10 Rumah Adat Joglo Beserta Gambar Dan Penjelasannya Lengkap

Diposting pada

Rumah adat joglo – Rumah Joglo merupakan kebudayaan daerah berwujud bangunan yang berada di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah yang hampir sepenuhnya terbuat dari kayu. Setiap rumah adat daerah nusantara pasti memilki keunikan sendri. Rumah joglo juga memiliki keunikan yang khusus, baik dari segi arsitektur, sejarah, maupun filosofi.

Berdasarkan kebudayaan rumah adat Jawa Tengah, rumah adat joglo memiliki 8 bagian ruang. Setiap ruang yang ada memiliki manfaat atau fungsi tersendiri. Sedangkan untuk rumah adat Jawa Timur hanya memiliki 7 bagian ruang.

Sampai saat ini, rumah adat Jawa Tengah maupun rumah adat Jawa Timur sudah mengalami akulturasi berupa modifikasi aspek arsitektur. Hal ini terjadi karena rumah adat joglo sangat cocok untuk dijadikan refrensi untuk merancang rumah modern yang megah.

Sejarah Rumah Adat Joglo

Rumah adat Jawa Tengah
Sumber: http://bpad.jogjaprov.go.id/

Rumah Joglo mulai banyak didirikan pada tahun 1835 oleh para bangsawan di masa kerajaan. Rumah adat joglo merupakan saksi sejarah perjuangan bangsa Indonesia mengusir kolonial Belanda.

Pada mulanya, fungsi rumah adat joglo lebih dominan dijadikan sebagai tempat musyawarah masalah kenegaraan dan/atau menyusun strategi dalam melawan musuh. Namun akhirnya rumah adat tersebut menjadi naungan bagi kelas bangsawan.

Pada dasarnya rumah adat joglo berbentuk bujur sangkar yang ditopang oleh empat tiang pokok yang terletak di tengah, di sebut saka guru. Selanjutnya ditutup oleh blandar bersusun yang di sebut tumpangsari sebagai atap rumah.

Karena pembuatan rumah adat joglo yang begitu mahal dan memakan waktu banyak, rumah adat tersebut hanya boleh dihuni oleh kaum bangsawan. Namun saat ini, rumah adat Jawa Timur atau Tengah tersebut dapat ditempati oleh siapa saja.

Rumah adat Jawa Tengah atau terus mengalami perkembangan terutama dalam konteks desain bangunan. Rumah joglo yang dulu hanya berupa rumah bujur sangkar sekarang memiliki varian diantaranya, joglo jompangan, joglo kepuhan lawakan, joglo ceblokan, joglo kepuhan limolasan, joglo sinom apitan, joglo pengrawit, joglo kepuhan apitan, joglo semar tinandu, joglo lambangsari, joglo wantah apitan, joglo hageng, dan joglo mangkurat.

Filosofi Rumah Joglo

Rumah adat Jawa Timur
Sumber: https://budayajawa.id/

Sama seperti rumah adat lainnya, rumah adat joglo juga memiliki filosofi. Kata joglo diambil dari kata “tajug” dan “loro”. Jika digabungkan kata loro dan tajug memilik makna dua tajug, dua tajug bisa diartikan dua tajug yang menyatu menyerupai gunung. Hal ini karena atap rumah joglo berbentuk tajug yang menyerupai gunung.

Masyarakat Jawa meyakini bahwa gunung merupakan sebuah simbol yang sakral. Menurutnya, gunung adalah tempat tinggal para dewa. Oleh sebabnya desain tajug pada arsitektur atap rumah joglo dipilih. Sisi-sisi atap rumah joglo juga ibarat 4 pilar. Pilar-pilar itu adalah representasi dari 4 arah mata angin utama yaitu timur, barat, selatan, dan utara.

Baca juga: Rumah adat Sulawesi Selatan

Jenis Rumah Adat Joglo

Rumah joglo yang mulanya terlihat megah namun mononton mendapat proses akulturasi sehingga muncul banyak varian.

1. Joglo Jompangan

Rumah adat joglo jompangan adalah jenis rumah adat  yang cukup sederhana. Dasarnya, denah rumah joglo jompangan hanya berupa segi empat atau bujur sangkar. Bentuk rumah joglo jompangan hanya memakai 2 buah pengeret.

2. Joglo Lawakan

Joglo lawakan mempunyai hanya memilki atap bersusun 2. Joglo lawakan memiliki desain kontruksi yang lebih sederhana dibandingkan dengan joglo lainnya. Atap utama joglo lawakan cenderung membentuk runcing ke atas. Keunikan dari joglo ini atapnya terlihat seperti payung.

3. Joglo Sinom Apitan

Hampir sama seperti rumah adat joglo jompangan, namun rumah joglo sinom apitan memiliki kontruksi yang lebih rumit. Joglo sinom apitan sudah memakai 3 buah pengeret, 3 – 5 buah tumpang dan 4 atap.

4. Joglo Mangkurat

Yang membedakan rumah joglo mangkurat dengan rumah joglo lainnya adalah bagian atap. Rumah joglo mangkurat mempunyai ciri atap bersusun seperti membentuk formasi yang menunjuk keatas. Bagian tengah memiliki proporsi lebih besar dari bagian atap yang lainnya.

5. Joglo Pangrawit

Joglo pangrawit hampir sama dengan joglo magkurat. Akan tetapi joglo yang satu ini memiliki ukuran yang lebih kecil dan atap utama yang lebih kecil dari atap lainnya.

6. Joglo Kepuhan Apitan

Hampir sama besarnya dengan rumah adat joglo magkurat, joglo kepuhan apitan memiliki kontruksi bangunan yang lebih luas. Perbedaan joglo kepuhan apitan dengan joglo lainnya adalah bagian atap yang atap utamanya lebih pendek daripada atap

7.Joglo Ceblokan

Hampir sama dengan joglo lawakan, joglo ceblokan merupakan joglo sederhana karena hanya memiliki 2 susun atap. Namun joglo ini membutuhkan 16 tiang penyangga dalam pembuatannya.

8. Joglo Kepuhan Limolasan

Hampir sama dengan joglo ceblokan, joglo kepuhan limolasan merupakan rumah joglo terdiri dari 2 susun atap dengan 16 buah tiang penyangga. Namun joglo ini memakai sunduk bandang yang panjang dengan ander yang pendek memnuat atap joglo ini nampak panjang.

9. Joglo Semar Tinandu

Perbedaan bangunan joglo semar tinanduini adalah pada tiang penyangganya. Rumah joglo pada umumnya menggunakan tiang kayu sebagai penyangga namun pada joglo ini menggunakan dinding-dinding sebagai penyangga atap.

10. Joglo Lambangsari

sama seperti ceblokan dan limolasan, Joglo Lambangsari memiliki 2 susun atap dan16 tiang penyangga.

Bagian Rumah Adat Joglo Lengkap

Jenis rumah joglo diatas hanya merupakan bagian utama rumah (dalam) saja, masih banyak bagian-bagian lainnya yang belum disebutkan.

1. Pedhopo

Pedhopo adalah bagian rumah joglo terluar. Pedhopo memiliki fungsi sebagai tempat bersantai, tempat menerima tamu, atau tempat bermain anak-anak.

2. Pringgitan

Pringgitan biasanya terletak di belakang pedhopo dan tepat di depan rumah utama (dalem). Fungsi dari pringgitan biasanya tempat untuk hiburan seperti wayang atau gamelan. Biasanya tamu yang sudah sangat dikenal akan dipersilahkan masuk ke pringgitan.

3. Rumah Utama (Dalem)

Sama dengan rumah pada umumnya dalem adalah tempat untuk kumpul keluarga. Namun hanya keluarga utama dan orang tertentu saja yang boleh memasuki dalem ini.

4. Senthong (kamar)

Dalam rumah adat joglo senthong atau kamar dibagi menjadi 3, yaitu senthong kiri, tengah, dan kanan.
Senthong kiri biasanya digunakan untuk tempat tidur perempuan yang ada dirumah. Senthong tengah adalah tempat untuk beribadah. Sedangkan senthong kanan adalah tempat tidur laki-laki.

5. Pawon (Dapur)

Sama halnya dengan rumah pada umumnya, dapur adalah tempat untuk memasak. Dapur juga merupakan tempat untuk menyimpan benda-benda berharga, seperti emas, uang, dan lain-lain.

6. Gandok (Kamar Kecil)

Sama seperti rumah pada umumnya, gandok memiliki fungsi sebagai tempat untuk mencuci baju, mandi, atau mencuci piring.

Perbedaan Rumah Joglo Jawa Timur dengan Jawa Tengah

Meskipun rumah adat Jawa Timur dengan rumah adat Jawa Tengah sama yaitu rumah joglo, namun ada perbedaan diantara keduanya. Perbedaan yang sangat menonjol adalah pada keberadaan pringgitan. Pada rumah joglo versi Jawa Timur keberadaan pringgitan tidak ada.

Jadi, jika kamu berkunjung ke rumah adat joglo pastikan identifikasimu benar mengenai asal rumah joglo tersebut ya.

Itulah pembahasan lengkap mengenai rumah adat Jawa Timur dan rumah adat Jawa Tengah, semoga informasi ini bermanfaat untuk kita semua, jaga terus budaya asli Indonesia. Terima kasih.