pada saat itu ibu kota Panjalu dipindahkan ke Kediri (Daha) yang membuat kerajaan itu semakin dikenal dengan kerajaan Kediri. Setelah Raja Bameswara turun tahta kemudian digantikan oleh Jayabaya yang saait itu berhasil mengalahkan Jenggala secara berturut turut.

Pada tahun 1019 M Airlangga menjadi Raja Madang Kamulan. Raja Airlangga berhasil memulihkan kewibawaan kerajaan tersebut. Pada saat Raja Airlangga Madang Kamulan mencapai masa kejayaan. Hingga dia turun tahta dan membuat keputusan untuk menjadi pertapa dan meniggal pada tahun 1049 M.

Raja Airlangga memilih untuk menjadi pertapa sehingga tahta kerajaan jatuh di putra Airlangga. Karena anak dari Airlangga ada 2 maka kerajaan Wedang Kamulan dibagi menjadi 2 yaitu Jenggala dan Panjalu (Kediri). Pada abad ke 12 Kediri menjadi kerajaan yagn lebih dominan dengan kesuburan dan kemakmuran yang lebih terlihat pada saat itu.

Namun demikian kerajaan Kediri masih terbayang-bayang karena merasa tidak aman dengan kerajaan Jenggala. Kemunafikan tetap ada pada kerajaan itu dan pembunuhan pangeran-pangeran antar kedua kerajaan masih terjadi. Setelah lama terjadi pembunuhan secara diam-diam kerajaan ini akhirnya bersatu menjadi kerajaan Kediri.

Itulah kehidupan politik Kerajaan Kediri yang harus Anda ketahui.

Kehidupan Ekonomi Kerajaan Kediri

Kediri adalah kerajaan agraris dan juga maritim. Tidak sedikit masyarakat dari kerajaan Kediri yang berprofesi petani. Keadaan tanah yang subur membuat hasil pertanian yang cukup bagus sehingga mendongkrak ekonomi masyarakat kerajaan Kediri.

Sedangkan untuk penduduk disekitar pesisir pantai mereka bermata pencaharian sebagai pedagang dan pelayaran. Kala itu mata uang yang digunakan adalah emas. Para pedagang menjalin hubungan dengan Siwrijaya dalam hal perdagangan sehingga perdagangan dikala itu berkembang lumayan pesat.

Salah satu tempat yang digunakan untuk lalu lintas perdagangan ialah sungai Brantas. Semua berlalu lalang mengirim dan menjual antara masyarakat pedalaman dan daerah pesisir. Itulah kehidupan ekonomi Kerajaan Kediri.

Kehidupan Sosial dan Budaya Kerajaan Kediri

Semua sudah tertata rapih dari segi ekonomi. Para penduduk Kediri juga sudah rapih menggunakan kain sampai lutut. Dalam adat perkawinan di kerajaan kediri pengantin wanita menerima mas kawin berupa emas.

Raja Kediri selalu memperhatikan warga-warganya. Dibuktikan dengan tinggi rendahnya martabat seseorang berdasarkan moral bukan karena ekonomi dan juga pangkat. Hal itu diceritakan pada sebuah kitab Lubdaka.

Selain ekonomi yang berkembang pesat Kediri juga mempunyai sastra yang juga berkembang pesat pula. Kala itu raja Jayabaya memerintahkan Empu Sedah untuk merubah kitab Bharatayuda ke dalam bahasa Jawa kuno. Pekerjaan itu dilanjutkan oleh Empu Panuluh dikarenakan Empu Sedah tidak mampu melaksanakannya.

Di dalam kitab itu Raja Jayabaya disebut berkali-kali sebagai sanjungan kepada sang raja. Kitab tersebut berangka tahun dalam bentuk cendrasangkala, sangkuda suddha candrama (1079 Saka atau 1157 M).

Nah, itulah sedikit rangkuman kehidupan sosial dan budaya Kerajaan Kediri.

Masa Kejayaan Kerajaan Kediri

Masa kejayaan Kerajaan Kediri adalah pada saat Raja Kertajaya. Hal itu dibuktikan begitu cepatnya derah kekuasaan dari kerajaan Kediri. Mulai dari pulau Jawa yang semua dikuasai dan juga sebagian pulau Sumatra yang pada saat itu ada kerajaan Sriwijaya.

Kerajaan Kediri semakin kuat dengan adanya catatan tentang negeri yang paling kaya saat dipimpin oleh Raja Kertajaya. Catatan itu adalah milik Chou Ke-fei pada tahun 1178 M. Selain daerah kekuasaan Kerajaan Kediri ini juga berkembang pesat dalam hal Seni Sastra.

Penyebab Runtuhnya Kerajaan Kediri

Penyebab runtuhnya Kerajaan Kediri pada masa Raja Kertajaya juga. Seperti profil raja diatas. Raja kertajaya mengurangi hak kaum Brahmana dimana kaum Brahmana adalah sebagian rakyat dari kerajaan Kediri. Mereka merasa dibedakan dan menjadi api kecil sebuah peperangan. Dengan adanya itu Ken Arok turun untuk membantu kaum Brahmana.

Dalam peperangan itu Ken Arok dapat mengalahkan Raja Kertajaya. Dan dari itu menjadi hari dimana kerajaan Kediri berakhir. Setelah kerajaan Kediri mengalahkan Kertanegara akhirnya kerajaan kediri bangkit kembali. DIbawah pimpinan Raden Wijaya dari pasukan Singasari. Pada tahun 1293 datang tentara Mongol atas perintah dari Kaisar Kubilai Khan yang bertujuan mebalas dendam atas kekalahan meraka dulu terhadap kerajaan Kediri. Tentara Mongol tersebut dapat mengalahkan Kediri dan membuat kediri benar-benar berakhir.

Setelah Anda tahu seputar Kerajaan Kediri dari penjelasan diatas, Anda juga bisa membaca artikel berikut seputar peninggalan Kerajaan Kediri.

Nah diatas adalah isi dari sejarah Kerajaan Kediri secara lengkap. Semoga dapat membantu teman-teman mendapat gambaran tentang kerajaan Kediri di Jawa TImur ini. Sampai ketemu lagi.