15 Daftar Pakaian Adat Jawa Tengah dan Keterangannya

Diposting pada
No ratings yet.

Artikel kali ini membahas tentang daftar pakaian adat Jawa Tengah. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa Indonesia adalah negara besar yang terdiri atas berbagai macam suku, bangsa, ras, dan agama. Dimana setiap suku di Indonesia memiliki ciri khasnya masing-masing baik dari segi bahasa, agama, pakaian, maupun tentang hal lainnya.

Salah satu suku di Indonesia yakni suku Jawa yang wilayahnya meliputi Jawa Tengah, Yogyakarta, dan sebagian besar Jawa Timur. Namun khusus di postingan ini, saya akan membahas tentang Jawa Tengah, utamanya mengenai pakaian adat yang terdiri atas berbagai jenis. Baik untuk laki-laki maupun wanita. Nah seperti apakah pakaian adat yang ada di provinsi Jawa Tengah itu? Berikut adalah ulasannya.

Baca juga: Pakaian adat Indonesia lainnya

Nama Pakaian Adat Jawa Tengah

Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang ber-ibukota di kota Semarang. Seperti provinsi Yogyakarta, Jawa Tengah juga menjadi pusat kebudayaan suku Jawa yang menjadi salah satu suku terbesar di Indonesia bahkan di dunia. Dari pakaian sendiri, masyarakat Jawa harus diakui memang punya ciri khas yang membedakannya dengan daerah yang lainnya.

Pakaian adat untuk provinsi Jawa Tengah mempunyai beragam motif yang unik dan dibedakan menurut jenis kelamin dan status sosial serta kebutuhan. Langsung saja, berikut ini beberapa baju adat Provinsi Jawa Tengah beserta keterangannya :

1. Jawi Jangkep

Pakaian adat Jawa Tengah, Jawi Jangkep
Sumber: https://www.silontong.com/

Pakaian adat Jawa Tengah yang pertama adalah Jawi Jangkep. Pakaian ini terdiri atas atasan baju beskap dan bawahan kain jarik. Untuk atasannya, biasanya berupa motif bunga supaya terlihat lebih menarik. Tak cukup sampai disitu, guna menambah daya tarik si pemakai Jawi Jangkep ini, ada tambahan aksesoris berupa keris, blangkon, dan juga alas kaki.

2. Kebaya

Pakaian adat Jawa Tengah, Kebaya
Sumber: https://www.idntimes.com/

 

Pakaian adat Jawa Tengah untuk perempuan ini sudah barang tentu tidak asing di telinga kalian. Iya, kebaya namanya. Kebaya merupakan pakaian untuk wanita dimana bagian atasannya terdiri atas kemben, kebaya, kain tapih pinjung, dan stagen. Sementara itu untuk bawahannya menggunakan kain jarik.

Selain itu, wanita Jawa juga menggunakan konde di kepalanya yang juga dipercantik dengan tambahan kalung, cincin, gelang, dan anting-anting.  Biasanya pakaian ini dipakai pada saat acara pernikahan ataupun acara adat lainnya.

3. Batik

Baju Adat Jawa Tengah selanjutnya adalah batik yang tentunya sudah sangat familiar di telinga. Sejatinya batik tidak hanya ada di Jawa Tengah saja, tetapi juga ada di daerah lainnya. Namun tentu saja ada ciri khas tersendiri yang membedakan antara batik Jawa Tengah dan batik daerah lainnya.

Bahkan pakaian batik telah menjadi warisan budaya yang telah ditetapkan oleh UNESCO. Sebagai warga negara Indonesia tentunya kita harus bangga dan benar-benar menjaga warisan budaya ini jangan sampai diambil alih oleh bangsa lain.

4. Kanigaran

Pakaian adat Jawa Tengah, Kanigaran
Sumber: https://perpustakaan.id/

Kanigaran merupakan pakaian tradisional Jawa Tengah yang diperuntukkan oleh kaum bangsawan. Pakaian ini merupakan baju adat yang juga digunakan pada saat pernikahan. Pakaian ini memiliki nilai dan filosofi mendalam sehingga dijadikan sebagai pakaian untuk pernikahan.

5. Basahan

Baju adat Jawa Tengah, Basahan
Sumber: https://tumpi.id/

Basahan merupakan salah satu pakaian adat Jawa Tengah untuk wanita yang sangat populer bagi masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta. Baju adat ini terlihat terbuka jika dibandingkan dengan pakaian tradisional Jawa tengah yang lainnya. Dengan basahan membuat wanita terlihat lebih cantik dan menarik, apalagi saat disandingkan dengan pasangannya.

6. Jarik

Baju adat Jawa Tengah, Jarik
Sumber: https://kumparan.com/

Jarik adalah sebuah kain yang bermotifkan batik dengan berbagai corak. Baju adat yang satu ini punya filosofi yang begitu mendalam. Jarik bisa digunakan pria maupun wanita untuk kegiatan sehari-hari mereka. Meskipun kini sudah ada celananya, namun alangkah baiknya kamu warga Jawa Tengah sesekali juga memakai jarik dalam kehidupan sehari-hari agar warisan nenek moyang tidak benar-benar hilang.

7. Surjan

Surjan merupakan pakaian adat Jawa Tengah untuk laki-laki yang berbentuk seperti jas. Dahulunya pakaian ini merupakan desain buatan Belanda dan masih dipergunakan hingga saat ini. Sayangnya Surjan saat ini sudah jarang digunakan dan hanya keluarga kerajaan saja yang menggunakannya.

Baca juga: Pakaian adat Sunda

8. Blangkon

Blangkon ini bukanlah pakaian seperti baju atau celana, melainkan merupakan penutup kepala yang biasa dipakai seorang pria. Blangkon mempunyai corak larik dan dibuat dengan menggunakan kain ikat. Bukan sembarang penutup kepala, namun memiliki filosofis yang sangat mendalam. Salah satunya yaitu bagian ikatannya yang bermakna dua kalimat syahadat.

9. Kemben

Kemben adalah penutup dada wanita yang terbuat dari kain yang panjang. Gunanya yaitu untuk pelengkap pakaian dalam. Kini kemben sudah mulai jarang digunakan, hanya orang-orang dalam saja yang menggunakannya.

10. Stagen

Stagen adalah sebuah kain anang yang digulung. Stagen hanyalah pelengkap dan dipakai sebelum menggunakan beskap maupun kebaya. Selain itu, stagen juga digunakan untuk menahan jarik agar tidak jatuh ketika digunakan.

11. Kuluk

Kuluk sejatinya mirip seperti blangkon baik secara bentuk maupun fungsinya, yakni sebagai penutup kepala. Hanya saja yang membedakan yaitu kuluk lebih khusus digunakan pada saat acara pernikahan. Selain itu, dibandingkan dengan blangkon kuluk lebih jarang digunakan karena hanya orang-orang dalam kerajaan saja yang menggunakannya.

12. Keris

Keris ini sejatinya bukan merupakan pakaian adat Jawa Tengah berupa atasan ataupun bawahan. Namun peranannya tidak bisa dilepaskan begitu saja dari busana adat Jawa. Keris merupakan pelengkap busana adat Jawa Tengah yang biasanya di taruh di bagian pinggang dengan sebutan bilah atau saung keris yang terlihat sederhana namun tetap tajam.

Keris sejatinya ada di daerah lainnya juga. Hanya saja, di Jawa begitu populer dan kerap digunakan. Keris Jawa memiliki berbagai macam bentuk mulai dari berlekuk 3,5,7 hingga tanpa lekukan dan masih banyak lagi yang lainnya.

13. Kain Tapih Punjung

Kain yang satu ini sering digunakan dililitkan di pinggang. Kain ini terbuat dari jarik yang memiliki motif batik. Sama seperti blangkon dan keris, kain ini hanyalah berfungsi sebagai penambah aksesoris saja pada pakaian tradisional Jawa Tengah

14. Dodot

Dodot merupakan kain batik panjang yang mempunyai kegunaan untuk menutupi badan bagian bawah. Keberadaan dari pakaian adat ini sebenarnya tidak terlalu penting namun terkadang  juga dibutuhkan

15. Beskap

Dan baju adat Jawa Tengah yang terakhir adalah beskap yang merupakan bagian atasan dari Jawi Jangkep. Namun terkadang digunakan secara terpisah. Pemakaian beskap sudah ada sejak zaman dahulu tepatnya pada masa mataram kuno. Beskap sendiri memiliki bentuk kemeja lipat dan berkerah bukan lipat dan dibagian sampingnya ada tempat untuk menaruh keris.

Bagaimana? Sangat unik bukan? Jika kamu orang Jawa Tengah mungkin pernah menggunakan salah satu dari pakaian adat di atas. Diharapkan kebiasaan menggunakan pakaian tradisional tetap dipertahankan demi menjaga kelestarian budaya khas Jawa turun temurun dari nenek moyang kita.

Baca juga: Baju adat Jawa Timur

Akhir kata, demikian informasi yang dapat saya sampaikan mengenai pakaian adat Jawa Tengah, semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada artikel berikutnya.

Silahkan berikan rating