Rumus tekanan hidrostatis, osmotik, udara
Rumus tekanan hidrostatis, osmotik, udara

Cara Menghitung Rumus Tekanan Hidrostatis, Osmotik, Udara Lengkap

Diposting pada

Rumus tekanan – Halo semuanya, di update kali ini Sudut Sekolah akan update mengenai pelajaran Matematika, yaitu tentang rumus tekanan hidrostatis, rumus tekanan osmotik, dan rumus tekanan udara lengkap. Kemarin kita telah membahas juga mengenai rumus percepatan.

Tekanan merupakan salah satu materi yang dipelajari pada mata pelajaran Fisika atau IPA. Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang tekanan, lebih tepatnya pengertian tekanan dan rumus tekanan.

Pengertian Tekanan

Tekanan mungkin sudah menjadi salah satu kata yang selalu kita dengar setiap harinya. Tetapi, tekanan yang kita bahas kali ini adalah tekanan pada ilmu fisika dan sains. Lalu, apa pengertian tekanan itu sendiri? Berikut pengertian tekanan singkat yang dilansir dari situs Wikipedia.

Tekanan (simbol: p atau P) adalah satuan fisika untuk menyatakan gaya (F) per satuan luas (A)

Pengertian tekanan di atas tentu saja masih terlalu singkat dan belum bisa menjelaskan arti tekanan secara spesifik. Untuk mengetahui pengertian tekanan yang lebih dalam dan spesifik lagi, silahkan perhatikan uraian berikut.

Tekanan adalah gaya yang bekerja pada per satuan luas suatu bidang. Permukaan atau bidang yang dikenai gaya, disebut dengan bidang tekan. Sementara gaya yang diberikan kepada bidang tekan, disebut dengan gaya tekan. Jadi, gaya yang dimaksud dalam hal ini adalah gaya yang tegak lurus dengan permukaan bidang suatu objek.

Tekanan biasanya digunakan untuk mengukur kekuatan suatu zat cair atau zat gas. Selain itu, tekanan juga sering kali dihubungan dengan volume dan suhu. Semakin tinggi tekanan pada suatu tempat dengan volume yang sama, maka semakin tinggi juga suhu pada tempat tersebut.

Baca juga: Rumus luas trapesium

Satuan internasional (SI) dari tekanan adalah Pascal (Pa) yang diambil dari nama ilmuwan Perancis, Blaise Pascal. Pascal juga sama dengan newton per meter persegi (N/m2).

Rumus tekanan adalah sebagai berikut.

Rumus tekanan
Sumber : ilmudasar.com

p = F/A

Keterangan :
p = Tekanan (Pa)
F = Gaya (N)
A = Luas permukaan (m2)

Jenis-Jenis Tekanan

Seperti yang sudah dikatakan pada awal artikel, bahwa ada berbagai jenis tekanan yang ada di dunia ini. Kita akan membahas 3 jenis tekanan pada artikel Sudut Sekolah kali ini. 3 jenis tekanan tersebut adalah tekanan hidrostatis, tekanan osmotik dan tekanan udara.

1. Tekanan Hidrostatis

Tekanan hidrostatis terdiri dari 2 kata, yaitu “hidro” yang artinya air dan “statis” yang artinya tetap. Jadi, berikut pengertian tekanan hidrostatis.

Tekanan hidrostatis adalah tekanan yang diberikan oleh zat cair dalam keadaan tetap atau diam. Tekanan hidrostatis ini merupakan tekanan yang digunakan untuk mengukur kekuatan pada zat cair.

Tekanan hidrostatis hanya dipengaruhi oleh gaya gravitasi, serta tidak dipengaruhi oleh volume, berat dan luas permukaan zat cair tersebut. Karena dipengaruhi oleh gaya gravitasi, tekanan hidrostatis akan meningkat seiring dengan kedalaman dari titik awal yang diukur atau dari permukaan air. Singkatnya, jika kita semakin dalam menyelam ke dalam air, maka volume air akan berada di atas kita yang sehingga tekanan yang diberikan oleh air (tekanan hidrostatis) kepada tubuh akan semakin besar.

Ada 3 hal utama yang dapat mempengaruhi tekanan hidrostatis, yaitu :

  • Percepatan gravitasi
  • Massa jenis zat cair
  • Kedalaman

2. Tekanan Osmotik

Tekanan osmotik adalah tekanan yang diperlukan untuk menghentikan suatu proses yang dinamakan osmosi. Lalu, apa yang dimaksud dengan proses osmosi? Osmosi adalah peristiwa perpindahan pelarut dari larutan yang lebih encer (pelarut murni) ke larutan yang lebih padat atau pekat melalui membran semipermeabel.

Jika mengacu pada penjelasan di atas, kurang lebih berikut pengertian tekanan osmotik secara singkat.

Tekanan osmotik adalah tekanan yang digunakan untuk mempertahankan kesetimbangan osmotik antara larutan dengan pelarut murninya yang dipisahkan oleh membran, di mana membran tersebut hanya bisa ditembus oleh pelarut tersebut.

Tekanan osmotik ini masih termasuk ke dalam tekanan yang digunakan untuk mengukur kekuatan suatu zat cair, sama seperti tekanan hidrostatis.

3. Tekanan Udara

Dan jenis tekanan yang terakhir adalah tekanan udara. Berikut pengertian tekanan udara.

Tekanan udara adalah tekanan yang menggerakkan massa udara dalam tiap satuan luas tertentu.

Untuk mengukur tekanan udara, harus menggunakan sebuah alat yang disebut dengan barometer. Sementara satuan dari tekanan udara adalah milibar (mb). Tekanan udara berbanding terbalik dengan ketinggian. Artinya, semakin tinggi ketinggian suatu tempat, maka semakin rendah tekanan udara pada tempat tersebut. Begitupun sebaliknya.

Dan tekanan udara ini termasuk ke dalam jenis tekanan yang digunakan untuk mengukur zat gas atau udara.

Rumus Tekanan Hidrostatis

Rumus tekanan hidrostatis
Sumber: http://phisiceducation09.blogspot.com/

Rumus tekanan hidrostatis menggunakan 3 hal utama yang mempengaruhi tekanan hidrostatis itu sendiri, yaitu gravitas, massa jenis zat cair dan kedalaman atau ketinggian. Tanpa adanya 3 hal tersebut, maka sulit untuk menggunakan rumus tekanan hidrostatis.

Langsung saja, berikut rumus tekanan hidrostatis.

Ph = ρ x g x h

Keterangan :
Ph = Tekanan hidrostatis (Pa atau N/m2)
ρ = Massa jenis zat cair (kg/m3)
g = Percepatan gravitasi. Percepatan gravitas di bumi adalah 9.8m/s2 atau setara dengan 10m/s2.
h = Kedalaman benda dari permukaan air (m)

Itulah rumus tekanan hidrostatis.

Rumus Tekanan Osmotik

Rumus tekanan osmotik
Sumber: https://rumusrumus.com/

Nilai π atau nilai osmotik bisa dihitung dengan menggunakan persamaan van’t Hoff yang identik dengan hukum gas ideal untuk menemukan rumus tekanan osmotik. Berikut rumus tekanan osmotik.

π V = nRT

π = (n/V) R T

Dengan pernyataan tersebut, maka rumus tekanan osmotik dapat disingkat menjadi :

π = M R T

Keterangan :
π = Tekanan osmotik (atm atau Pa)
V = Volume larutan (L atau dm³)
n = Mol zat terlarut (mol)
T = Suhu
R = 0,082 L atm/mol K = 8,314 m³ Pa/mol K

Begitulah rumus tekanan osmotik.

Rumus Tekanan Udara

Rumus tekanan udara
Sumber: http://pendidikanlagi.blogspot.com/

Sebelu menghitung rumus tekanan udara, kita harus mengetahui satuannya terlebih dahulu. Berikut satuan tekanan udara :

1 atm = 76 cmHg

Karena 76cmHg sama nilainya dengan 760mmHg maka ketinggian suatu tempat atau rumus tekanan udara sama dengan persamaan berikut.

h = (760 – x).10

Keterangan:
h : Ketinggian suatu tempat (m)
x : Tekanan tempat tersebut (mmHg)

Untuk memahami rumus tekanan udara, diperlukan berbagai macam latihan soal. Begitulah pembahasan tentang rumus tekanan udara.

Baca juga: Rumus keliling persegi

Nah, setelah Anda belajar mengenai berbagai rumus tekanan hidrostatis, osmotik, udara secara lengkap maka Anda harus berlatih dengan cara mengerjakan soal, supaya materi tekanan ini cepat Anda pahami dan kuasai. Itu saja pembahasan pada hari ini, terima kasih telah membaca disini, dan semoga bermanfaat untuk kita semua. Aamiin.