Cara menghitung dan rumus BEP

Cara Menghitung dan Rumus BEP (Break Even Point) Lengkap

Diposting pada

Rumus BEP – Assalamualaikum, pada hari ini situs pendidikan Indonesia akan membahas bagaimana cara menghitung rumus BEP atau Break Even Point secara lengkap, sebelum artikel ini saya juga pernah membahas mengenai rumus segitiga.

BEP atau Break Even Point adalah salah satu teknik analisis dalam dunia keuangan atau akuntansi. BEP sering digunakan untuk dijadikan sebagai analisi laporan keuangan. Sebenarnya, masih banyak teknik-teknik analisis laporan lainnya, seperti analisis common size, analisis trend, dan juga teknik analisis perbandingan laporan keuangan. Tetapi, yang akan dipelajari dan dibahas pada artikel kali ini adalah BEP dan rumus BEP. Hal ini dikarenakan, BEP masuk ke dalam salah satu materi yang dipelajari pada mata pelajaran Kewirausahaan atau akuntansi.

Baca juga: Rumus percepatan gravitasi

Dalam dunia kewirausahaan atau perusahaan, ukuran yang sering dipakai untuk menilai suksesnya manajemen sebuah usaha adalah tercapainya target penjualan yang maksimal atau mendapatkan laba (keuntungan) yang maksimal. Ada berbagai hal dan faktor yang mempengaruhi sukses atau tidaknya manajemen suatu usaha. Tetapi, setidaknya ada 3 faktor yang paling mempengaruhi, yaitu biaya produksi, harga jual dan volume penjualan. Ketiga hal tersebut saling berkaitan dan berbanding lurus.

Untuk mencapai tujuan perusahaan, diperlukan manajemen keuangan yang efektif dan efisien. Salah satu teknik yang bisa digunakan untuk mencapai tujuan perusahaan adalah dengan menggunakan analisis titik impas. Analisis titik impas adalah kata lain dari BEP. Jadi, BEP bisa digunakan sebagai salah satu perencanaan dalam hal manajemen keuangan suatu usaha atau perusahaan agar bisa mencapai tujuannya.

Pengertian BEP (Break Even Point)

BEP (Break Even Point) atau titik impas adalah keadaan di mana suatu entitas, perusahaan atau usaha belum mendapatkan keuntungan, dan tidak mengalami kerugian. BEP sering juga disebut sebagai titik impas.

BEP digunakan sebagai teknik analisis untuk menentukan dan memperoleh berapa jumlah barang atau jasa yang harus diproduksi dan dijual kepada konsumen, dan juga untuk mengetahui barang atau jasa harus dijual dengan harga tertentu. Hal ini berguna untuk menutupi biaya-biaya muncul dan bisa juga digunakan untuk mencari keuntungan atau profit.

Tetapi, BEP bukan semata-mata digunakan hanya untuk mengukur titik impas saja. BEP bisa memberikan berbagai informasi yang dibutuhkan, seperti tingkat volume penjualan dan hubungannya untuk kemungkinan mendapat keuntungan sesuai tingkat penjualan yang berkaitan.

Fungsi Analisis BEP

Ada banyak fungsi analisis BEP selain sebagai titik impas atau titik modal. Berikut beberapa fungsi analisis BEP.

  • Memberikan jumlah minimum penjualan yang harus dipertahankan agar bisnis tidak mengalami kerugian. Jumlah minimum penjualan juga berarti jumlah minimum barang yang harus diproduksi.
  • Memberikan jumlah penjualan yang harus dicapai untuk memperoleh keuntungan atau laba yang sudah direncanakan. Hal ini juga berarti memberikan tingkat produksi yang harus ditetapkan untuk mencapai keuntungan tersebut.
  • Mengukur dan menjaga agar penjualan serta tingkat produksi tidak lebih kecil dari titik impas atau BEP nya.
  • Dan fungsi analisis BEP yang terakhir adalah untuk menganalisis perubahan harga jual, harga pokok dan juga besarnya hasil penjualan atau tingkat produksi.

Dengan melihat dari fungsi-fungsi analisisnya di atas, maka BEP bisa dijadikan sebuah tool atau alat yang bisa digunakan untuk merencanakan penjualan dan juga tingkat produksi agar perusahaan sama sekali tidak mengalami kerugian, Dan agar mencapai keuntungan, maka sebuah usaha harus bisa memproduksi di atas titik impas atau BEP.

Rumus BEP dan Cara Menghitung BEP

Untuk mendapatkan berbagai informasi seperti volume penjualan, harga pokok dan sebagainya dari BEP, maka kita harus mengetahui rumus BEP dan cara menghitung BEP. Setidaknya, ada 2 model rumus BEP dan cara menghitung BEP yang umum diketahui, berikut pembahasannya.

1. Pendekatan Matematis

Rumus BEP yang pertama adalah rumus BEP yang paling sering digunakan atau biasa juga disebut sebagai rumus BEP pendekatan matematis. Biasanya, rumus ini yang digunakan dalam mata pelajaran kewirausahaan. Untuk dapat menghitung BEP menggunakan rumus ini, perlu diketahui total biaya tetap, biaya variabel per unit, dan juga hasil penjualan total atau harga jual per unit. Dan berikut rumus BEP dengan pendekatan matematis.

  • Rumus BEP dalam unit
Rumus BEP Dalam Unit
Sumber : rumus.co.id

Keterangan :

BEP = Break Even Point
FC = Fixed Cost
VC = Variabel Cost
P = Price per unit
S = Sales Volume

  • Rumus BEP dalam rupiah
Rumus BEP Dalam Rupiah
Sumber : rumus.co.id

Keterangan :

BEP = Break Even Point
FC = Fixed Cost
VC = Variabel Cost
S = Sales Volume

2. Pendekatan Grafik

Dan model rumus BEP yang kedua adalah dengan menggunakan pendekatan grafik. Seperti namanya, model ini menggunakan grafik yang menggambarkan hubungan antara biaya yang dikeluarkan, keuntungan dan juga volume penjualan. Rumus BEP dengan pendekatan grafik juga bisa digunakan untuk mengetahui biaya tetap, biaya variabel dan tingkat kerugian usaha.

Harga jual dan biaya variabel per unit dalam analisis ini diasumsikan konstan atau tetap. Perhatikan grafik BEP di bawah ini.

Rumus BEP Pendekatan Grafik
Sumber : rumus.co.id

Dari grafik di atas dapat diperoleh berbagai informasi dari masing-masing unit penjualan, seperti biaya tetap, biaya variabel, total biaya yang dikeluarkan dan juga baik untung maupun rugi.

Manajemen perusahaan dapat memanfaatkan BEP grafik ini untuk merencanakan berapa unit yang akan diproduksi, maka akan terlihat seluruh komponen seperti di atas. BEP grafik juga menunjukkan baik dari segi unit maupun segi rupiah.

Contoh Soal dan Cara Menghitung BEP

Terdapat sebuah perusahaan dengan nama PT. Contoh yang memiliki usaha di bidang penjualan spare parts otomotif dengan data-data sebagai berikut.

  1. Kapasitas produksi 50.000 unit spare parts
  2. Harga jual satuan diperkirakan Rp 10.000 per unit spare parts
  3. Total biaya tetap Rp 250.000.000
  4. Total biaya variabel Rp 300.000.000

Berikut perincian data biaya.

Fixed Cost
Overhead Pabrik = Rp 150.000.000,-
Biaya disribusi = Rp 100.000.000,-
Biaya administrasi = Rp 50.000.000,-
Total FC = Rp 250.000.000,-

Variable Cost
Biaya bahan = Rp 50.000.000,-
Biaya tenaga kerja = Rp 100.000.000,-
Overhead pabrik = Rp 50.000.000,-
Biaya distribusi = Rp 70.000.000,-
Biaya administrasi = Rp 30.000.000,-
Total VC = Rp 300.000.000,-

Penyelesaian :

Kapasitas produksi = 50.000
Harga jual per unit = Rp 10.000
Total penjualan 50.000 unit x Rp 10.000 = Rp 500.000.000

Rumus BEP
Rumus BEP

Baca juga: Rumus keliling trapesium

Dan berikut untuk mendapatkan nilai BEP dalam unit

Cara menghitung rumus BEP unit
Cara menghitung rumus BEP unit

 

Jadi, PT. Contoh minimal harus memproduksi 42.000 unit spare parts otomotif agar mencapai titik BEP dan tidak mengalami kerugian.

Itulah pembahasan singkat hari ini mengenai BEP, dari mulai pengertian, fungsi, contoh soal, dan rumus BEP lengkap. Terima kasih telah mengunjungi Sudut Sekolah, semoga artikel ini dapat bermanfaat.