Macam-Macam Norma

Macam-Macam Norma dan Contohnya Beserta Tujuan dan Fungsi

Diposting pada

Macam-macam norma – Pada artikel kali ini, kita akan belajar tentang macam-macam norma di blog Sudut Sekolah. Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan kata “norma”. Karena, sejak kita duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dulu, kita sudah pernah belajar tentang norma, lebih tepatnya pada saat mata pelajaran PKN (Pendidikan Kewarganegaraan). Tetapi, seringkali kita lupa dan bahkan sudah tidak ingat lagi tentang materi norma tersebut. Atau mungkin Anda belum tahu ada berapa macam-macam norma yang berlaku di masyarakat. Oleh karena itu, blog Sudut Sekolah menulis artikel ini.

Pada artikel ini, kita akan mempelajari macam-macam norma dan contohnya, tujuan norma, dan fungsi norma. Tapi, lebih baik kita ulas sedikit tentang pengertian norma secara singkat terlebih dahulu.

Baca juga: Proses perumusan pancasila

Pengertian Norma Secara Singkat

Macam-Macam Norma dan Contohnya

Berikut pengertian norma secara singkat.

Norma adalah pedoman dan ketentuan yang mengatur tingkah laku manusia di kehidupan sehari-hari dalam sebuah kelompok masyarakat.

Norma juga bisa diartikan sebagai sebuah petunjuk tentang perilaku apa saja yang dibenarkan dan yang pantas dilakukan, baik pada saat berinteraksi dengan sesama anggota masyarakat maupun tidak. Petunjuk yang menjadi dasar norma biasanya berasal dari nilai-nilai sosial yang ada.

Ada beberapa perbedaan yang mendasar diantara norma dan nilai sosial dalam masyarakat. Karena nilai merupakan pondasi dasar dari sebuah norma, maka bisa disebut nilai adalah unsur dalam atau kejiwaan dalam mengatur tingkah laku manusia. Sementara norma adalah unsur luarnya.

Selain itu, norma juga mempunyai hukuman dan sanksi tertentu. Hukuman dan sanksi dari sebuah norma dibuat untuk diberikan kepada mereka yang melanggar. Biasanya, hukuman dari sebuah norma bersifat sanksi sosial.

Norma juga bersifat mengikat. Jadi, semua orang yang berada dalam kelompok masyarakat tersebut harus mematuhi norma yang ada. Jika ada yang melanggar, maka akan diberikan sanksi sesuai dengan norma apa yang dilanggar. Biasanya, beberapa norma hanya berlaku pada suatu daerah atau kelompok masyarakat tertentu saja. Tetapi, ada juga norma yang berlaku di setiap tempat dan daerah. Norma tersebut biasa disebut norma universal atau norma global. Contoh norma universal diantaranya, dilarang membunuh, mencuri, menganiaya, dan lainnya.

Ciri-Ciri Norma

Selanjutnya, setelah mengulas kembali pengertian norma secara singkat. Mari kita pelajari terlebih dahulu tentang ciri-ciri norma. Agar sebelum memasuki inti pembahasan dari artikel ini, yaitu tentang macam-macam norma dan sanksinya, kita sudah benar-benar paham tentang materi norma.

Berikut beberapa ciri-ciri norma.

  1. Norma tidak tertulis, kecuali norma hukum.
  2. Norma dibuat berdasarkan musyawarah dan kesepakatan bersama.
  3. Norma yang sudah dibuat, ditaati dan diikuti oleh semua orang yang terlibat.
  4. Norma disertai dengan hukuman atau sanksi. Bagi mereka yang melanggar, maka akan diberikan sanksinya.
  5. Norma kerap kali mengalami perubahan, tergantung pada perilaku dan tingkah laku masyarakat itu sendiri.

Macam-Macam Norma dan Contohnya

Setelah melihat pengertian dan ciri-ciri norma, setidaknya kita sudah mempunyai bekal dan sudah memiliki cukup pengetahuan dan materi seputar norma. Sekarang kita tiba di inti pembahasan dari artikel ini, yaitu macam-macam norma dan sanksinya.

Ada 5 macam norma, yaitu norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, norma kebiasaan, dan norma hukum. Berikut macam-macam norma dan contohnya.

1. Norma Agama dan Contohnya

Macam norma yang pertama adalah norma agama. Berikut pengertian norma agama.

Norma agama adalah pedoman, petunjuk, aturan atau ketentuan yang ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Esa. disampaikan melalui utusannya (rasul) dalam bentuk kitab suci. Norma agama mutlak berasal dari Tuhan dan ajaran, keyakinan atau agama. Isi norma agama berupa ajaran, perintah, dan larangan yang harus dipatuhi.

Mengapa norma agama berada pada urutan pertama? Karena norma agama adalah norma yang mewarnai dan menjadi dasar serta pondasi bagi macam-macam norma lainnya.

Untuk sanksinya sendiri ditentukan sesuai dengan agama dan Tuhan Yang Maha Esa. Yang pasti, dosa akan diberikan kepada mereka yang melanggar norma agama. Sisanya merupakan kehendak Tuhan. Apakah akan diberi balasan pada saat di dunia, di akhirat atau malah diampuni.

Contoh Norma Agama :

  • Melaksanakan kewajiban sesuai dengan aturan dan perintah agama
  • Menjauhi larangan yang ditentukan oleh agama
  • Tidak boleh membunuh sesama
  • Berbuat baik kepada sesama
  • Tidak boleh mencuri
  • Tidak boleh merampok harta orang lain
  • Tidak boleh berbuat cabul
  • Hormatilah orang tua

2. Norma Kesusilaan dan Contohnya

Macam norma yang kedua adalah norma kesusilaan. Alasan norma ini berada di urutan kedua karena sangat mempunyai kaitan yang erat dengan macam norma yang pertama, norma agama. Berikut pengertian norma kesusilaan dan contohnya.

Norma kesusilaan atau norma susila adalah peraturan sosial yang berasal dari hati nurani manusia itu sendiri. Kemudian, norma kesusilaan akan menghasilkan akhlak. Norma kesusilaan berfungsi agar manusia bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Norma kesusilaan mendorong manusia agar selalu berbuat baik dan mencegah manusia melakukan hal yang tidak baik sesuai dengan hati nurani manusia yang normal.

Jika dicermati lebih lanjut, maka norma susila mempunyai hubungan yang erat dengan norma agama. Bedanya, norma susila berasal dari hati nurani manusia. Sementara norma agama berasal dari Tuhan Yang Maha Esa. Namun, karena hati nurani manusia tidak selalu bersih dan bisa saja terkena penyakit hati (sombong, iri, dengki, dan lain-lain) maka diperlukan lah norma agama.

Pelanggaran norma kesusilaan akan berdampak pada sanksi dikucilkan oleh sesama masyarakat baik fisik maupun batin dan akan mendapatkan stigma yang buruk (dianggap tidak punyai hati dan perasaan, dan lain-lain). Selain itu, biasanya pelaku juga akan dihantui oleh perasaaan tidak menyenangkan dan penyesalan yang mendalam.

Contoh Norma Kesusilaan :

  • Anak harus berbuat baik dan menghormati kedua orang tua
  • Siswa menghormati dan patuh terhadap guru
  • Seorang karyawan harus bekerja dengan professional
  • Tidak boleh berhubungan se*s di luar nikah
  • Bersikap jujur
  • Tidak menyebarkan fitnah dan memfitnah orang lain
  • Tidak melakukan korupsi
  • Saling tolong menolong sesama manusia

Baca juga: Perbedaan negara maju dan berkembang

3. Norma Kesopanan dan Contohnya

Selanjutnya ada norma kesopanan. Berikut pengertian norma kesopanan dan contohnya.

Norma kesopanan adalah peraturan sosial atau ketentuan hidup yang bersumber dari pergaulan masyarakat. Norma kesopanan lebih mengarah pada tingkah laku yang baik dan wajar dalam masyarakat. Norma ini didasari dari beberapa hal, diantaranya kebiasaan, kepatutan, dan kepantasan yang berlaku.

Norma kesopanan juga biasa disebut sebagai norma sopan santun, tata krama, atau adat istiadat. Biasanya, norma adat istiadat berbeda tiap-tiap daerah, sesuai dengan budaya dan kebiasaan yang ada.

Sanksi dari norma kesopanan bisa sangat mempengaruhi kondisi kejiwaan pelaku dan bisa menyebabkan penderitaan batin. Hal ini dikarenakan pelaku yang melanggar norma kesopanan biasanya akan mendaptkan berbagai celaan dari sesama. Celaan tersebut bisa berupa kata-kata, pandangan rendah dari orang di sekeliling, dijauhi dari pergaulan, dihina dan dikucilkan sehingga bisa memberikan rasa malu dan penderitaan yang mendalam.

Terkadang terdapat juga sanksi khusus bagi pelaku pelanggar norma kesopanan sesuai dengan daerahnya masing-masing. Jadi, usahakan bahwa Anda tetap menaati norma kesopanan yang ada pada tiap daerah yang sedang Anda tinggali atau Anda kunjungi.

Contoh Norma Kesopanan :

  • Yang muda harus menghormati yang tua, dan yang tua harus menyayangi yang muda
  • Jangan meludah sembarangan di tempat umum
  • Tidak berbicara pada saat sedang makan
  • Tidak mengeluarkan suara dan jangan berbicara pada saat sedang makan
  • Menggunakan tangan kanan ketika memberi dan menerima sesuatu
  • Mengucapkan salam ketika masuk rumah
  • Makan menggunakan tangan kanan
  • Tidak menanyakan hal mendetail tentang privasi seseorang

4. Norma Kebiasaan dan Contohnya

Norma kebiasaan adalah perilaku dalam kehidupan sosial yang berasal dari kegiatan sehari-hari atau aktivitas yang diulang-ulang oleh seorang individu dan dapat diterima dalam masyarakat. Norma ini berisi petunjuk perilaku sosial dan dibentuk baik secara sadar maupun tidak sadar.

Perbuatan atau perilaku yang diulang-ulang dari norma kebiasaan ini bisa diadopsi dari norma agama, norma kesusilaan, maupun norma kesopanan.

Salah satu contoh norma kebiasaan yang berasal dan diadopsi dari norma agama adalah tahlil. Tahlil atau tahlilan adalah aktivitas memberikan dzikir atau doa-doa kepada orang yang sudah meninggal. Dalam agama Islam, biasanya jika ada orang yang meninggal maka akan diadakan tahlilan untuk mengirim doa kepada orang yang meninggal tersebut. Aktivitas ini bisa diterima oleh masyarakat dan dilakukan berulang-ulang sehingga menjadi kebiasan dan menjadi salah satu contoh norma kebiasaan.

Contoh Norma Kebiasaan :

  • Membawa oleh-oleh ketika baru saja pulang dari berlibur
  • Panitia seminar memberikan cendera mata, sertifikat, merchandise, atau souvenir kepada pembicara.
  • Selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah makan
  • Mandi dengan teratur
  • Minum sambil duduk

5. Norma Hukum dan Contohnya

Dan macam norma yang terakhir adalah norma hukum.

Norma hukum adalah aturan dan ketentuan sosial yang dibuat oleh lembaga resmi pemerintahan dan mempunyai sifat mengikat dan memaksa. Artinya, seluruh manusia harus menaati norma hukum. Norma hukum dibuat untuk melindungi kepentingan manusia dalam pergaulan di masyarakat dan untuk mengatur tata tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Norma hukum dibuat oleh lembaga-lembaga resmi seperti pemerintah. Norma hukum juga bersifat memaksa dan mengikat.

Pelanggaran norma hukum akan dikenakan sanksi bisa berupa pidana penjara, denda, hukuman fisik atau hukuman-hukuman lainnya. Dan sanksi ini bisa dipaksakan oleh pihak yang berwenang atau lembaga yang terkait.

Contoh Norma Hukum :

  • Menggunakan helm standar dan membawa surat-surat kelengkapan pada saat berkendara
  • Kewajiban membayar pajak
  • Tidak melakukan kejahatan
  • Dilarang mengganggu ketertiban umum

Contoh Norma Hukum Sesuai Dengan UUD :

  • Pasal 362 KUHP: barang siapa mengambil suatu barang yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum akan diancam karena tindak pencurian dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak enam puluh rupiah.
  • Pasal 40 ayat (1) UU No 15 Th 2002: setiap orang yang melaporkan terjadinya dugaan tindak pidana pencucian uang, wajib diberi perlindungan khusus oleh negara dari kemungkinan ancaman yang membahayakan diri, jiwa, dan atau hartanya, termasuk keluarganya.

Itulah 5 macam-macam norma dan sanksinya. Kita semua harus menaati semua norma yang ada dan berlaku demi menjaga ketertiban dan kemakmuran dalam bermasyarakat.

Setelah mengetahui pengertian, ciri-ciri, hingga macam-macam norma dan contohnya. Mari kita pelajari sedikit tentang tujuan norma dan fungsi norma.

Tujuan Norma

Norma mempunyai tujuan yang baik dalam setiap anggota masyarakat. Norma dibuat dengan tujuan untuk memberikan pedoman, arahan, petunjuk, aturan, dan tata tertib bagi anggota masyarakat demi terciptanya kehidupan sosial masyarakat yang tentram dan damai. Tujuan norma yang lainnya juga untuk mengatur tingkah laku masyarakat dan bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Dengan menaati norma, maka akan tercipta tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang adil, tertib, aman, tentram dan damai.

Fungsi Norma

Fungsi norma yang utama tentu saja untuk menciptakan keadaan sosial yang harmonis dalam sebuah masyarakat. Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat fungsi norma di bawah ini.

  1. Melindungi hak dan kepentingan orang
  2. Mencegah munculnya perselisihan di masyarakat
  3. Terwujudnya ketertiban dan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  4. Meningkatkan kerukunan
  5. Mengendalikan sikap, ucapan dan perilaku
  6. Memberikan perilaku yang benar dan menjaga masyarakat dari perilaku yang menyimpang
  7. Menjadikan manusia lebih beriman dan bertakwa

Setelah mempelajari dan mengetahui macam-macam norma, maka sudah sepatutnya kita menjadi lebih taat lagi untuk menuruti norma yang ada dan berlaku dalam kehidupan sehari-hari. Itulah pembahasan artikel kali ini tentang macam-macam norma dan contohnya.