Pengertian, Reproduksi, Ciri-ciri, dan Klasifikasi Gymnospermae

Pengertian, Reproduksi, Ciri-ciri, dan Klasifikasi Gymnospermae Lengkap

Diposting pada

Klasifikasi gymnospermae – Selamat datang di situs pendidikan Indonesia, pada hari ini kita akan membahas mengenai gymnospermae atau tumbuhan berbiji terbuka, dari mulai pengertian, reproduksi, dan klasifikasi gymnospermae lengkap. Berikut inia dalah pengertian gymnospermae.

Pengertian Gymnospermae

Gymnospermae merupakan sebuah jenis tumbuhan yang asal katanya dari bahasa Yunani yaitu gymnos yang memiliki arti telanjang atau sperma. Dalam artian lain dikatakan gymnospermae adalah tumbuhan yang berbiji terbuka atau masuk dalam kelompok tumbuhan yang bijinya diluar ovarium.

Terdapat berbagai jenis tumbuhan gymnospermae yang ada disekitar kita seperti phon pinus, cemara, damar putih dll. Gymnospermae mempunyai system reproduksi yang berbeda dengan angispermae atau tumbuhan berbunga yang memiliki biji didalam ovarium sehingga biji tidak tampak dari luar.

Baca juga: Contoh tumbuhan berbiji terbuka

Jika dibandingan dengan angispermae, tumbuhan gymnospermae memiliki biji yang akan bisa terlihat langsung karena terletak diantara daun-daun yang menyusun runjung atau strobilus.

Terdapat macam-macam jenis tumbuhan gymnospermae dengan kemampuan untuk menggugurkan daunnya. Fungsi dari pengguguran daun ini tidak lain supaya tumbuhan bisa mempertahankan diri dari kekeringan karena pengguguran daun ini hanya dilakukan pada saat musim gugur tiba.
Gymnospermae menjadi satu tumbuhan yang bisa dikatakan sebagai penguasa tumbuhan jika dibandingkan dengan tumbuhan angiospermae.

Berbicara mengenai angiospermae mari kita bahas sedikit mengenai tumbuhan ini. Jadi tumbuhan gymnospermae dan angiospermae merupakan tumbuhan yang memiliki kelas tertinggi sehingga bisa juga dikatakan sebagai tumbuhan spermatophyta.

Spermatophya merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki biji. Tumbuhan gymnospermae sangat mudah sekali ditemukan disekitar kita. Jika dihitung, jumlah tumbuhan gymnospermae ada sekitar 1057 kurang yang tersebar di seluruh dunia.

Reproduksi Gymnospermae

Gymnospermae atau tumbuhan berbiji terbuka menghasilkan heterospora berupa megaspore dan mikrospora. Nantinya mikrospora bisa berkembang lagi menjadi mikrogametofit (gametofit jantan) yang didalamnya berisi serbuk sari.

Berbeda dengan mikrogametofit, megaspore nantinya akan berkembang menjadi megagametofit (gametofit betina) yang didalamnya akan menjadi bakal biji.

Dibakal biji atau megaspora tersebut ada sebuah kantong yang berisi serbuk sari atau pollen chamber dan struktur liang bijiatau mikrofil yang nantinya aakan berfungsi sebagai pengganti bunga untuk organ reproduksi betina.
Jika serbuk sari sudah dilepaskan maka butir-butir serbuk sari itu akan berubah mnejadi sperma. Saat terjadinya penyerbukan atau reproduksi serbuk sari akan menempel pada bakal biji, selanjutnya sperma akan bergerak meunju sel telur melalui buluh serbuk sari.

Apabila semua sudah dilalui oleh sperma (pembuahan) maka akan membentuk sebuah zigot yang akan berkembang menjadi sebuah embrio dan biji. Disini angin sebagai perantara proses penyerbukan gymnospermae sangat berpengaruh terhadap dimana biji tersebut akan jatuh. Jika biji jatuh di tempat yang tepat maka biji tersebut akan tumbuh menjadi sebuah tumbuhan baru.

Klasifikasi Gymnospermae

Gymnospermae bisa diklasifikasikan atau dikelompokkan menjadi empat kelas sebagai pemaparan berikut ini.

1. Cycadinae

Untuk yang pertama ini adalah kelas Cycadinae yang berarti gymnospermae memiliki bentuk yang mirip dengan pohon palem, memiliki batang yang pendek, kaku dan tidak memiliki cabang.

Daun-daun kelas Cycadinae tersusun spiral yang sangat rapat mengelilingi batang, sedangkan daun gymnospermae yang masih muda menggulung. Pada kelas Cycadinae merupakan tumbuhan yang memiliki rumah dua.
Bisa dikatakan memiliki rumah dua karena alat kelamin jantan dan betina berada pada pohon yang berbeda. Pohon yang jantan mempunyai tongkol berbentuk kotak-kotak yang berisi serbuk sari.

Sedangkan pohon betina mempunyai bentuk daun buah yang berbentuk pipih, di lekukan tepi daun buah terdapat bakal biji yang akan menjadi tumbuhan. Contoh kelas Cycadinae adalah Cycas rumphi pakis haji.

2. Coniferinae

Kelas coniferinae merupakan tumbuhan yang masuk dalam golongan atau habitatnya berupa semak-semak, pardu atau bisa juga pohon yang seperti tajuk memiliki bentuk kerucut.

Coniferinae memiliki bentuk daun yang berbentuk seperti jarum. Tumbuhan pada kelas Coniferinae tidak menggugurkan daun. Sel kelamin pada kelas Coniferinae terdapat pada bagian pucuk tangkai yeng memilki nama strobilus.

Pada kelas Coniferinae terdapat dua jenis rumah, ada yang berumah satu namun ada juga yang berumah dua. Adapun tumbuhan yang berumah satu itu adalah strobilus jantan dan strobilus betina berada pada satu pohon. Sedangkan tumbuhan yang berumah dua itu adalah strobilus jantan dan strobilus betina berada pada pohon yang berbeda sehingga butuh bantuan angina dalam proses pembuahannya.

Strobilus jantan memiliki bentuk seperti kerucut yang didalamnya terdapat kumpulan mikrosporofil sebagai penghasil mikrospora. Sedangkan strobilus betina di dalamnya terdapat kumpulan megasporofil yang merupakan penghasil megaspora. Contoh kelas Coniferinae adalah Araucaria cunninghamii Agathis Alba (damar) yang bermanfaat untuk bahan pernis, kertas, alat rumah tangga, bahkan sebagai alat musik.

3. Ginkoinae

Tumbuhan dengan kelas Ginkoinae merupakan tumbuhan dengan bentuk pohon yang memiliki tunas yang panjang dan pendek. Kelas Ginkoinae memiliki daun bertangkai panjang dengan bentuk seperti kipas dengan tulang daun yang bercabang seperti garpu.

Ginkoinae merupakan salah satu tumbuhan meranggas yang menggugurkan daun pada saat musim gugur tiba. Tumbuhan Ginko merupakan salah satu gymnosp[ermae yang memiliki biji keras memiliki warna kekuningan, memiliki ukuran seperti kelereng dan baunya tidak enak.

Kelas Ginkoinae berumah dua,dengan rangkaian seporofil yang terdapat pada tunas pendek dalam sela daun. Strobilus jantan terpisah dalam sela-sela sisik pada tunas pendek. Contoh kelas Ginkoinae adalah ginko biloba. Ginko biloba dalahg sebuah tumbuhan yang berasal dari Tiongkok yang bermanfaat untuk bahan obat-obatan dan kosmetik.

4. Gnetinae

Gnetinae merupakan habitus berupa pohon, berkayu dan memiliki cabang-cabang yang tumbuh transversal. Akar pada tumbuhan kelas Gnetinae adalah jenis akar tunggang. Daun Gnetinae tunggal dan terletak saling berhadapan.

Bunganya majemuk, kelamin tunggal, terdapat dalam sela daun pelindung yang berbentuk besar dan memiliki tenda bunga. Bunga betina mempunyai bakal biji yang berdiri tegak. Gnetinae berumah dua karena strobilus jantan dan betina terletak pada pohon yang berbeda. Contoh kelas Gnetinae adalah Gnetum gnemon atau melinjo.

Ciri-ciri Gymnospermae

1. Pembuahan Tunggal

Megasporangium atau sel induk megaspora akan membelah secara meiosis sehingga terbentuk megaspora haploid yang nantinya akan berkembang menjadi sel gamet betina.

2. Memiliki Strobilus atau Konus

Gymnospermae memiliki strobilus yang berfungsi sebagai alat perkembang biakan tumhuhan serta tidak mempunyai bunga sejati. Organ reproduksi gymnospermae adalah daun yang akan berubah menjadi gamet.

Perubahan menjadi gamet itu melalui strobilus atau konus inilah yang membuat mikrospora dab megaspora diproduksi.

3. Bakal biji diluar daun

Bakal biji Gymnospermae terletak diluar daun, oleh karena itu ilmuan menyebut gymnospermae sebagai tumbuhan dengan biji terbuka.

4. Memiliki Kambium

Kambim pada gymnospermae berfungsi sebagau meristem sekunder. Kambium menyebabkan tumbuhan gymnospermae mengalami pertumbuhan penambahan diameter pada batang.

5. Habitus

Habitus Gymnospermae berbentuk yang beraneka ragam seperti tumbuhan semak, perdu hingga pohon yang berbentuk tinggi karena terjadi pembesaran pada batang akibat jaringan ksmbium.

6. Berakar Tunggang

Gymnospermae memiliki akar tunggang yang berfungsi sebagai memperkokoh akar tegaknya tumbuhan gymnospermae

7. Tidak Memiliki Ovarium

Gymnospermae tidak mempunyai ovarium, dimana ovarium tersebut berfungsi sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya biji seperti halnya tumbuhan berbiji tertutup.

Baca juga: Ciri-ciri gymnospermae dan contohnya

Pada tumbuhan biji terbuka atau gymnospermae pertumbuhan biji bisa langsung berkembang pada bakal biji atau sering disebut nusellus.

Nah, itulah pembahasan lengkap mengenai pengertian, reproduksi, ciri-ciri, dan klasifikasi gymnospermae lengkap. Jangan lupa share di grup kelas Anda, semoga artikel ini bermanfaat, terima kasih.