Pengertian bank syariah secara lengkap

√ Pengertian Bank Syariah: Prinsip, Fungsi, dan Contohnya

Diposting pada

Pengertian bank syariah – Bank syariah adalah suatu lembaga perbankan yang menerapkan sistem pada prinsip-prinsip hukum Islam atau syariah Islam. Bank ini menganut peraturan pada Al-Quran dan Al-Hadist.

Pengertian bank syariah, prinsip bank syariah, fungsi bank syariah, dan contoh bank syariah harus Anda ketahui apalagi jika Anda adalah mahasiswa ekonomi.

Adanya bank ini bertujuan agar para nasabah yang ingin terhindar dari dosa yang menyangkut tentang keuangan baik itu riba maupun semacamnya. Karena larangan agama Islam untuk meminjam dan memungut berdasarkan bunga dalam bentuk investasi atau lainnya adalah haram hukumnya.

Sedikit cerita, di Indonesia pelopor bank syariah adalah Bank Muamalat yang berdiri sejak tahun 1991 yang di prakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta dibantu pemerintah dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan beberapa pengusaha muslim. Selain bank konvensional yang terimbas pada krisis moneter tahun 2018 bank syariah muamalat ini juga mendapat efeknya.

Tujuan adanya bank syariah ini adalah mewadahi penduduk yang mayoritas di Indonesia beragama Islam. Para pengusaha yang ingin menyimpan uang dan juga untuk lembaga-lembaga Islam lainnya. Tetapi eksistensi bank syariah masih kalah dengan bank konvensional. Nyatanya para ulama mash banyak yang percaya kepada bank konvensional untuk menyimpan harta mereka.

A. Pengertian Bank Syariah Menurut Para Ahli

1. Siamat Dahlan

Pengertian bank syariah adalah bank yang menjalankan tugas dan usaha perbankan menganut prinsip-prinsip syariah yang terdapat pada Al-Quran dan Al-Hadist.

2. Sudarsono

Lembaga keuangan negara yang memberikan jasa kredit dan jasa-jasa perbankan lainnya yang dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang yang beroperasi dengan berdasarkan prinsip-prinsip agama Islam.

3. Perwataatmadja

Menurut Perwataatmadja pengertian perbankan syariah ialah bank yang beroperasi menurut prinsip-prinsip syariah maupun Islami yang tata cara pelaksanaannya didasarkan pada ketentuan Al-Quran dan Hadist.

4. Schaik

Pengertian bank syariah adalah suatu bentuk bank modern yang berlandaskan pada keutamaan hukum-hukum dari agama Islam, yang berkembang pada abad pertengahan Islam dengan jalan konsep bagi hasil dan bagi resiko sebagai sistem utama dan menghapus sistem yang berlandaskan pada keuntungan.

B. Dasar Hukum Bank Syariah

Berdasarkan undang-undang pasal 4 UU no.21 Tahun 2008 tentang perbankan syariah, bank syariah wajib menjalankan fungsi menghimpun dan menyalurkan dana dari masyarakat. Disamping itu bank syariah juga dapat menyalurkan dana ke baitulmal dalam bentuk bantuan kepada organisasi ataupun juga lembaga zakat dll.

Bank syariah ini juga dapat mengelola uang hasil wakaf dari seseorang baik berbentuk uang maupun barang dan menyalurkannya sesuai kehendak pewakafnya.

C. Fungsi Bank Syariah

1. Fungsi Investor

Dalam penyaluran dana bank syariah berfungsi sebagai investor atau pemilik dana. Pengamanan dana dilakukan oleh bank syariah sesuai dengan tuntunan pada Al-Quran dan Al-Hadist. Penanaman dana ini dilakukan kepada usaha yang memiliki resiko yang sangat minim dan tentunya tidak melanggar ketentuan syariah.

Produk investasi dapat berbentuk bermacam-macam, diantaranya muakan jual beli (murabahah, salam dan istishna), akan investasi, akad sewa menyewa dan beberapa akad lainnya yang dihalalkan oleh Al-Quran dan Al-Hadist.

2. Fungsi Sosial

Fungsi bank syariah ada 2 instrumen yang digunakan antara lain qardhul hasan dan ziswaf. Instrumen qardhul hasan berfungsi untuk menghimpun dana yang belum tau ditujukan untuk siapa dan belum diketahui juga kehalalannya.

Dana tersebut bisa berbentuk infak dan sadaqah. Sedangkan Ziswaf untuk menghimpun dari masyarakat, pegawai bank dan juga bank itu sendiri.

3. Fungsi Manajer Investasi

Fungsi yang dapat dilihat dari penghimpunan dana oleh bank yaitu yang difokuskan adalah dana mudharabah. Bank syariah bertindak sebagai pelaku pengelola dana dari pemilik modal atau investasi. Dalam hal tersebut maka bank syariah akan memilih kepada siapa dana itu disalurkan untuk yang lebih produktif agar dapat memberikan penghasilan bagi bank dan pemilik modal.

4. Fungsi Jasa Keuangan

Fungsi ini mirip dengan bank konvensional dimana bank syariah juga melayani simpan, transfer dan pembayaran berbagai macam tagihan yang tentunya sudah melakukan hubungan dengan bank syariah. Tetapi didalam melakukan hal-hal diatas bank syariah tetap menetapkan hukum-hukum syariah Islam.

D. Contoh Bank Syariah

  1. Bank Muamalat
  2. Mandiri Syariah
  3. BNI Syariah
  4. BCA Syariah
  5. BRI Syariah
  6. Maybank Syariah Indonesia
  7. Bank Syariah Mega Indonesia
  8. Bank Bukopin

E. Prinsip Bank Syariah

1. Prinsip Wadi’ah (Simpanan)

Ketentuan umum dari produk Wadi’ah (Simpanan):

  • Keuntungan dan kerugian dari penyaluran dana menjadi hak milik atau ditanggug oleh bank syariah itu sendiri. Artinya pemilik modal tidak dijanjikan akan selalu mendapatkan keuntungan begitu pula tidak akan menerima kerugian juga. Bank hanya memberi bonus intensif kepada pemilik dana untuk menarik dana masyarakat tetapi juga diperjanjikan.
  • Bank harus membuka akad adanya pembukaan rekening yang dalam akad tersebut terdapat izin penyaluran dana yang disimpan dan pesyaratan lainnya. Akad tersebut disetujui oleh kedua belah pihak dengan mengutamakan prinsip syariah tentunya.
  • Bank berhak mendapat biaya pengganti untuk sekedar administrasi saat pembukaan maupun penutupan rekening.
  • Ketentuan-ketentuan dengan rekening giro dan tabungan akan selalu berlaku selama tidak bertentangan dengan syariah Islam.

Yang termasuk dalam produk Wadi’ah:

a. Giro Syariah

Giro syariah adalah simpanan yang nasabahnya dapat menarik dana mereka menggunakan cek/bilyet giro atau dengan pemindahbukuan.

b. Tabungan Syariah

Tabungan syariah adalah simpanan yang penarikan dananya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang sudah disepakati sebelumnya, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek/bilyet.

c. Deposito Syariah

Deposito syariah adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu-waktu tertentu saja berdasar pada pejanjian antara kedua belah pihak yaitu nasabah dan bank syariah.

2. Prinsip Mudharabah

Jenis-Jenis Mudharabah:

a. Mudharabah Mutlaqah

Mudharabah mutlaqah berupa tabungan dan deposito yaitu tabungan mudharabah dan deposito mudharabah. Berdasarkan prinsip ini bank tidak mempunyai batasan dalam menggunakan dana dari himpunan.

b. Mudharabah Muqayyadah

– Mudharabah Muqayyah on Balance Sheet

Mudharabah ini adalah jenis simpanan khusus dimana pemilik dana dapat menetapkan kemana dana tersebut digunakan mungkin untuk bisnis A dan tidak boleh untuk bisnis B dan C dan sebagainya.

– Mudharabah Muqayyadah off Balance Sheet

Untuk jenis mudharabah ini bank hanya sebagai perantara dari kedua belah pihak yaitu pemilik dana dan pelaku usaha tersebut. Pemilik dana bisa meminta syarat-syarat tertentu yang harus ada dalam mencari kegiatan usaha.

Berikut diatas adalah pengertian bank syariah secara lengkap. Anda dapat mempelajarinya dari pengertian bank syariah, contoh bank syariah dan juga prinsip bank syariah. Tentunya dalam memilih bank anda dapat menentukan kemana anda akan menyimpan maupun menginvestasikan dana anda. Terimakasih telah membaca artikel Sudut Sekolah.