Rumah adat Jawa Tengah dan penjelasannya

11 Rumah Adat Jawa Tengah Beserta Gambar dan Penjelasannya

Diposting pada
No ratings yet.

Rumah adat Jawa Tengah – Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia yang letaknya di Pulau Jawa bagian tengah. Ibu kota Jawa Tengah adalah Semarang. Perbatasan Jawa Tengah antara lain adalah Jawa Barat untuk batas bagian barat, Laut Jawa untuk batas sebelah utara, Jawa Timur untuk batas wilayah bagian timur dan Samudera Hindia dan D.I Yogyakarta untuk batas bagian selatan. Untuk luas wilayahnya sendiri adalah sekitar 32.548 kmĀ².

Jawa Tengah adalah salah satu provinsi yang memiliki budaya yang sangat kental yang berjalan hingga saat ini. Salah satu kebudayaan yang terkenal adalah rumah adat. Rumah adat adalah bangunan yang memiliki ciri khas tertentu berdasarkan kebudayaan daerahnya masing-masing.

Baca juga: Rumah adat Papua

Adanya rumah adat sendiri merupakan salah satu bukti beragamnya budaya di Indonesia dan memiliki arti sejarah yang mendalam, warisan nenek moyang dan kemajuannya peradaban masa itu. Rumah adat Jawa Tengah yang paling dikenal adalah rumah joglo, namun tidak hanya itu, masih ada rumah tradisional Jawa Tengah yang lainnya.

Berikut adalah penjelasan tentang rumah tradisional Jawa Tengah.

Rumah Adat Jawa Tengah dan Penjelasannya

1. Rumah Joglo

Rumah adat Jawa Tengah, Joglo
Sumber: https://www.rumah.com/

Rumah ada di Indonesia yaitu joglo merupakan salah satu icon yang paling dikenal dari Jawa Tengah. Pada zaman dahulu tidak sembarangan orang bisa membangun rumah joglo ini, karena hanya orang-orang terpandang yang boleh membangunnya. Namun, pada saat ini rumah joglo menunjukkan nilai status sosial dan ekonomi dari masyarakat.

Terdapat beberapa bagian dari rumah joglo ini dan setiap bagian tersebut memiliki fungsinya masing-masing. Berikut ini adalah bagian rumah joglo dan fungsinya.

  1. Pendapa: Pendapa merupakan sebuah ruamh yang berfungsi untuk menyambut kedatangan tamu.
  2. Pringgitan: Pringgitan merupakan sebuah ruangan yang berfungsi untuk menerima tamu yang ada hubungan dengan pemilik rumah.
  3. Ndalem: Ndalem merupakan sebuah ruangan yang ada di dalam yang berfungsi untuk kumpul keluarga.
  4. Senthong: Senthong merupakan kamar tidur yang dibagi menjadi tiga yaitu kanan, kiri, dan tengah.
  5. Padepokan: Padepokan merupakan tempat untuk beribadah, menenangkan diri, bertapa dan tempat untuk perlindungan.
  6. Saka Guru: Saka guru merupakan sebuah pilar penyangga sebanyak empat yang mewakili arah mata angin, yaitu timur, barat, selatan, dan utara.
  7. Pintu: Pintu merupakan tempat orang-orang masuk rumah. Pada rumah joglo pintunya terdiri dari tiga yaitu di tengah, sisi kanan, dan sisi kiri. Arti dari pintu ini adalah melambangkan kupu-kupu yang sedang berkembang.

2. Joglo Mangkurat

Joglo mangkurat merupakan rumah adat Jawa Tengah yang memiliki ciri khas dengan atap yang bersusun tiga dan tiga sudut yang memiliki kemiringan dengan perbedaan batas masing-masing sudut menggunakan lis plank. Pada sisi atap joglo mangkurat ini terdiri dari atap utama yang berada paling atas dan memiliki proporsi lebih besar yang menjulang tinggi.

3. Joglo Hageng

Joglo hageng merupakan rumah adat Jawa Tengah yang memiliki proporsi atap utama dan atap dibawahnya lebih pendek dan lebih landai dibandingkan rumah joglo pangrawit dan rumah joglo mangkurat. Rumah joglo hageng ini memiliki bidang atap yang sangat luas.

Joglo hageng mempunyai ciri-ciri atap yang tritisan keliling yang bangunannya lebih luas dan besar. Joglo hageng juga memiliki atap bersusun tiga yang mana pada masing-masing atapnya memiliki lis plank atap pada bagian ujung.

4. Joglo Sinom

Joglo sinom merupakan rumah tradisional Jawa Tengah yang mempunyai atap berbentuk hampir sama dengan joglo hageng tapi bentuknya lebih kecil. Untuk atapnya joglo sinom sendiri pada bagian atap utama lebih tinggi di banding atap joglo hageng. Atap joglo sinom memiliki tiga susun dan tiga sudut yang mempunyai sudut kemiringan namun pada pertemuan atap tidak ada pembatas atau pembeda.

5. Joglo Jompongan

Rumah joglo jompongan merupakan rumah adat Jawa Tengah yang atapnya bersusun dua dan mempunyai bumbungan atap yang arahnya memanjang ke kanan dan ke kiri. Pada kedua atap tidak dipisahkan dengan pembatas lis plank. Pada bangunan joglo jompongan ini mempunyai bentuk cenderung seperti bujur sangkar. Bangunan joglo jompongan tidak menggunakan ornament yang terlalu banyak pada bagian atapnya.

6. Joglo Pangrawit

Joglo pangrawit merupakan rumah adat Jawa Tengah yang bangunannya mirip dengan rumah joglo mangkurat. Namun, perbedaannya ada pada atap utama yang ukurannya lebih kecil dan panjang dibanding joglo mangkurat serta bumbungannya lebih pendek.

7. Rumah Panggang Pe

Rumah adat Jawa Tengah, Panggang Pe
Sumber: https://situsbudaya.id/

Rumah panggang pe merupakan sebuah rumah tradisional Jawa Tengah yang mempunyai empat sampai enam tiang penyangga. Karena memiliki tiang yang banyak, maka ada pembagian tiang yang mana di depan dibuat lebih pendek dan yang belakang dibuat lebih tinggi. Berdasarkan sejarah yang ada pada zaman dahulu, rumah panggang pe digunakan untuk tempat tinggal dan berjualan / warung.

Rumah panggang pe memiliki jenis yang beragam antara lain gedhang salirang, empak setangkep, cere gancet, trajumas, gedhang setangkep dan barengan. Untuk jenis rumah gedhang salirang, empak setangkep dan gedhang setangkep memiliki satu kesamaan yaitu dua buah rumah yang digabung jadi satu. Rumah adat panggang pe ada yang terbuat dari kayu tanpa menggunakan cat dan atapnya genteng. Saat ini rumah panggang pe masih bisa ditemui di perbatasan Jawa Tengah dengan Yogyakarta.

8. Joglo Semar Tinandhu

Rumah joglo semar tinandhu merupakan rumah adat Jawa Tengah yang memiliki perbedaan pada tiangnya, yang mana tiang pada umumnya menggunakan kayu maka joglo semar tinandhu ini menggunakan dinding untuk memikul penyangga.

9. Rumah Limasan

Rumah adat Jawa Tengah, Limasan
Sumber: https://www.tokopedia.com/

Rumah limasan merupakan rumah adat Jawa Tengah yang bentuk atapnya berbentuk seperti limas. Seperti halnya rumah adat Sumatera Utara, pada rumah limasan ini juga tedapat empat sisi yang terdapat pada atapnya. Terdapat beberapa tipe dari rumah limasan yaitu rumah gajah mugkur, klabang nyander dan limasan lawakan.

10. Rumah Tajug

Rumah tajug merupakan rumah tradisional Jawa Tengah yang berfungsi sebagai tempat ibadah atau sacral yang tidak bisa sembarangan untuk masuk ke dalam. Tidak semua orang bisa membangun rumah tajug ini karena rumah tajug memiliki arti khusus yang tida bisa sembarangan orang membangunnya. Ciri-ciri yang khas dari rumah tajug adalah bagian atapnya yang berbentuk bujur sangkar dan bagian ujungnya yang runcing.

Terdapat banyak jenis dari rumah tajug sendiri antara lain adalah semar sinongsong, semar tinandu, lambing sari, dan mangkurat. Hingga sat ini kita bisa melihat contoh dari rumah tajug sendiri pada peninggalan Demak yang hingga saat ini masih berdiri kokoh adalah Masjid Agung Demak.

11. Joglo Lawakan

Joglo lawakan merupakan rumah adat Jawa Tengah yang memiliki ciri-ciri atapnya yang bersusun dua. Joglo lawakan bentuknya lebih sederhana di bandingkan dengan rumah joglo lainnya. Pada bagian atap utama joglo lawakan berbentuk runcing ke atas dana tap dibawah terlihat lebih landau dan bentuknya lebar. Bentuk joglo lawakan ini sering disebut mirip dengan bentuk payung.

Baca juga: Rumah adat Jawa Barat

Nah, itu dia penjelasan lengkap mengenai nama rumah adat Jawa Tengah, semoga artikel ini dapat menjadi referensi Anda, terima kasih telah membaca.

Silahkan berikan rating