Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

17 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno Beserta Gambar Lengkap

Diposting pada

Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno – Sebagai sejarah tentu terdapat beberapa peninggalan Kerajaan Mataram Kuno atau yang biasa disebut Kerajaan Medang ini.

Sebagaimana yang kita tahu kerajaan di Indonesia ini memang sangat beragam jadi tak heran apabila beragam peninggalan ditinggalkan setiap masa-masanya.

Baca juga: Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai

Raja pertama yang memimpin Kerajaan Mataram Kuno ialah Raja Sanjaya. Sanjaya merupakan pendiri dari Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu. Setalah Sanjaya diganti oleh Rakai Panangkaran yang pindah ke Agama Budha beraliran Mahayana. Saat itulah wangsa Isana menjadi berkuasa. Meski demikian, Agama Hindu dan Budha berkembang bersama.

Pada masa kepemimpinan Rakai Kayuwangi, Kerajaan Mataram Kuno menghadapi banyak masalah rumit yang menyebabkan perpecahan di istana. Hingga terjadi perang saudara dan Mataram Kuno mulai runtuh.

Kerajaan Mataram Kuno ini terletak di Jawa Tengah dan disebut-sebut mempunyai peninggalan sejarah yang cukup banyak seperti halnya candi dan prasasti, yang paling utama dibandingkan arca ataupun fosil yang memerlukan penelitian panjang juga.

Nah apa saja peninggalan-peninggalan Kerajaan Mataram Kuno tersebut? Dibawah sini Sudutsekolah akan menyajikan beberapa peninggalan tersebut yuk perhatikan.

Candi Peninggalan Mataram Kuno

Candi peninggalan Kerajaan Mataram Kuno
Sumber: http://klikdieng.com/

1. Candi Borobudur

Candi peninggalan Mataram Kuno yang pertama ialah Candi Borobudur. Candi ini terletak di Magelang Jawa Tengah yang merupakan Candi Budha dan dibuat pada pemerintah wangsa Syailendra. Jadi para pendirinya merupakan pemeluk Agama Budha. Menurut para peneliti diperkirakan bahwa candi ini berdiri kurang lebih pada tahun 800-an Masehi.

2. Candi Pawon

Candi peninggalan Mataram Kuno selanjutnya ialah Candi Pawon, yang mana candi ini terletak diantara Candi Borobudur dan Candi Mendut. Jika kita lihat perkembangan Bahasa Jawa Pawon ialah dapur, akan tetapi makna candi ini bukanlah dapur melainkan masih tidak ditemukan asal usul mengapa dinamai tersebut.

3. Candi Sewu

Candi sewu adalah salah satu Candi Budha yang ada di daerah Candi Prambanan, dimana lebih tepatnya yaitu Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Satu hal yang perlu diingat yaitu candi ini Candi Budha terbesar ke-dua setelah Borobudur ya.

4. Candi Mendut

Masih ada satu lagi candi yang mempunyai corak Budha yakni Candi Mendut. Candi ini berada dj Jalan Mayor Kusen Kota Mungkid, Magelang, Jawa Tengah. Dimana pendirian candi ini ialah pada masa pemerintahan Raja Indra dari Dinasti Syailendra.

5. Candi Bima

Candi Bima adalah candi yang dibuat menggunakan arsitek bangunan dengan candi di India. Pada bagian atasnya menyerupai shikara dan mempunyai bentuk layaknya mangkuk terbalik. Tak hanya itu dibagian atap tersebut pun ditenukan relung dan relief kepala yang disebut kudu.

6. Candi Arjuna

Candi ini merupakan salah satu candi yang berada di kompleks percandian Arjuna, yakni kelompok candi peninggalan kerajaan Hindu di dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah. Candi Arjuna disinyalir sebagai candi yang hampir mirip dengan candi di kompleks Gedong Sanga.

7. Candi Semar

Candi ini mempunyai bentuk segi empat yang memanjang ke arah utara sampai selatan, dimana tangga pintu masuknya candi ini berada di sisi tunur dan batur candi nya mempunyai tinggi sampai 50 cm. Candi Semar berlepas di hadapan Candi Arjuna yang mana berarti berada di kompleks sana juga.

8. Candi Puntadewa

Candi ini mempunyai ukuran yang relatif kecil, akan tetapi dapat terlihat sangat tinggi. Candi Puntadewa adalah salah satu candi yang jadi peninggalan kerajaan Mataram Kuno yang berada di kompleks Candi Arjuna.

9. Candi Srikandi

Candi peninggalan kerajaan Mataram Kuno yang terakhir adalah Candi Srikandi. Candi ini mempunyai bentuk seperti kubus dengan ketinggian candi antara 50 meter. Sama halnya seperti candi-candi tadi, Candi Srikandi pun didirikan di daerah kompleks Candi Arjuna.

Prasasti Peninggalan Mataram Kuno

Prasasti peninggalan Kerajaan Mataram Kuno
Sumber: https://situsbudaya.id/

1. Prasasti Sojomerto

Prasasti peninggalan Mataram Kuno yang pertama ialah Prasasti Sojomerto. Dimana prasasti ini merupakan peninggalan dari dinasti Syailendra yang terletak di Kota Batang, Jawa Tengah. Di Prasasti Sojomerto sendiri ada tulisan yang memakai Bahasa Melayu Kuno dengan aksara Bahasa Kawi.

Menurut penelitian para ahli prasasti ini dibuat pada akhir abad 7 atau awal dari abad ke 8 silam. Yang jelas Prasasti Sojomerto ini diciptakan pada saat kerajaan Mataram Kuno masih menganut Agama Hindu Siwa. Di dalam prasasti ini ada nama-nama keluarga dari raja-raja Dinasti Syailendra khususnya raja Dapunta Salendra yang mempunyai ayah dan ibu yakni namanya Santanu dan Sampula.

2. Prasasti Kalasan

Prasasti peninggalan kerajaan Mataram Kuno berikutnya yaitu Prasasti Kalasan. Prasasti ini merupakan prasasti peninggalan dari Dinasti Sanjaya kerajaan Mataram Kuno yang dibuat pada tahun 778 Masehi.

Letak prasasti ini ialah Sleman, Yogyakarta. Isi dari Prasati Kalasan yakni memakai Bahasa Sanskerta dengan aksara Pranagari (Huruf yang asalnya dari India Utara).

Cerita yang ada di dalam prasati ini ialah tentang suksesnya guru sang raja saat merayu Kariyana Panangkara yang diminta oleh keluarga Dinasti Syailendra agar bersedia membuat bangunan suci untuk Dewi Tars. Tak hanya menceritakan satu saja namun terdapat soal pemberian hadiah Desa Kalasan sebagai tempat bicara bagi para biarawan untuk tempat suci mereka yang mana diberi nama Candi Kalasan.

3. Prasasti Kelurak

Prasasti ini berisi dengan memakai tulisan Bahasa Sankserta beraksara Pranagari. Prasasti Kelurak dibuat pada tahun 782 Masehi dan terletak di daerah dekat Candi Lumbung, Prambanan, Jawa Tengah.

Di dalam prasasti ini dijelaskan pula mengenai terbuatnya Candi Sewu atas perintah Raja Indra yang mana saat itu sedang berkuasa.

4. Prasasti Ratu Boko

Prasasti ini merupakan prasasti yang ditemukan di daerah Baka, dimana isinya ialah peperangan antar saudara yakni Balaputra dengan Rakai Pikatan. Dan disana Balaputra Dewa mengalami kekalahan perangnya. Menurut penelitian, prasasti ini dibuat pada tahun 856 Masehi silam.

5. Prasasti Nalanda

Prasasti ini merupakan milik kerajaan Mataram Kuno. Prasasti Nalanda menceritakan tentang Balaputra Dewa serta asal usul dia selaku cucu Raja Indra dan juta putra dari Raja Samarottungga tersebut. Menurut penelitian, prasasti ini dibuat ketika tahun 860 Masehi.

6. Prasasti Canggal

Prasasti ini dibuat ketika tahun 732 Masehi dan memakai Bahasa Sanskerta serta huruf memakai huruf Pallawa sebagai tulisannya. Prasasti Canggal ialah prasasti peninggalan dari dinasti terakhir Mataram yakni Sanjaya yang menceritakan soal pembuatan Lingga di desa Kunjarakunja.

7. Prasasti Mantyasih

Prasasti ini asalnya yakni dari Dinasti Sanjaya yang diperoleh di daerah Matesh, Magelang Utara, Jawa Tengah. Prasasti ini dipakai sebagai bukti raja Balitung.

Tak hanya itu isi dari prasasti ini ialah melakukan penetapan bebas pajak buat daerah-daerah tertentu serta menjelaskan mengenai adanya Gunung Sumbing dan Sindoro.

8. Prasasti Wanua Tengah III

Nah peninggalan kerajaan Mataram Kuno yang terakhir yaitu Prasasti Wanua Tengah. Di dalam prasasti ini menyebutkan semua nama-nama raja Mataram Kuno, alhasil keberadaannya sangat penting buat penelitian berikutnya. Prasasti ini dibuat pada tahun 908 Masehi dan terletak tepat di daerah Gandulan, Kaloran.

Baca juga: Peninggalan Kerajaan Singasari

Demikianlah kurang lebihnya beberapa peninggalan kerajaan Mataram Kuno yang ada di Indonesia. Semoga saja itu sesuai dengan yang kamu cari saat ini. Terima kasih telah membaca, semoga bermanfaat. Sampai ketemu lagi ya.