Sejarah Kerajaan Demak: Nama Raja, Peninggalan, Masa Kejayaan, dan Kehidupan

Diposting pada

Sejarah kerajaan Demak – Halo semua pengunjung Sudut Sekolah, pada kali ini kita akan belajar mengetahui sumber sejarah kerajaan Demak yang akan dibahas dengan lengkap. Namun sebelum itu Anda juga dapat membaca artikel sejarah kerajaan lainnya yang telah diposting sebelumnya yaitu mengenai:

  1. Peninggalan Kerajaan Majapahit
  2. Kerajaan Islam di Indonesia

Selanjutnya yuk langsung saja berikut adalah sejarah kerajaan Demak lengkap, dari mulai silsilah raja kerajaan Demak, peninggalan kerajaan Demak, kehidupan masyarakat kerajaan Demak, serta masa kejayaan dan keruntuhan kerajaan Demak.

Sejarah Kerajaan Demak Singkat & Lengkap

Kerajaan atau Kesultanan Demak terletak di sebelah utara pulau Jawa yang pusat pemerintahannya di kota Demak, pada masa itu kerajaan Demak adalah kadipaten dari kerajaan Majapahit, namun setelah kerajaan Majapahit runtuh kerajaan Demak memisahkan diri dan mulai membangun kerajaannya secara mandiri. Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama dan terbesar di pulau Jawa.

Kerajaan Demak juga merupakan kerajaan yang sangat berjasa menyebarkan Agama Islam di pulau Jawa dan pulau kecil disekitarnya, karena kerajaan ini dikenal dengan kerajaan para “Wali Songo“. Sehingga budaya Islam sangat kental sekali di dalam kerajaan Demak ini.

Pendiri sekaligus raja pertama dari kerajaan Demak adalah Raden Patah. Raden Patah mendirikan kerajaan Demak tidak lama setelah kerajaan Majapahit hancur, yaitu sekitar abad 15 atau 1500 Masehi. Raden Patah menjabat sebagai raja selama 18 tahun yaitu dari 1500 – 1518 Masehi.

Kerajaan Demak tidak hanya menguasai pantai utara Jawa saja, tetapi kekuasaannya sudah menyebar hingga Palembang, Banjar, dan Maluku.

Nama Raja-Raja Kerajaan Demak

1. Raden Patah (1500 – 1518)

Raden Patah merupakan raja pertama serta pendiri kerajaan Demak, jadi tak heran jika Anda sering mendengar atau membaca nama Raden Patah jika sedang membaca sejarah kerajaan Demak. Sebelum terkenal dengan nama Raden Patah, Raden Patah dikenal dengan sebutan Pangeran Jimbun dan memiliki gelar “Senapati Jumbung Ngabdurrahman Panembahan Palembang Sayidin Panatagama“.

Setelah Raden Patah menjadi pendiri kerajaan Demak, gelar tersebut diganti dengan gelar “Sultan Alam Akbar Al Fatah”. Di masa pemerintahan Raden Patah inilah Masjid Agung Demak yang merupakan peninggalan kerajaan Demak didirikan.

Di masa pemerintahan Raden Patah kerajaan Demak memiliki peran yang sangat penting dalam menyebarkan Agama Islam di pulau Jawa dan sekitarnya, apalagi pada tahun 1513 Malaka ditaklukan oleh Portugis, walaupun begitu justru Portugis lah yang menjadi ancaman kerajaan Demak selanjutnya, sehingga Raden Patah mengutus armada perangnya yang dipimpin oleh Pati Unus yang merupakan putra dari Raden Patah pergi ke Malaka untuk menyerang Portugis.

Disana pasukan kerajaan Demak juga dibantu oleh kerajaan Aceh dan Palembang, namun tetap kalah karena kalah dengan persenjataan Portugis yang sudah canggih pada masa itu.

Dan akhirnya pada tahun 1518 pendiri dan raja pertama kerajaan Demak, yaitu Raden Patah wafat sehingga digantikan dengan raja selanjutnya.

2. Pati Unus (1518 – 1521)

Setelah ayahanda dari Pati Unus wafat, maka Pati Unus yang menggantikan Raden Patah menjadi raja kerajaan Demak. Pati Unus merupakan seorang panglima perang yang sangat terkenal karena keberanian dan kegigihannya ketika melawan Portugis di Malaka. Dia mempunyai strategi khusus sehingga pasukan Portugis kehabisan makanan. Untuk itu lah Pati Unus cocok sekali untuk menggantikan Raden Patah sebagai raja kerajaan Demak.

3. Sultan Trenggono (1521 – 1546)

Sultan Trenggono merupakan adik dari Pati Unus, ia diangkat menjadi raja ketiga kerajaan Demak karena Pati Unus tidak memiliki seorang putra. Sultan Trenggono merupakan raja yang berani, bijaksana, dan baik dalam melaksanakan tugas-tugasnya sehingga kerajaan Demak yang dipimpin oleh dia bisa mencapai masa kejayaan atau masa keemasannya. Bahkan ia juga memperluas wilayah dari kerajaan Demak hingga Jawa Barat dan Jawa Timur.

Namun walaupun wilayah kerajaan Demak semakin luas, namun pihak Portugis yang menjadi musuh utama kerajaan Demak juga mulai memperluas wilayahnya dan saling serang dengan kerajaan Demak yang dipimpin oleh Sultan Trenggono.

Setelah mengetahui nama-nama raja kerajaan Demak diatas, yuk pelajari lagi sejarah kerajaan Demak berikutnya, yaitu kehidupan masyarakat kerajaan Demak dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya.

Kehidupan Ekonomi, Sosial, dan Budaya Kerajaan Demak

Kerajaan Demak sangat terkenal dengan luasnya lahan pertanian yang dimiliki, sehingga kerajaan ini sering memproduksi berbagai hasil tani, contoh hasil tani yang sangat terkenal adalah beras. Bukan hanya beras, tetapi ada lilin dan madu yang telah di ekspor ke berbagai negara di belahan dunia.

Selain itu letak strategi yang dimiliki oleh kerajaan Demak yaitu bagian utara pulau Jawa yang terdapat salah satu pelabuhan terbesar di Indonesia pada masa itu. Sehingga ekonomi di kerajaan Demak sangat lebih dari kata cukup.

Bukan hanya kehidupan ekonominya saja yang maju, kehidupan pada bidang sosial dan budaya kerajaan Demak juga sangat baik, karena pada kerajaan ini lah tempat berkumpulnya para “Wali Songo” yang menyebarkan Islam dengan cara damai dan unik, yaitu dengan menggunakan berbagai macam budaya Jawa, seperti kaligrafi, wayang, dan lainnya.

Bukti dari baiknya kehidupan budaya di kerajaan Demak adalah dari banyaknya peninggalan-peninggalan kerajaan Demak yang ditemukan, seperti Masjid Agung Demak, Makam Sunan Kalijaga, dan lain sebagainya yang sangat kental dengan budaya.

Sejarah kerajaan Demak selanjutnya adalah peninggalan kerajaan Demak yang telah dibahas pada artikel sebelumnya, namun akan saya berikan secara singkat pada berikut ini.

Peninggalan Kerajaan Demak

Salah satu peninggalan kerajaan Demak
  1. Masjid Agung Demak
  2. Pintu Bledek
  3. Makam Sunan Kalijaga
  4. Piring Campa
  5. Soko Guru
  6. Soko Tatal
  7. Situs Kolam Wudlu
  8. Maksurah
  9. Bedug dan Kentongan
  10. Dampar Kencana
  11. Serambi Majapahit
  12. Pawestren
  13. Mihrab

Masa Kejayaan Kerajaan Demak

Setelah kita mengetahui apa saja peninggalan kerajaan Demak, sekarang kita belajar sumber sejarah kerajaan Demak berikutnya yaitu mengenai masa kejayaan kerajaan Demak.

Pada masa kepemimpinan Pati Unus, kerajaan Demak tidak pernah menyerah untuk menggempur Portugis di Malaka, sehingga usaha dari kerajaan Demak untuk melawan Portugis ini mendapat dukungan dari berbagai kerajaan di sekitar Malaka.

Pada masa kepemimpinan Sultan Trenggono, kerajaan Demak sangat berjasa dalam hal menyebarkan Agama Islam di pulau Jawa, dari mulai Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Bukan hanya sekedar menyebarkan Agama Islam, namun juga merebut daerah kekuasaan tersebut.

Itulah artikel mengenai sejarah kerajaan demak singkat yang semoga dapat menambah wawasan Anda dan artikel ini dapat menjadi referensi yang tepat jika Anda sedang mempelajari sejarah kerajaan Demak. Terima kasih telah membaca dan semoga bermanfaat.