Rumah adat Bali

10 Nama Rumah Adat Bali Beserta Gambar dan Keunikannya Lengkap

Diposting pada

Rumah adat Bali – Ada berbagai macam rumah adat Bali dengan nama yang berbeda-beda. Setiap rumah adat tentu saja memiliki ciri khas dan keunikan yang berbeda-beda. Bahkan hingga saat ini masih dapat kita temukan dan menjadi objek wisata bagi siapapun yang berkunjung ke Bali.

Selain itu, rumah-rumah tradisional di Bali masih menjadi tempat tinggal bagi masyarakatnya. Nilai-nilai budaya dari para leluhur selalu dijaga oleh masyarakat Bali hingga saat ini. Rumah adat Pulau Dewata memiliki struktur dan arsitektur yang sudah diwariskan secara turun-temurun. Artinya, dari dulu hingga sekarang desainnya ya itu-itu saja tidak pernah berubah sedikitpun.

Menurut warga Bali, tempat tinggal mereka tercantum dalam kitab suci Weda dan di ibaratkan sebagai miniatur alam semesta. Terdapat dua bagian dalam rumah adat Bali yakni meliputi Gapura Candi Bentar dan rumah sebagai hunian.

Baca juga: Pakaian adat Bali

Sementara itu, material bangunannya tidak dapat disamakan antara satu dengan yang lainnya. Hal ini dikarenakan terdapat pengaruh ekonomi dan strata sosial pemiliknya. Masyarakat biasanya menggunakan bahan yang lebih tradisional, sedangkan orang kaya menggunakan bahan yang sedikit lebih modern. Semuanya disesuaikan dengan kemampuan finansial pemiliknya.

Selain itu, hunian adat yang ada di Bali juga memiliki nilai filosofis yang tinggi seperti rumah adat daerah lainnya. Ada pedoman khusus dalam mendesainnya seperti menggunakan kosala kosali. Hal tersebut bermakna terbangunnya keselarasan dan kedinamisan dalam hidup apabila tercapai dalam suatu hubungan yang harmonis.

Keunikan Rumah Adat Bali

Rumah tradisional yang terdapat di daerah Bali memiliki arsitektur yang unik bahkan banyak orang yang mengadopsi untuk hunian mereka. Menurut kepercayaan mereka, rumah adat ini merupakan miniatur alam semesta yang menjadi tempat aktivitas manusia.

Selain itu, terdapat aturan khusus mengenai pembangunan dari rumah adat tradisional yang satu ini. Beberapa contohnya seperti arah desain, dimensi pekarangan, konstruksi, letak bangunan, dan struktur bangunan yang harus dibuat berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Dengan keunikan rumah adat tradisional Bali, membuat banyak orang yang tertarik untuk berkunjung ke Pulau Dewata. Sekalipun kini zaman telah modern, lantas tak membuat daerah ini kehilangan nilai-nilai budayanya termasuk dalam hal rumah adat.

Nama-nama Rumah Adat Bali + Gambarnya

Nah, apa saja macam-macam rumah adat Bali itu dan apa saja fungsi dan kegunaannya? Sudut sekolah akan memberikan informasinya kepada kalian melalui konten berikut ini:

1. Angkul-Angkul

Rumah adat Bali, Angkul-angkul
Sumber: http://cakepane.blogspot.com

Salah satu bagian dari rumah tradisional Bali ini merupakan pintu masuk utama sebelum rumah sesungguhnya. Bentuknya mirip dengan Gapura Candi Bentar, yang membedakan fungsi Angkul-Angkul lebih seperti pintu masuk. Selain itu, yang membedakan Angkul-Angkul dengan Gapura Candi Bentar adalah pada atap yang menghubungkan kedua bangunan yang letaknya sejajar.

2. Aling-Aling

Kemudian yang kedua adalah Aling-aling atau juga disebut pembatas antara angkul-angkul dengan halaman atau tempat suci. Nama bagian rumah satu dianggap memiliki aura yang positif. Selain itu, didalamnya juga terdapat ruangan yang biasa digunakan untuk beraktivitas oleh para penghuninya. Dinding pembatasnya ada yang menggunakan patung yang disebut dengan penyengker.

3. Pura Keluarga

Rumah adat Bali, Pura keluarga
Sumber: https://www.tripadvisor.com/

Jika kita berpergian ke Bali, sudah barang tentu akan dengan mudah menemukan sebuah pura. Hal ini dikarenakan hampir setiap rumah di bali ada Pura kecil atau Pura keluarga yang disebut juga pamerajan/bangunan sanggah. Letaknya berada di sudut timur laut dari hunian dan digunakan untuk beribadah serta berdoa kepada Dewa.

4. Bale Manten

Rumah adat Bali, Bale Manten
Sumber: http://www.booking-bali-villas.com/

Ruangan rumah adat Bali satu ini merupakan kamar untuk kepala keluarga atau anak gadis. Lokasinya ada di sisi Utara, terdapat bale-bale di sebelah kanan maupun kiri. Bentuknya yakni persegi panjang dan menjadi pertanda bahwa anak gadis Bali memang benar-benar diperhatikan oleh keluarganya.

5. Bale Dauh

Rumah adat Bali, Bale Dauh
Sumber: https://balubu.com/

Bale Dauh ada di bagian barat dan memiliki beberapa ciri khas diantaranya adalah adanya tiang penyangga. Dengan jumlah yang berbeda-beda antara satu rumah dengan rumah lainnya. Bale Dauh adalah tempat untuk menerima tamu, namun bisa juga digunakan sebagai tempat tidur anak remaja.

6. Bale Gede

Rumah tradisional Bali, Bale Gede
Sumber: http://balinesdesign.blogspot.com

Sesuai namanya, tempat tinggal masyarakat Bali yang satu ini memang berukuran besar. Selain itu juga terlihat lebih mewah. Hal ini disebabkan karena bangunan ini mempunyai fungsi sebagai tempat keberlangsungan upacara adat yang selenggarakan oleh masyarakat Bali. Siapa pun bisa datang ke rumah tersebut dan menikmati makanan yang dihidangkan.

7. Jineng

Rumah tradisional Bali, Jineng
Sumber: http://www.kkdua.com

Jineng atau Klumpu memiliki ukuran sedang yang bahannya menggunakan kayu dengan ciri khas yang dibuat lebih tinggi serta bentuknya seperti goa. Sementara itu atapnya terbuat dari jerami kering. Akan tetapi, sudah sangat jarang sekali yang menggunakan bahan-bahan tersebut. Kini jineng dibangun dengan bahan-bahan yang lebih modern seperti batu bata, semen, pasir, dan lainnya. Sementara itu bagian atap menggunakan susunan genteng.

Rumah adat ini dipakai oleh masyarakat Bali untuk menyimpan gabah yang telah dijemur. Hal seperti itu dilakukan supaya gabah bisa tersimpan dengan aman dan terhindar dari serangan burung dan penjamuran yang disebabkan oleh tempat yang lembab. Selain itu dibagian bawah Klumpu juga terdapat tempat untuk menyimpan gabah yang belum dijemur.

8. Paweregen

Rumah tradisional Bali, Paweregen
Sumber: https://minglets.com/

Rumah adat Bali yang satu ini digunakan untuk menyimpan dan mengolah bahan makanan. Kurang lebih seperti dapur. Bentuknya seperti bangunan sedang yang dibangun di sebelah barat daya rumah utama. Paweregen terbagi atas 2 ruangan, yakni ruangan terbuka dan tertutup. Ruangan terbuka digunakan untuk tempat memasak menggunakan kayu bakar, sedangkan ruangan tertutup digunakan untuk menyimpan makanan dan bahan-bahan makanan.

Baca juga: Rumah adat Betawi

9. Bale Sekapat

Rumah tradisional Bali, Bale Sekapat
Sumber: https://gellsy.com

Bale sekapat merupakan bangunan yang digunakan untuk berkumpulnya anggota keluarga untuk bersantai di siang hari. Rumah adat ini juga digunakan untuk menikmati kenikmatan hidangan makanan dan minuman khas Bali. Bale Sekapat terlihat mirip seperti gazebo, hanya saja yang membedakannya adalah kesenian ukir pada rumah adat ini baik di sekeliling atap maupun tiang penyangganya.

Bangunan ini juga merupakan rumah adat yang terlihat sederhana dan berukuran lebih besar jika dibandingkan dengan bangunan aling-aling. Hal ini disebabkan karena hanya ada 4 tiang penyangga atap dengan bentuk limasan yang terbuat dari jerami lalu dibalut dengan susunan genteng.

10. Bale Meten

Berikutnya adalah yang bale meten atau bale daja, yang merupakan rumah khas Bali yang memiliki satu ruangan saja. Bangunan satu ini terlihat menarik karena dindingnya berupa ukuran seni yang unik. Selain itu, atapnya juga masih menggunakan bahan tradisional jerami kering. Di jamin, siapapun bakal betah menempati ruangan yang ada di dalamnya.

Sungguh begitu kaya budaya bangsa Indonesia, untuk rumah tradisional saja ada berbagai macam jenisnya dan mempunyai fungsi yang berbeda-beda juga. Termasuk juga rumah adat Bali seperti apa yang sudah dijelaskan di atas. Sebagai generasi muda, marilah kita benar-benar menjaga dan melestarikan budaya yang ada di negara ini dengan sebaik mungkin. Sekian dan semoga bermanfaat.