7+ Langkah-Langkah Metode Ilmiah Biologi, Kimia, Fisika (Terlengkap)

Diposting pada

Langkah-langkah metode ilmiah – Halo semuanya, pada hari ini Sudut Sekolah kembali update seputar artikel langkah-langkah dalam membuat metode ilmiah. Berikut penjelasan lengkapnya.

Metode ilmiah adalah sebuah metode yang digunakan siswa dalam mengamati atau mempelajari sesuatu di sekitar dengan melakukan eksperimen, obervasi, dan juga perumusan masalah sebagai dasarnya. Metode ilmiah sudah ditentukan berdasarkan hal yang ingin diteliti yaitu berdasarkan perumusan masalah yang ada.

Metode Ilmiah dapat berupa Biologi, Fisika, dan juga kimia. Metode ilmiah dapat dilakukan oleh beberapa orang alias dalam kelompok. Dengan adanya team work maka dimaksudkan dapat mempecepat pekerjaan dan juga efisiensi kerja.

Langkah-langkah metode ilmiah biologi akan sama dengan langkah-langkah metode ilmiah fisika dan kimia. Hanya saja topik bahasan mereka akan berbeda untuk masing-masing. Dan Kali ini saya akan membagi langkah-langkah meotode ilmiah yang dapat diterapkan pada topik biologi, fisika dan kimia lengkap. Simak sampai bawah guys.

Langkah-Langkah Metode Ilmiah Biologi, Kimia, Fisika

1. Perumusan Masalah

Seperti yang saya bilang sebelumnya bahwa metode ilmiah dilakukan berdasarkan rumusan masalah atau topik masing-masing. Karena jarang jika dalam 1 kelas diminta melakukan metode ilmiah, biasanya guru memberinya secara berbeda-beda atau murid yang harus menentukan dan tidak boleh sama dengan kelompok lain.

Perumusan masalah disini berupa 5W+1H. Dimana pertanyaan-pertanyaan tersebut meliputi topik yang ada. Contohnya kita mengambil tema fungi. Jadi apa itu fungi? Bagaimana cara hidup mereka? Dimana mereka dapat hidup? Apa ciri-ciri fungi dan contohnya? Dll. Jadi dari pertanyaan inilah Anda harus menjawabnya yang tentunya dengan beberapa langkah bisa observasi kemudian menarik kesimpulan dan juga bereksperimen.

2. Observasi

Observasi merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan dilapangan untuk meneliti sebuah obyek yang Anda amati. Pada kegiatan ini Anda harus mengumpulkan data sebanyak-banyaknya dan juga sampel yang ada.

Kenapa harus banyak? Karena jika ada kekurangan maka Anda juga harus kembali ke tempat observasi, padahal tempat observasi tidak selalu dekat dengan kota Anda tinggal atau sekolah Anda. Jadi usahakan semua tidak ada data dan sampel yang tertinggal. Sehingga dalam penelitian di dalam lab, data sudah tepat dan juga akurat. Tinggal Anda melakukan ekperimen dan uji lab.

3. Merumuskan Hipotesis

Apa itu hipotesis? Hipotesis adalah sebuah argumen yang dianggap benar sebelum melakukan sebuah penelitian dan eksperimen. Jadi dimungkinkan setelah Anda selesai dalam melakukan metode ilmiah ini bisa jadi hipotesis Anda salah dan juga bisa benar.

Jadi hipotesis adalah dugaan benar sementara. Contoh dari hipotesis ini adalah “Tumbuhan memerlukan cahaya matahari dalam fotosintesis”. Nah dari hipotesis itu nanti silahkan Anda lakukan eksperimen dengan cara memberi cahaya matahari terhadap 1 tumbuhan dan tidak memberi cahaya matahari pada tumbuhan satunya. Maka akan ditemukan sebuah kesimpulan apakah hipotesis itu benar.

4. Eksperimen

Langkah selanjutnya adalah sebuah eksperimen. Eksperimen ini dimaksudkan untuk menguji hipotesis Anda sebelumnya. Dari kumpulan data dan juga sampel yang Anda kumpulkan saat ekperimen Anda gunakan pada tahap ini.

Eksperimen biasanya dilakukan di lab dan juga eksperimen ini biasanya tidak dalam 1 hari selesai, melainkan dapat mengamati dalam beberapa hari jika itu ingin mengamati sebuah perkembangan dari si obyek penelitian anda. Selama eksperimen Anda juga harus mencatat sebuah perubahan-perubahan yang ada.

5. Penarikan Kesimpulan

Penarikan kesimpulan disini sudah pasti berdasarkan data yang Anda dapat dari langkah eksperimen di atas. Semua data dikumpulkan dan dikaji untuk menjawab pada obsevasi dan juga eksperimen Anda sebelumnya. Dan juga pada tahap ini maka Anda akan menemukan sebuah jawaban apakah hipotesis Anda benar pada langkah ketiga.

Dan jika dalam eksperimen sebelumnya Anda belum menemukan sebuah data atau kesimpulan yang benar-benar kuat, Anda juga bisa melakukan eksperimen ulang dengan data-data yang sama atau juga bisa diawali dengan observasi ulang.

6. Eksperimen Ulang

Langkah ini flexibel sebenarnya. Mengapa? Karena dalam melakukan eksperimen dapat terjadi data yang kurang maksimal dan adanya kejanggalan dalam eksperimen, maka Anda dapat melakukan eksperimen ulang dan mencatat perubahan-perubahan saat eksperimen. Anda bisa menggunakan data sebelumnya atau jika masih kurang yakin bisa Anda lakukan observasi ulang agar data bernar-benar akurat. Jika kesimpulan dari eksperimen ulang ini sama dengan kseimpulan sebelumnya maka dipastikan kesimpulan Anda yang pertama adalah BENAR.

7. Mempublish Hasil

Setelah penelitian Anda selesai dan juga sudah menemukan sebuah jawaban, Anda bisa mempublish penelitian Anda dengan menampilan dokumentasi sebagai fakta-fakta yang ada. Karena didalam mengamati sebuah obyek yaitu berdasarkan fakta-fakta yang ada. Anda bisa membukukan penelitian Anda dengan meminta pengesahan dari sekolah, tetapi sebelumnya Anda harus mengkonsultasikan penelitian Anda ini kepada guru yang bersangkutan terlebih dahulu.

Hal ini tidak kalah penting yaitu Anda harus bersikap obyektif dalam mengumpulkan data dan tidak boleh tercampur dengan perasaan dan juga prasangka. Jadi dalam menulis sebuah data, lakukan seperti yang Anda lihat dan yang Anda amati pada obyek penelitian Anda.

Dan bisa juga dalam mengumpulkan data saat observasi dan eksperimen dilakukan oleh lebih dari 1 orang. Menurut saya 3 orang juga lebih baik demi keakuratan sebuah data Anda. Karena data yang menjadi acuan pertama dari penelitian.

Diatas adalah langkah-langkah metode ilmiah biologi, fisika dan kimia. Anda dapat menerapkan sesuai dengan materi yang ingin Anda lakukan. Pada dasarnya langkah-langkah metode ilmiah hampir sama. Hanya obyek yang dijadikan penelitian berbeda. Karena urutan dari metode ilmiah sama. Semoga bermanfaat dan dapat anda jadikan acuan dalam melakukan penelitian Anda. Terima kasih.