Ringkasan proses perumusan pancasila

Proses Perumusan Pancasila Sebagai Dasar Negara Secara Singkat

Diposting pada

Proses perumusan pancasila – Lahirnya suatu negara Indonesia mengingatkan kita kepada perjuangan para pahlawan yang mengusir penjajah selama ratusan tahun. Sejarah lahirnya bangsa Indonesia ini begitu besar. Setelah detik-detik Indonesia ini akan terlahir maka beberapa orang merumuskan sebuah pondasi atau ideologi untuk dasar negara.

Pancasila adalah dasar negara Indoensia. Selain perjuangan pahlawan yang mempunyai cerita, kelahiran dasar negara ini juga menjadi sebuah cerita atau sejarah. Proses perumusan pancasila sebagai ideologi negara juga membutuhkan proses yang lumayan lama. Ringkasan proses perumusan pancasila akan kita bahas pada artikel kali ini.

Proses Perumusan Pancasila Secara Singkat

A. Terbentuknya BPUPKI

Dokuritsu Junbi Cosakai adalah sebutan lain dari BPUPKI. Saat itu penjajah adalah negara Jepang. Tentara jepang sudah didesak oleh tentara sekutu. Jadi panglima perang Jenderal Kumakichi Harada memutuskan untuk memberi kemerdekaan kepada bangsa Indonesia. Kemudian jenderal tersebut memerintahkan untuk membentuk Dokuritsu Junbi Cosakai itu terjadi pada tanggal 1 Maret 1945.

Pada kala itu pengangkatan anggota sebanyak 67 orang. Dengan sebanyak 7 orang dari Jepang, 4 orang dari China dan Arab. Ketua BPUPKI adalah K.R.T Radjiman Wedyodiningrat. Pada kala itu akan diadakan sidang BPUPKI yang pertama. Sidang itu berlangsung pada tanggal 29 Mei 1945.

1. Sidang Pertama BPUPKI

Sidang ini dilaksanakan mulai tanggal 29 Mei 1945 sampai 1 Juni 1945. Pada sidang pertama ini semua anggota BPUPKI merumuskan dasar negara Indonesia. Pendapat-pendapat yang dipakai dari 3 tokoh yaitu Ir.Soekarno, Dr.Moh Yamun dan Mr.Supomo

a. Dr. Moh Yamin

Sejarah proses perumusan pancasila sebagai dasar negara

Pada hari pertama sidang Dr.Moh Yamin mengusulkan usulan pancasilanya dihadapan sidang BPUPKI. Usulan-usulan dari Dr. Moh Yamin diberi judul “Asas dan Dasar Negara Kebangsaan Republik Indonesia”. Usulan-usulan tersebut ialah:

  • Peri Kebangsaan
  • Peri Kemanusiaan
  • Peri Kebutuhan
  • Peri Kerakyatan
  • Kesejahteraan Rakyat
b. Mr. Supomo

Proses perumusan pancasila sebagai ideologi negara

Mr. Supomo adalah orang kedua yang mengusulkan dasar-dasar negara. Kala itu pada tanggal 31 Mei Mr. Supomo mengemukakan pemikiranya tentang rumusan dasar negara. Usulan-usulan tersebut adalah:

  • Persatuan
  • Kekeluargaan
  • Keseimbangan lahir dan batin
  • Musyawarah
  • Keadilan sosial
c. Ir.Soekarno

Ir Soekarno sebagai perumus dasar negara

Ir.Soekarno mendapat kesempatan untuk mengusulkan dasar-dasar negara. Usulan dari Ir.Soekarno terdapat 5 poin yaitu:

  • Kebangsaan Indonesia
  • Internasionalisme atau Perikemanusiaan
  • Mufakat atau Demokrasi
  • Kesejahteraan Sosial
  • Ketuhanan Yang Maha Esa

Setelah sidang BPUPKI yang pertama telah berakhir, dan mengumpulkan beberapa ide atau gagasan yang dapat digunakan sebagai ideologi negara atau pancasila. Namun, dari situ proses perumusan pancasila belum selesai, karena belum terbentuk, padahal sebentar lagi BPUPKI akan istirahat sejenak selama satu bulan.

B. Terbentuknya Panitia Sembilan

Karena BPUPKI akan istirahat sejenak selama sebulan penuh, maka BPUPKI segera membentuk panitia yang beranggotakan sembilan orang, yaitu panitia sembilan. Berikut ini adalah daftar anggota dan jabatan panitia sembilan.

  1. Ir. Soekarno = Sebagai ketua
  2. Drs. Moh. Hatta = Sebagai wakil ketua
  3. Mr. Achmad Soebardjo = Sebagai anggota
  4. Mr. Alexander Andries Maramis = Sebagai anggota
  5. Abikoesno Tjokrosoejoso = Sebagai anggota
  6. Abdoel Kahar Moezakir = Sebagai anggota
  7. H. Agus Salim = Sebagai anggota
  8. KH. Wahid Hasyim = Sebagai anggota
  9. Mr. Mohammad Yamin = Sebagai anggota

Tugas utama dari panitia sembilan ini adalah untuk merumuskan pancasila yang lebih sempurna dari ide Ir. Soekarno yang disampaikan pada tanggal 1 Juni 1945 pada sidang pertama BPUPKI.

Setelah diadakannya pertemuan dan semua panitia sembilan berdiskusi dan berkompromi, akhirnya tepat pada tanggal 22 Juni 1945, panitia sembilan menghasilkan rumusan dasar negara yang menjadi cikal bakal pembukaan UUD 1945, yaitu Piagam Jakarta (Jakarta Charter). Yang berisi sebagai berikut:

  1. Ketuhanan dengan menjalankan syariat-syariat Islam bagi para pemeluknya
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Namun sempat terjadi polemik keras mengenai sila pertama dari masyarakat timur Indonesia yang mayoritas beragama non Islam, mereka mengancam ingin mendirikan negara sendiri jika sila pertama tersebut tidak diganti. Maka dari itu sila pertama diganti menjadi “Ketuhanan yang maha esa”.

Setelah panitia sembilan berhasil membuat Piagam Jakarta, tidak lama kemudian BPUPKI dibubarkan dan dibentuk lah PPKI.

C. Terbentuknya PPKI

Setelah BPUPKI dibubarkan, maka dibentuk lah PPKI atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau dalam bahasa Jepang yaitu Dokuritsu Junbi Inkai. Jumlah anggota PPKI adalah 21 orang dan diketuai oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta sebagai wakil ketua.

Anggota PPKI sangat beragam sekali, ada 1 etnis maluku, 1 etnis Tionghoa, 1 etnis Nusa Tenggara, 1 etnis Kalimantan, 2 etnis Sulawesi, 3 etnis Sumatera, dan 12 etnis Jawa. PPKI ini dibentuk memiliki tujuan utama yaitu mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

Namun, pada awalnya kaum muda tidak suka dengan PPKI ini, karena mereka beranggapan bahwa organisasi ini adalah militer yang sudah diduduki oleh bangsa Jepang. Namun anggapan mereka salah, karena pada akhirnya Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Dan pada esok harinya 18 Agustus 1945 PPKI mengesahkan pancasila pada pembukaan UUD 1945.

Mungkin hanya itu yang dapat Sudut Sekolah bagi pada hari ini mengenai proses perumusan pancasila secara singkat, ringkasan proses perumusan pancasila, sejarah proses perumusan pancasila sebagai dasar negara, dan proses perumusan pancasila sebagai ideologi negara.

Tunggu artikel PKN selanjutnya yaa…