Sejarah Candi Prambanan

Sejarah Candi Prambanan Yang Sangat Terkenal Secara Lengkap

Diposting pada

Sejarah Candi PrambananCandi Prambanan merupakan salah satu candi paling terkenal yang ada di Indonesia. Candi Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Berdasarkan situs Wikipedia, candi Prambanan dibangun pada abad ke 9 masehi. Sejarah candi Prambanan cukup dikenal oleh masyarakat. Sejarah candi Prambanan yang terkenal adalah kisah legenda tentang Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang. Berikut sejarah candi Prambanan singkat yang asli dan versi menurut legenda.

Sejarah Candi Prambanan Singkat

Sejarah Candi Prambanan singkat
Sumber : javaloka.com

Prasasti bernama Siwargha yang berangka tahun Saka 778 atau 856 masehi menungkapkan bahwa candi Prambanan dibangun atas perintah Sri Maharaja Rakai Pikatan. Bahkan prasasti Siwargha ini juga ditulis oleh Rakai Pikatan sendiri.

Baca juga: Sejarah Kerajaan Majapahit lengkap

Para ahli mengatakan bahwa candi Prambana dibangun oleh dinasti Wangsa Sanjaya. Wangsa Sanjaya sendiri merupakan dinasti yang menakhiri kejayaan dinasti Wangsa Syailendra, dinasti yang membangun candi Borobudur. Dan tokoh yang paling berjasa dalam pembangunan candi Prambanan ini adalah Rakai Pikatan, yang merupakan menantu dari Raja Samaratungga yang berasal dari dinasti Wangsa Syailendra.

Dinasti Sanjaya menganut Hindu aliran Siwa dan berkiblat ke Kunjara, sebuah daerah yang ada di India. Berbeda dengan dinasti Syailendra yang menganut Buddha Mahayana. Dinasti Sanjaya dan dinasti Syailendra mempunyai hubungan kekeluargaan. Hal ini karena terjadinya pernikahan antara putri Raja Samaratungga (Penguasa Dinasti Syailendra), Pramordawardhani dengan salah seorang keturunan Sanjaya, Rakai Pikatan yang terjadi pada tahun 840 masehi.

Pembangunan candi Prambanan dimulai ketika Raja Rakai Pikatan ingin menunjukkan pengaruhnya dan ingin menyaingin pembangunan candi Borobudur kala itu. Sehingga akhirnya Raja Rakai Pikatan pun memulai pembangunan candri Prambanan pada tahun 850 masehi. Namun, berdasarkan prasasti Siwargha candi Prambanan dibuat dengan tujuan untuk menghormati dewa Syiwa yang merupakan dewa terbesar dalam ajaran Hindu. Dan berdasarkan prasasti tersebut, candi ini pertama kali dinamakan sebagai Shiva-grha yang artinya rumah Syiwa dan juga sering disebut Shiva-laya yang berarti kerajaan Syiwa.

Pada saat proses pembangunannya, candi Prambanan sempat dihentikan. Hal ini dikarenakan pada waktu itu Mpuk Sindok yang merupakan raja terakhir Mataram Kuno dari dinasti Wangsa Sanjaya memindahkan pusat pemerintahannya ke daerah Jawa Timur. Perpindahan pemerintahan kerajaan ini terjadi karena adanya letusan gunung merapi. Bahkan akibat dari letusan itu candi Prambanan menjadi tertutup abu.

Dan akhirnya penduduk lokal Jawa menemukan candi Prambanan ini. Mulai dari sini, para penduduk mengarang dongeng dengan menggunakan imajinasi mereka. Dan dongeng tersebut kemudian menjadi terkenal dan menjadi kisah cinta Bandung Bondowoso dengan putri Cantik Roro Jonggrang yang bertepuk sebelah tangan. Dongeng itulah yang menjadi asal mula munculnya kisah melegenda candi Prambanan.

Sejarah Candi Prambanan Menurut Legenda

Alkisah pada zaman dahulu hiduplah sebuah kerajaan bernama Prambanan. Kerajaan Prambanan hidup damai dan tentram di bawah pimpinan Prabu Baka. Kerajaan-kerajaan kecil di sekitar wilayah Prambanan juga sangat patuh dan menghormati Prabu Baka.

Sementara itu, tidak jauh dari Prambanan juga terdapat sebuah kerajaan yang juga cukup besar, yaitu kerajaan Pengging. Kerajaan Pengging ini mempunyai seorang ksatria beranama Bondowoso, seseorang yang dikenal sakti dan kejam. Ia mempunyai sebuah senjata yang disebut Bandung sehingga ia lebih terkenal dengan sebutan Bandung Bondowoso. Selain itu, ia juga mempunyai pasukan jin yang sangat banyak.

Jatuhnya Kerajaan Prambanan

Pada suatu hari, Bandung Bondowoso beserta bala tentara dan pasukan jin nya berangkat menuju kerajaan terdekat mereka, Prambanan. Dengan segala banyaknya tentara Bondowoso membuat pasukan Prabu Baka kalang kabut dan panik. Mereka bahkan tidak tahu akan serangan ini dan tidak siap. Akhirnya tentara Bandung Bondowoso berhasil membunuh semua pasukan Prambanan termasuk Raja Prabu Baka. Kerajaan Prambanan jatuh di bawah tangan Bandung Bondowoso.

Mendengar kabar keberhasilan ksatrianya menaklukan Prambanan membuat Raja Pengging sangat senang. Akhirnya, ia menempatkan Bandung Bondowoso di Prambanan untuk mengurus segala isi kerajaan dan juga mengurus keluarga yang ditinggalkan Prabu Baka.

Lamaran Bandung Bondowoso

Pada saat menempati istana, Bandung Bondowoso melihat seorang putri yang cantik jelita. Putri itu merupakan anak dari Prabu Baka yang bernama Roro Jonggrang. Akhirnya Bandung Bondowoso menghampirinya dan melamarnya.

“Wahai putri yang cantik jelita, maukah engkau menjadi permaisuriku?” Tanya Bandung Bondowoso.

Tentu saja Roro Jonggrang tidak mau menjadi istri dari orang yang sudah membunuh ayahnya. Tetapi, ia juga takut kepada Bandung Bondowoso. Ia kebingungan, namun akhirnya ia mempunyai syarat.

“Aku menerima lamaranmu setelah kau memenuhi syaratku, tuan. Buatkan aku 1000 candi dan 2 buah sumur dalam waktu 1 malam.” Jawab Roro Jonggrang.

Mendengar jawaban dari Roro Jonggrang membuat Bandung Bondowoso kesal. Namun, dia tidak berpikir panjang karena dia mempunyai bala tentara dan pasukan jin yang selalu siap membantunya kapan saja.

Pada malam harinya, Bandung Bondowoso memanggil semua pasukan jin nya. Setelah mendengar perintah dari Bandung Bondowoso, pasukan jin itu langung bergegas kesana kemari dan memulai pembangunan 1000 candi dan 2 sumur.

Kegagalan Bandung Bondowoso dan Candi Keseribu

Setelah dua pertiga malam, tinggal 3 candi dan 1 sumur yang belum selesai. Hal ini membuat Roro Jonggrang gelisah. Setelah berpikir keras, akhirnya dia mempunyai ide yang cemerlang. Ia mengumpulkan dayang-dayang Prambanan dan menyuruh mereka untuk membakar jerami, membunyikan lesung dan menaburkan bunga untuk membaut ayam berkokok.

Langit mulai berwarna kemerahan, lesung dibunyikan dan ayam mulai berkokok. Pasukan jin Bondowoso mulai pergi karena mereka mengira hari mulai pagi. Bandung Bondowoso pun marah dan melanjutkan pembangunannya sendiri, tetapi akhirnya hari sudah pagi dan tinggal 1 candi yang belum selesai.

Roro Jonggrang menghampirinya dan berkata bahwa ia telah gagal dalam memenuhi syaratnya. Bandung Bondowoso pun marah dan berteriak.

“Kau yang curang Roro Jonggrang! Aku kutuk kau menjadi candi yang ke seribu!” Ucap Bondowoso.

Dengan segala kesaktiannya, ia pun berhasil merubah Roro Jonggrang menjadi candi keseribu.

Baca juga: Peninggalan Kerajaan Tarumanegara dan Sejarahnya

Candi Roro Jonggrang hingga kini masih ada di dalam kompleks candi Prambanan dan disebut candi Sewu.

Begitulah sejarah Candi Prambanan singkat yang asli dan menurut legenda. Terima kasih telah membaca di Sudut Sekolah, semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. Jangan lupa share yaa ke teman-teman Anda.