Perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif

10 Perbedaan Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif Menurut Para Ahli

Diposting pada
No ratings yet.

Perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif – Halo semuanya, pada kali ini kita akan membahas mengenai penelitian kualitatif dan kualitatif, dari mulai pengertian penelitian kualitatif, pengertian kuantitaf, beserta contoh dan perbedaannya secara lengkap.

Pengertian Penelitian Kualitatif Dan Contohnya

Dalam hal pengertian, ada perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Penelitian kualitatif adalah sebuah metode-metode penelitian untuk melakukan sebuah eksplorasi serta memahami makna baik yang dilakukan oleh individu atau sekelompok orang yang tidak dikaji secara ketat atau belum diukur, yang terbangun dari masalah sosial budaya atau kemanusiaan, yang berasal dari hubungan erat antara yang diteliti dengan peneliti, yang bersumber dari tekanan situasi yang membentuk penelitian, sarat nilai, menyoroti cara munculnya pengalaman sosial sekaligus perolehan maknanya.

Baca juga: Perbedaan monokotil dan dikotil

Dalam pengertian lain, penelitian kualitatif lebih berfokus pada pemberian perhatian (concern) pada lingkungan manusia dan pengalaman manusia dengan banyaknya aneka ragam kerangka fikir konseptualnya.

Penelitian kualitatif dalam prosesnya melibatkan beberapa upaya penting, contohnya seperti mengajukan pertanyaan atau wawancara, menganalisa data secara induktif (mulai dari tema yang khusus ke tema yang umum), mengumpulkan data yang spesifik dari partisipan, dan menafsirkan makna data.

Pada dasarnya penelitian kualitatif adalah sebuah penelitian yang menggunakan pendekatan deduktif-induktif. Memulai pendekatan dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, maupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya yang dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan sekaligus solusi pemecahannya yang diajukan untuk mendapatkan pembenaran (verifikasi) dalam wujud dukungan data empiris di laporan.

Berikut ini beberapa contoh penelitian kualitatif:

  1. Penelitian yang bersifat fenomenologi. Dengan metode ini peneliti ingin nengetahui dan memahami fenomena dalam suatu lingkungan sosial.
  2. Penelitian etnografi, yaitu penelitian dalam rangka ingin menafsirkan dan menguraikan suatu budaya dalam suatu kelompok sosial.
  3. Penelitian yang bersifat naratif, yakni studi tentang cerita. Inti dari metode penelitian yang bersifat naratif ini yaitu memahami identitas dan pandangan seseorang
  4. Penelitian upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar para siswanya.
  5. Penelitian tentang pola belajar siswa dalam rangka menghadapi Ujian Nasional.
  6. Penelitian terhadap peran orang tua kepada anaknya dalam bidang pendidikan.

Pengertian Penelitian Kuantitatif Dan Contohnya

Penelitian kuantitatif merupakan sebuah metode untuk meneliti atau menguji suatu teori tertentu dengan menitikberatkan pada pengukuran serta analisis hubungan sebab-akibat antara bermacam-macam variabel, bukan pada prosesnya, penelitian dipandang berada dalam kerangka bebas nilai. Variabel-variabel tersebut biasanya diukur dengan menggunakan instrumen penelitian sehingga data-data yang terdiri dari angka-angka dapat dianalisis melalui prosedur statistik.

Pada dasarnya penelitian kuantitatif ialah sebuah metode penelitian yang memiliki maksud untuk mengungkapkan gejala secara holistik-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan peneliti sebagai instrumen pokok atau kunci. Penelitian kuantitatif ini bersifat deskriptif dan lebih cenderung menggunakan analisis pendekatan induktif.

Dalam metode penelitian kuantitatif, proses dan makna (perspektif subjek) lebih ditonjolkan. Penelitian kuantitatif terlihat lebih menonjol daripada penelitian kualitatif karena penelitian kuantitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan ciri-ciri naturalistik yang penuh dengan nilai-nilai otentik.

Contoh penelitian kuantitatif, antara lain:

  1. Penelitian atau pengujian teori ekonomi. Peneliti ingin menguji adakah hubungan tingkat konsumsi masyarakat dengan tingkat ekonomi di daerahnya yang dipandang dari PDRB
  2. Penelitian pengaruh jam kerja terhadap pendapatan. Yaitu peneliti ingin mengetahui apakah ada hubungannya antara lamanya jam kerja dengan tingkat pendapatan seseorang.
  3. Penelitian pengaruh jam beajar terhadap prestasi. Yakni peneliti ingin mengetahui apakah ada relasi antara lamanya waktu belajar siswa dengan hasil atau prestasi yang diraih.
  4. Penelitian teori desentralisasi fiskal. Contohnya seperti menguji apakah ada pengaruh transfer fiskal dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah dalam meningkatkan ekonomi sebuah daerah.
  5. Penelitian hubungan ketanagakerjaan dan perubahan struktur sosial-ekonomi terhadap kesejahteraan masyarakat

Pada laporan akhir penelitian kuantitatif umumnya mempunyai struktur yang cukup ketat dan selaras atau tidak berubah-ubah. Dimulai dari Bab pendahuluan, tinjauan pustaka, metode penelitian, hasil penelitian, dan Bab pembahasan.

Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

Perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif berada pada beberapa aspek, seperti jarak, instrumen, sifat, dan berbagai aspek lainnya.

Menurut Williams (1998), perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif terdapat lima pandangan dasar yang berbeda, pandangan dasar tersebut antara lain:

  1. Interaksi antara subjek penelitian dengan objek penelitiannya, penelitian kualitatif melihat pengujian sebagai proses interaktif, tidak terpisahkan bahkan partisipasif, sedangkan penelitian kuantitatif melihatnya sebagai indenpenden, dualistik atau mekanistik.
  2. Penelitian kualitatif dalam melihat realitas bersifat ganda atau majemuk, hasil konstruksi dalam pandangan holistik. Sedangkan penelitian kuantitatif melihat realitas sebagai tunggal, konkrit, teramati dan bisa difragmentasi, sehingga penelitian kuantitatif lebih spesifik, percaya langsung terhadap objek generalis, meragukan dan mencari fenomena pada objek yang realitas.
  3. Posibilitas kausal, penelitian kualitatif selalu memustahilkan usaha memisahkan sebab dengan akibat, apalagi secara simultan. Sedangkan penelitian kuantitatif selalu memisahkan antara sebab riil temporal simultan yabg mendahuluinya dan akhirnya menimbulkan akibat-akibatnya.
  4. Posibilitas generalis, penelitian kualitatif terikat dengan ikatan konteks dan waktu. Sedangkan penelitian kuantitatif bebas dari ikatan konteks dan waktu.
  5. Peranan nilai, penelitian kualitatif melihat segala sesuatunya tidak pernah bebas nilai, termasuk peneliti yang subjektif. Sedangkan penelitian kuantitatif melihat segala sesuatunya bebas nilai, objektif dan harus seperti apa adanya.

Perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif menurut Sugiyono (2005) dengan menggunakan aksioma dasar. Perbedaan tersebut sebagai berikut:

  1. Dalam aksioma sifat realitasnya, penelitian kualitatif bersifat ganda, holistik, hasil konstruksi dan pemahaman. Sedangkan penelitian kuantitatif bersifat tunggal, konkrit, dan teramati.
  2. Dalam aksioma peranan nilai, penelitian kualitatif terikat dengan nilai, sedangkan penelitian kuantitatif lebih cenderung bebas nilai.
  3. Dalam aksioma hubungan variabel, penelitian kualitatif menggunakan hubungan timbal balik atau interaktif, sedangkan penelitian kuantitatif menggunakan variabel sebab akibat.
  4. Dalam aksioma hubungan peneliti dengan objek, penelitian kualitatif bersifat interaktif dan tidak bisa dipisahkan, sedangkan penelitian kuantitatif bersifat indenpenden.
  5. Dalam aksioma kemungkinan generalisasi, penelitian kualitatif bersifat transferability, sedangkan penelitian kuantitatif cenderung membuat generalisasi.

Dari kedua metode penelitian di atas dapat diketahui bahwa penelitian kualitatuf yang lebih sering menonjol dipakai oleh para ahli untuk meneliti atau menguji suatu kebenaran, hal ini disebabkan karena metode penelitian kualitatif secara potensial bisa bermanfaat dalam menyumbangkan pembangunan teori-teori ilmu sosial serta metodologi dalam konteks pendidikan.

Akan tetapi, metode penelitian kualitatif terkadang juga sering disalah artikan oleh para peneliti. Karena para peneliti yang menggunakan metode kualitatif gagal dalam memahami dan menerapkan prinsip-prinsip metode tersebut secara benar.

Metode penelitian kualitatif memiliki ciri informasi yang berbentuk ikatan konteks yang akan menggiring pada pola-pola atau teori yang akan nenjelaskan fenomena sosial. Dari empiri melalui berbagai fenomena atau kasis yang diteliti, pembangunan dan pengembabgan teori sosial khususnya sosiologi bisa dibentuk. Sehingga menghasilkan teori yang memiliki pijakan yang kuat terhadap realitas, serta bersifat kontekstual dan historis.

Baca juga: Perbedaan negara maju dan berkembang

Melalui penggunaan metode penelitian kualitatif yang berstandar atau berpijak pada kaidah-kaidah ilmiah diharapakan bisa menemukan kebenaran serta ketepatan dalam ilmu sains. Dengan demikian untuk orientasi ilmu kedepannya, sangat penting untuk mencari relevansi dan kontekstualisasi.

Itulah macam-macam perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif, semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Terima kasih telah mengunjungi Sudut Sekolah, jangan lupa bagikan ke grup kelas Anda agar semuanya dapat belajar mengenai penelitian kualitatif dan kuantitatif.

Silahkan berikan rating