Penyebab pencemaran air

Penyebab Pencemaran Air Beserta Pengertian, Dampak, Dan Contohnya

Diposting pada
No ratings yet.

Penyebab pencemaran air – Pada hari ini Sudut Sekolah akan membahas mengenai pelajaran IPA, yaitu mengenai pengertian pencemaran air, penyebab pencemaran air, indikator pencemaran air, dampak pencemaran air, contoh pencemaran air, dan cara mengatasi pencemaran air, semuanya saya bahas lengkap pada artikel ini.

Pengertian Pencemaran Air

Pencemaran air
Ilustrasi penyebab pencemaran air

Pencemaran air ialah terdajinya percampuran suatu komponen dengan air sehingga merubah keadaan di suatu tempat penampungan air, dan percampuran tersebut menyebabkan menurunnya kualitas air yang ada dalam penampungan tersebut. Komponen yang mencampur tersebut dapat berupa zat, unsur, dan energi. Proses terjadinya pencemaran air itu bisa bersumber dari kegiatan manusia yang disengaja seperti membuang sampah sembarangan. Diantara pencemaran air yaitu pencemaran air sungai, pencemaran air danau, pencemaran air laut, serta pencemaran air akibat aktifitas manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Baca juga: Bagian bagian bunga

Pengertian pencemaran air juga diterangkan dalam UU No. 3 Tahun 1997 yang menyatakan bahwa pencemaran air ialah menurunya kualitas air akibat masuknya makhluk hidup, energi, zat ke dalam air akibat aktifitas manusia.

Penyebab Pencemaran Air

Penyebab pencemaran air bisa dilihat dari sumber-sumbernya yang menyebabkan terjadinya pencemaran limbah. Penyebab pencemaran air tersebut antara lain:

1. Limbah Rumah Tangga

Penyebab pencemaran air yang pertama adalah limbah dari rumah tangga. Meskipun rumah tangga mengeluarkan limbah yang terhitung kecil dan terkesan sepele seperti air sabun, detergen, sampah rumah tangga, dan kotoran manusia, namun aktivitas rumah tangga yang menghasilkan limbah dibuang ke perairan dapat menyebabkan dampak besar yang membuat kerusakan atau pencemaran pada air.

Limbah rumah tangga dari waktu ke waktu semakin meningkat akibat bertambahnya jumlah penduduk yang juga meningkat.

2. Sampah Rumah Tangga

Sebenarnya sampah masuk dalam limbah rumah tangga, namun mengingat pentingnya membahas sampah, maka perlu untuk dijelaskan lebih lanjut dalam poin tersendiri.

Yang paling sering terjadi atas sumber pencemaran air adalah penyebab pencemaran air yang diakibatkan oleh manusia yang membuang sampah sembarangan, baik sampah organik maupun sampah anorganik yang dibuang ke sungai atau ke laut. Hal tersebut tentu saja menyebabkan pencemaran air, membuat air menjadi bau dan berubah warna menjadi lebih keruh serta kotor.

Sudah sepatutnya kita sebagai manusia yang ingin bumi bertahan lebih lama agar anak cucu kita dapat merasakan indahnya bumi supaya lebih memikirkan bagaimana membuang sampah tersebut sehingga tidak menyebabkan pencemaran air.

3. Peternakan dan Perikanan

Penyebab pencemaran air berikutnya adalah limbah yang dihasilkan oleh peternakan dan perikanan. Peternakan dan Perikanan menghasilkan kotoran ternak dan sisa makanan ternan yang bisa mencemarkan air jika tidak diolah dengan semestinya.

Misal lain dari penyebab pencemaran air oleh peternakan yaitu ketika memotong hewan ternaknya seperti ayam, sapi, kambing, bebek dan yang lainnya, darah hasil pemotongan hewan tersebut bisa menyebabkan pencemaran air ketika darah itu dibuang ke sungai ataupun dibuang sembarangan.

4. Limbah Pertanian

Sektor pertanian tidak luput dalam penyumbang terjadinya pencemaran air. Pertanian menghasilkan pupuk kimia, herbisida, dan pestisida yang digunakan untuk menumbuhkan tanaman. Senyawa-senyawa yang ada dalam pupuk kimia, herbisida dan pestisida ini yang menyebabkan pencemaran air terjadi karena masuk ke dalam tanah saat disiramkan ke tanaman sehingga merusak ekosistem dan merugikan kesehatan manusia itu sendiri.

5. Limbah Industri

Limbah industry merupakan penyebab pencemaran air yang sangat potensial. Limbah industri yang berbentuk cair dibuang oleh sebagian besar industri ke perairan sungai atau laut tanpa adanya pengolahan limbah cair tersebut, sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan. Limbah cair industry mengandung limbah yang berbahaya serta beracun, misalnya merkuri atau raksa (Hg), timbale (Pb), krom (Cr), tembaga (Cu), seng(Zn), dan nikel (Ni).

Alangkah baiknya perusahaan industri sebelum membuang limbah cair diolah terlebih dahulu agar tidak merugikan lingkungan sekitar, berikut ekosistem dan penduduknya.

6. Limbah Pertambangan

Limbah pertambangan dapat memberikan dampak pencemaran air. Kegiatan pertambangan menghasilkan bahan-bahan kimia, seperti minyak. Limbah yang berwujud minyak dapat mencemari air laut yang dihasilkan oleh pertambangan minyak lepas pantai dan kebocoran kapal tanker yang mengangkut minyak.

Limbah pertambangan lainnya seperti pertambangan batubara, yang mana pertambangan ini menghasilkan merkuri yang terkandung dalam batubara yang terlepas ke udara sampai merkuri tersebut kembali lagi ke tanah, sehingga menyebabkan pencemaran ekosistem.

7. Penebangan Pohon Hutan

Penebangan pohon hutan juga merupakan penyebab pencemaran air. Apabila pohon yang ada di bumi banyak yang ditebang, maka unsur yang mengikat air di dalam tanah tidak akan ada lagi, sehingga memberikan efek pada munculnya erosi tanah.

Nah, setelah mengetahui 7 penyebab pencemaran air, sekarang kita akan membahas indikator pencemaran air. Simak berikut ini.

Indikator Pencemaran Air

Pencemaran air pada penampungan air bisa dikatakan tercemar berdasarkan beberapa indikator pencemaran air, antara lain:

1. Indikator Fisika

Paremeter ini digunakan untuk mengetahui tingkat pencemaran air. Indikator fisika yang bisa diamati adalah warna air, rasa, bau, dan kekeruhan.

2. Indikator Kimia

Dalam hal ini indikator yang diamati adalah pH, zat organik dan jumlah logam berat dalam air.

3. Indikator Bakteriologi

Pengecekan bakteriologi yang ada dalam air dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak kandungan bakteri dalam air. Indikator yang diamati antara lain adalah jumlah coliform, puristik, dan patogenik yang ada di air.

4. Indikator Suhu

Untuk membuktikan bahwa suatu perairan itu tercemar salah satunya dengan meneliti suhu perairan tersebut. Pengecekan suhu dilakukan karena beberapa organisme seperti bakteri yang sangat peka terhadap perubahan suhu pada air, sehingga perubahan suhu itu dapat dijadikan indikator pencemaran air sampai mengetahui jumlah populasi bakteri di penampungan air dengan adanya perubahan suhu tersebut.

5. Indikator Rasa dan Bau

Air yang normal pada umumnya tidak memiliki rasa dan bau, dalam istilah kimia disebut pH netral. Berbeda dengan air yang tercemar, air yang sudah tercemar akan memiliki rasa yang pahit dan asam serta berbau busuk yang mengandung gas. Itulah sebabnya rasa dan bau bisa dijadikan indikator dalam pencemaran air.

6. Indikator Warna

Air normal biasanya bersih dan jernih, memiliki berwarna transparan dan tidak berbau. Sedangkan air yang tercemar memiliki indikator sebaliknya.

7. Indikator kekeruhan

Kekeruhan menjadi indikator dalam pencemaran air karena adanya tanah liat, lempung, air bercampur dengan limbah, sehingga merusak tatanan ekosistem dan menyebabkan pencemaran air.

Dampak Pencemaran Air

Melihat dari penyebabnya, pencemaran air banyak dampak, beberapa dampaknya merupakan bencana yang berefek pada banyak makhluk hidup yaitu banjir. Lebih lengkapnya akan kita bahas berikut ini:

1. Banjir

Penumpukan sampah yang dibuang ke sungai ataupun ke perairan akan menjadikan jalan air tersumbat sehingga air tidak mengalir ke tempat semestinya. Maka, terjadilah bencana banjir yang diakibatkan oleh pencemaran berupa sampah. Banjir ini akan mencemari air yang dibutuhkan makhluk hidup, sepeeri manusia akan kesulitan mencari air bersih.

2. Tanah Longsor

Bencana lain atas dampak pencemaran air yaitu terjadinya tanah longsor. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan manusia menebang pohon tanpa kembali menanam pohon (reboisasi). Bila tanah longsor terjadi tentu saja merugikan manusia, bisa rugi dalam hal logistik karena terisolir atau bahkan kehilangan jiwa. Untuk mencegahnya, alangkah baiknya para penebang pohon juga menanam pohon kembali setelah ditebang, supaya pohon yang ada tidak habis dan menyebabkan bencana.

3. Mengurangi Hasil Para Nelayan

Pencemaran air akan berdanpak negatif terhadap penghasilan para nelayan, hal ini disebabkan tempat ikan yang para nelayan mengaisnya tercemar oleh berbagai sebab yang mencemarinya sehingga membuat ikan-ikan yang ada di perairan tersebut mati. Dan akhirnya para nelayan merasakan kerugian yang mana nelayan tidak bisa mendapatkan ikan dan menjualnya.

4. Merusak Ekosistem Air

Pencemaran air juga berdampak buruk terhadap ekosistem air. Hewan yang hidup di air akan mengalami kesulitan bertahan hidup karena pencemaran air yang mengganggu ekosistem secara keseluruhan dan menurunkan kualitas air.

5. Terganggunya Keseimbangan Lingkungan

Dampak pencemaran air selanjutnya adalah terganggunya keseimbangan lingkungan. Terjadi karena perubahan interaksi dalam suatu ekosistem, bukan cuma untuk oragnisme-organisme air, namun juga organisme lain secara menyeluruh termasuk manusia.

6. Kematian Biota Air

Biota air akan mengalami kematian saat pencemaran air terjadi, contohnya ikan dan spesies lain. Penampung air yang kotor tidak akan mampu menunjang kehidupan, sehingga menyebabkan banyak ikan, udang, kepiting, atau spesies air lain menjadi sakit bahkan sampai mati.

7. Menjadi Sarang Penyakit

Air tercemar memberikan dampak yang buruk terhadap lingkungan hidup, air tercemar menjadi sarang timbulnya penyakit terhadap lingkungan sekitar, terutama berdampak pada manusia. Misalnya penyakit hepatitis, penyakit kulit, dan penyakit lainnya yang bersumber dari pencemaran air.

8. Berkurangnya Sumber Air Bersih

Seperti yang telah kami sebut pada dampak pencemaran air yang berupa banjir, sumber air bersih yang digunakan oleh manusia akan semakin menipis karena banyak yang tercemar. Air bersih yang biasa digunakan manusia seperti air sungai, air danau, atau mata air pegunungan apabila telah tercemar maka akan berbahaya jika dikonsumsi atau untuk kebutuhan sehari-hari.

9. Menimbulkan Endapan, Koloid, dan Bahan Terlarut

Bahan-bahan hasil buangan industri akan menimbulkan endapa, koloid, dan bahan terlarut lainnya. Hal ini bisa menyebabkan terhalangnya cahaya matahari untuk sampai ke perairan, sehingga mengakibatkan proses fotosintesis dan tumbuh kembang tumbuhan air menjadi terganggu.

10. Erosi

Erosi merupakan proses terjadinya pengikisan padatan yang disebabkan oleh transportasi angin, air atau es, karakteristik hujan dan material lain. Pencemaran air juga memungkinkan terjadinya erosi.

11. Meningkatnya pH Air (Keasaman Air)

pH (keasaman) air yang normal bagi kehidupan organisme berkisar antara 6,5-7,5. Limbah-limbah seperti limbah rumah tangga, industri, dan pertanian di penampungan air akan mempengaruhi konsentrasi ion-ion hidrogen yang menyebabkan pH air akan berubah, bisa di atas 7,5 atau di bawah 6,5. Perubahan pH air ini akan mengganggu kehidupan organisme air.

Contoh Pencemaran Air

Berikut ini adalah beberapa contoh pencemaran air yang ada di sekitar kita, berupa zat-zat yang biasa menjadi sumber terjadinya pencemaran air. Antara lain:

  1. Zat Anorganik. Contohnya adalah asam, basa, logam.
  2. Zat kimia organik. Contohnya plastik, plastik ini berdampak besar pada penampungan air. Contoh agen infeksius lainnya seperti pestisida, minyak, bensin, dan deterjen.
  3. Zat radioaktif. Contohnya seperti uranium, iidine, cesium, thorium, dan lain-lainnya.
  4. Agen Infeksius (Penyebab terjadinya infeksi). Contohnya yaitu virus bakteri, parasit.
  5. Zat-zat pengikat oksigen. Contohnya adalah pupuk kandang, residu tumbuhan dan lain-lainnya.
  6. Nutrisi atau unsur hara. Contohnya seperti fosfat, amonium, nitrat dan lain-lainnya.
  7. Sedimen. Contohnya ialah lumpur, tanah, kerikil dan lain-lainnya.

Baca juga: Tahapan urutan sintesis protein

Cara Mengatasi Pencemaran Air

Setelah mengetahui apa penyebab terjadinya pencemaran air beserta dampak-dampaknya, maka kita akan membahas bagaimana cara mengatasi pencenaran air tersebut. Ada beberapa cara untuk mengatasi pencemaran air, cara tersebut antara lain sebagai berikut:

  1. Memisahkan sampah-sampah antara sampah organik dan sampah anorganik serta mambuangnya pada tempat yang seharusnya. Upaya mendasar dan mudah ini dilakukan agar pencemaran air dapat berkurang.
  2. Mengolah limbah-libah industri, peternakan, perikanan dan peternakan supaya aman dan tidak menyebabkan bahaya bagi lingkungan sekitar.
  3. Mengatur lokasi industri pabrik agar terjauh dari pemukiman penduduk supaya limbahnya tidak mencemari air yang berada di dekat pemukiman penduduk.
  4. Melakukan pengawasan terhadap penggunaan pestisida dan zat kimia berbahaya lain yang dipakai oleh perusahaan, industri, maupun perseorangan.
  5. Mengatur penggunaan air dengan bijaksana, tidak terlalu boros dalam menggunakannya atau menggunakan air seperlunya saja sehingga tidak membuang air bersih pada kegiatan yang tidak perlu.
  6. Mengurangi jumlah penggundulan hutan dibarengi pelaksanaan reboisasi untuk menjaga keseimbangan air dengan adanya pohon yang dapat membantu mengikat air di dalam tanah.
  7. Tidak lagi menjadikan sungai untuk kegiatan MCK (mandi,cuci,kakus) dan pemandian hewan ternak.

Itu saja pembahasan kita hari ini mengenai pengertian pencemaran air, dampak pencemaran air, indikator pencemaran air, contoh pencemaran air, dan cara mengatasi pencemaran air. Semoga Anda paham dan mengerti materi ini, terima kasih dan semoga bermanfaat untuk kita semua.

Silahkan berikan rating