Peninggalan Kerajaan Demak

13 Peninggalan Kerajaan Demak Beserta Gambar Lengkap

Diposting pada
No ratings yet.

Peninggalan Kerajaan Demak – Pada artikel kali ini Sudut Sekolah akan membahas seputar peninggalan kerajaan Demak. Kesultanan Demak atau yang lebih dikenal dengan kerajaan Demak merupakan salah satu kerajaan yang mengambil peran penting untuk menyebarkan agama Islam di Nusantara, terutama di pulau Jawa.

Kerajaan ini merupakan kerajaan Islam pertama dan terbesar di pantai utara Jawa. Peninggalan Demak yang paling terkenal adalah piring campa peninggalan kerajaan demak.

Lokasi keraton Demak berada dekat dengan tepi laut, lebih tepatnya di desa Bintara atau Bintoro dalam bahasa Jawa, yang sekarang bagian dari kota Demak, Jawa Tengah.

Karena kerajaan ini sangat populer dan salah satu kerajaan penting dan besar di Indonesia, pastinya kamu pernah mendapatkan pertanyaan seperti sebutkan peninggalan kerajaan Demak? Dan pertanyaan lainnya seputar kerajaan ini.

Salah satu dari sekian banyak peninggalannya yang paling terkenal adalah Masjid Raya Demak yang didirikan oleh para Wali Songo. Berikut 13 peninggalan Kerajaan Demak yang wajib diketahui.

13 Peninggalan Kerajaan Demak

1. Masjid Agung Demak

Masjid Agung Demak peninggalan Kerajaan Demak

Masjid Agung Demak termasuk ke dalam masjid tertua di Indonesia. Masjid ini terletak di Desa Bintoro, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Masjid ini didirikan pada abad ke-15 masehi pada masa kekuasaan Raden Patah, yang merupakan raja pertama dari Kerajaan Demak.

Masjid Agung Demak ini memiliki empat tiang utama yang biasa disebut saka guru, atapnya membentuk sebuah limas yang terdiri dari tiga bagian yang memiliki makna iman, Islam, dan Ihsan. Di masjid ini juga terdapat peninggalan lainnya, yaitu pintu bledek.

Masjid Agung Demak juga telah masuk ke dalam situs warisan dunia UNESCO pada tahun 1995.

2. Pintu Bledek

Seperti yang sudah saya sebutkan diatas, peninggalan yang kedua adalah pintu bledek. Pintu bledek ini terdapat di dalam Masjid peninggalan Demak sebelumnya. Pahatan yang dibuat oleh Ki Ageng Selo pada tahun 1466 menghiasi pintu bledek. Pintu ini mempunyai fungsi sebagai pintu utama dari Masjid Agung Demak pada jamannya, karena pintu bledek yang sekarang sudah mulai lapuk dan harus dimasukkan ke dalam museum.

Pintu bledek dapat diartikan menjadi pintu petir, pintu tersebut diberi nama pintu bledek karena konon dibuat oleh Ki Ageng Selo melalui sambaran petir di tengah sawah.

3. Makam Sunan Kalijaga

Makam Sunan Kalijaga

Sunan Kalijaga atau Raden Said merupakan anak dari Bupati Tuban yang selalu membantu orang-orang yang kesusahan di sekitarnya. Makam Sunan Kalijaga terdapat di Desa Kadilangu, Kecamatan Kadilangu, Kabupaten Demak (Bintoro), Jawa Tengah. Makam Sunan Kalijaga ini sangat terkenal, bahkan semua orang sekitarnya pasti tahu dimana makam Sunan Kalijaga.

Makam Sunan Kalijaga juga biasa disebut dengan makam keramat, karena ramai sekali peziarah yang datang ke makam Sunan Kalijaga untuk berdoa. Banyak juga peziarah yang mengaku mendapat banyak manfaat setelah mengunjungi makam Sunan Kalijaga, seperti rezeki dan usaha makin lancar, berkah, dan lain-lain. Namun kita harus tetap percaya bahwa semua keajaiban itu datangnya dari Allah SWT, bukan semata-mata dari makam Sunan Kalijaga.

4. Piring Campa

Piring Campa peninggalan Kerajaan Demak ini merupakan pemberian ibu dari pendiri Kerajaan Demak, Raden Patah. Piring Campa ini digunakan sebagai hiasan pada masjid, baik itu di dinding masjid maupun di tempat imam. Jumlah Piring Campa hanya ada 65 buah.

5. Soko Guru

Soko Guru

Bangunan utama Masjid Agung Demak disusun dengan 4 tiang utama yang disebut soko guru. Soko guru tersebut berbahan dasar kayu jati yang kuat, semua soko guru tersebut memiliki tinggi sekitar 16 meter.

Raden Patah membangun masjid dengan bantuan para Wali Songo, yang membangun tiang utama adalah Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Gunung Jati, dan Sunan Kalijaga.

6. Soko Tatal

Lanjut ke peninggalan atau warisan Kerajaan Demak selanjutnya. Semuanya sudah menyelesaikan semua tiang dengan tinggi yang sudah direncanakan, kecuali Sunan Kalijaga. Sehingga Sunan Kalijaga menggunakan serpihan kayu yang disambung untuk menambah tinggi tiangnya.

Peninggalan Kerajaan Lainnya:

1.  √ Peninggalan Kerajaan Kediri Beserta Gambar

2. √ Peninggalan Kerajaan Aceh Beserta Gambar

3. √ Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Beserta Gambar

4. √ Peninggalan Kerajaan Kutai Beserta Gambar

Arti dari soko tatal adalah serpihan kayu yang disambung menjadi satu. Itu juga dapat bermakna persatuan.

7. Situs Kolam Wudlu

Situs kolam wudlu ini dulunya dijadikan seperti tempat wudhu bagi siapa saja pengunjung yang ingin melakukan ibadah di dalam masjid. Namun sekarang Anda tidak dapat melakukannya, karena sekarang hanya dipamerkan saja sebagai bukti peninggalan sejarah Demak.

8. Maksurah

Peninggalan selanjutnya adalah Maksurah. Yang dimaksud Maksurah adalah dinding yang memiliki ukiran kaligrafi. Maksurah dibuat pada sekitar tahun 1866 Masehi yang pada saat itu pada masa kekuasaan Aryo Purbaningrat sebagai adipati Demak.

Makna tulisan kaligrafi pada maksurah ini seputar keesaaan dan keagungan Allah SWT.

9. Bedug dan Kentongan

Sama seperti beberapa situs peninggalan diatas, bedug dan kentongan ini juga masih berada di komplek Masjid Raya Demak.

Bedug dan kentongan ini juga memiliki fungsi yang sama seperti bedug dan kentongan umumnya yaitu panggilan sholat, namun yang menjadi ciri khas adalah bentuknya yang mirip dengan tapal kuda, yang memiliki filosofi seluruh warga sekitar yang beragama Islam harus datang ke masjid dengan sesegera mungkin.

10. Dampar Kencana

Peninggalan Demak yang kesepuluh adalah dampar kencana. Dampar kencana ini merupakan tempat singgasana untuk Sultan Demak yang kemudian berubah fungsi menjadi mimbar khotbah yang digunakan di Masjid Agung Demak.

Namun untuk menjaga kualitasnya, dampar kencana ini sudah tidak digunakan sebagai mimbar khotbah lagi, tetapi sudah dimuseumkan, dan Anda dapat melihatnya di masjid tersebut.

11. Serambi Majapahit

Sebenarnya memang ini juga termasuk ke dalam peninggalan Kerajaan Majapahit. Namun ketika Kerajaan Majapahit tersebut runtuh, serambi mekah ini terlantar sehingga ketika Adipati Unus menemukan serambi Majapahit ini dia langsung membawanya ke Demak dan ditempatkan langsung ke dalam Masjid Raya Demak bahkan sampai sekarang.

Menurut sejarah, serambi Majapahit ini memiliki arsitektur yang unik dan mengandung makna sejarah tertentu didalamnya. Serambi Majapahit ini memiliki 8 tiang pendopo yang dibuat oleh Kerajaan Majapahit.

12. Pawestren

Perkembangan agama Islam pada Kerajaan ini sudah cukup pesat, apalagi dengan adanya pawestren yang merupakan tempat sholat berjamaah untuk kaum hawa. Pawestren ini dibuat pada jaman K. R. M. A. Arya Purbaningrat sekitar tahun 1866 Masehi yang memiliki motif yang sama pada Maksurah.

Pawestren ini merupakan bangunan yang memiliki tiang penyangga sebanyak 8 buah. Banyak juga motif Majapahit yang terdapat pada tiang penyangga pawestren ini.

13. Mihrab

Peninggalan yang terakhir adalah Mihrab. Mihrab ini merupakan tempat pengimaman pada jaman Kerajaan Demak yang didalamnya terdapat sebuah prasasti Condro Sengkolo dengan gambar hewan bulus.

Mihrab ini menandakan bahwa perkembangan Islam di daerah Demak ini sangat pesat, bahkan sudah terjadi akulturasi budaya antara Islam dan Jawa. Prasasti Condro Sengkolo tersebut dibangun pada tahun 1479 masehi.

Sepertinya dapat kita simpulkan bahwa hampir semua peninggalan Kerajaan Demak terdapat di Masjid Agung Demak. Ini menandakan bahwa bangunan masjid peninggalan Demak tersebut merupakan bangunan terpenting pada masa Kerajaan Demak jaman dahulu.

Silahkan berikan rating