Kisah Nabi Nuh AS Singkat dan Lengkap Dalam Al Quran

Diposting pada

Kisah Nabi Nuh – Nabi Nuh AS merupakan salah satu dari 25 nabi yang wajib diketahui umat Islam. Nabi Nuh dikenal sebagai nabi yang memiliki tingkat kesabaran tinggi. Ia sangat sabar dalam menghadapi berbagai hinaan dan celaan kaumnya yang kafir. Kisah nabi Nuh AS yang paling terkenal adalah tentang bahtera nabi Nuh dan banjir bandang. Berikut kisah nabi Nuh AS singkat.

Kisah Nabi Nuh AS Singkat

Sumber : islami.co

Kisah nabi Nuh AS diawali dari diutusnya nabi Nuh oleh Allah SWT di sebuah daerah sederhana yang dilalui oleh 2 sungai, yaitu sungai Eufrat dan sungai Tigris. Awalnya, negeri tersebut sederhana, namun seiring waktu kesederhanaan negeri tersebut berubah menjadi sangat mencekam. Yang kuat menindas yang lemah.

Kebodohan dan Kekejaman Kaum Nabi Nuh AS

Nabi Nuh AS selalu memperingatkan kaumnya untuk selalu beribadah kepada Allah SWT. Namun, mereka malah membuat berhala-berhala di tepi sungai Eufrat dan menyembahnya. Berhala-berhala tersebut diberi nama Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nasr. Meskipun begitu, nabi Nuh selalu berdoa kepada Allah SWT agar kaumnya dijauhkan dari kebodohan.

Baca juga: Kisah Nabi Idris AS

Ketika nabi Nuh mengajak kaumnya untuk kembali ke jalan yang benar, mereka selalu menentang seruan nabi Nuh. Terutama mereka yang mempunyai posisi kuat. Mereka menganggap bahwa nabi Nuh adalah orang gila. Bahkan mereka berani mengejek nabi Nuh dengan membandingkan harta nabi Nuh dengan harta mereka. Nabi Nuh sendiri hidup tidak bergelimang harta, ia selalu hidup sederhana. Tapi, dari sekian banyaknya orang yang menentang ajaran nabi Nuh, masih ada beberapa orang yang mempercayainya. Mereka berasal dari kaum yang miskin dan tertindas.

Nabi Nuh AS berdakwah selama 950 tahun. Beliau sangat sabar dalam menghadapi kaumnya yang kejam. Ia tidak pernah gentar untuk mengajak mereka kembali ke jalan Allah SWT. Meskipun terlihat tua, sesungguhnya ia sangat kuat. Setiap harinya, nabi Nuh selalu sabar dan bertawakkal kepada Allah SWT meskipun harus selalu dicaci maki. Bahkan, kaumnya kerap memukuli nabi Nuh. Kehidupannya pun berlanjut dengan sifatnya yang pantang menyerah.

Hingga akhirnya, pada suatu hari malaikat turun ke bumi dan berkata kepada nabi Nuh, “Sesering apapun engkau menyeru kaummu, mereka tetap tidak akan beriman kepada Allah SWT. Jangan letihkan dirimu demi mereka, karena mereka adalah orang-orang yang terkutuk”.

Mendengar perkataan malaikat itu, nabi Nuh berdoa “Ya Tuhanku, jangan Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka hanya akan melahirkan anak-anak yang jahat dan tidak tahu bersyukur.” (Q.S. Nuh : 26-27).

Perintah Allah SWT Untuk Membuat Bahtera

Kemudian, Allah SWT memerintahkan nabi Nuh AS untuk membuat sebuah bahtera yang sangat besar, pertanda akan dikirimkannya azab kepada kaum nabi Nuh. Bahtera tersebut memiliki 3 lantai, panjangnya 200 meter, lebarnya 70 meter dan tinggi 25 meter. Sesungguhnya sulit sekali untuk membuat bahtera sebesar itu di zaman yang belum secanggih sekarang. Tapi, karena kecakapan yang dimiliki nabi Nuh sebagai tukang kayu dan pengikutnya, mereka berusaha untuk membuatnya.

Butuh waktu sampai bertahun-tahun untuk membuat bahtera yang bisa mengangkut semua pengikut nabi Nuh dan hewan-hewan. Tentu saja kaumnya yang kafir juga mengetahui pembuatan bahtera ini. Mereka semakin mencaci maki nabi Nuh dan menganggapnya gila. Tetapi, nabi Nuh dan kaumnya tetap bersabar hingga bahtera itu dibuat sampai selesai.

Hingga suatu ketika datanglah seorang wanita tua dan anak perempuannya. Ia bertanya kapan Allah akan menyelamatkannya dari orang-orang kafir. Tentu saja karena ini adalah rahasia yang hanya diketahui Allah, nabi Nuh tidak mengetahuinya. Dan ketika itu juga, malaikat turun dan berkata kepada nabi Nuh, “Jika terdapat air yang memancar dari rumah wanita tua itu, maka saat itulah banjir akan terjadi.”.

Nabi Nuh segera menyampaikan berita tersebut kepada kaumnya. Dan sejak saat itulah mereka sering mengunjungi rumah wanita tua itu.

Kisah Nabi Nuh AS, Saat Banjir Datang

Tepat pada suatu hari, langit ditutupi awan yang sangat gelap. Kaum kafir semakin meningkatkan kekejaman dan penindasannya. Sampai suatu saat seorang anak perempuan berlari dan mendatangi nabi Nuh, ia berkata bahwa sumur di rumahnya telah memancarkan air. Setelah melihat buktinya, seketika itu juga nabi Nuh menyuruh semuanya untuk menaiki bahteranya. Dan kilat pun mulai menyambar disertai dengan turunnya hujan yang sangat deras.

Air memancar dari gunung-gunung dan lembah-lembah. Hujan yang sangat deras disertai angin yang kencang. Negeri itu dipenuhi dengan air. Nabi Nuh, pengikut-pengikutnya dan semua hewan sudah menaiki bahtera.

Kala itu nabi Nuh sedang berada di lantai 2 sambil melihat terjadinya banjir. Ia sangat berharap agar putranya tidak mengikuti kaumnya yang membangkang. Hingga akhirnya ia melihat seorang anak dan ia yakin bahwa itu adalah putranya. Ia pun berteriak “Nak, ikutlah bersamaku. Naiklah ke bahtera ini!” Namun, anaknya malah menjawab “Tidak, aku akan pergi ke gunung itu. Gunung itu akan menyelamatkanku dari banjir ini”.

Nabi Nuh terus berteriak dan memaksa anaknya agar ikut bersamanya. Sayangnya, setelah seruan ketiga ia menyaksikan sendiri bahwa anaknya tersapu ombak besar dan termasuk ke dalam orang-orang yang ingkar kepadanya.

Hujan deras terus berlalu dan bahtera nabi Nuh terus mengarungi ombak. Setelah 40 hari berlalu, hujan itu berhenti dan bahtera nabi Nuh terus menuju ke utara. Nabi Nuh dan pengikutnya selalu berdoa dan meminta perlindungan kepada Allah SWT.

Nabi Nuh AS dan Para Pengikutnya Berhasil Selamat

Bahtera yang mereka tumpangi berlabuh di puncak gunung Judi. Mereka semua berdoa dan sangat bersyukur kepada Allah SWT karena telah menyelamatkan mereka dari banjir besar yang menimpa negeri mereka. Mereka membangun peradaban yang baru di bumi. Semuanya hidup dengan rukun dan damai.

Pada suatu hari, datanglah malaikat maut ketika nabi Nuh sedang memandangi sinar matahari. Malaikat itu bertanya kepadanya tentang hidupnya yang sangat panjang.

Beliau menjawab, “Kehidupanku di dunia ini seperti perjalananku dari tempat tadi ke tempat yang teduh ini”.

Baca juga: Kisah Nabi Adam singkat

Akhirnya beliau menutup mata dan meninggal dalam keadaan yang suci. Allah SWT bahkan memberikan salam khusus atasnya selama-lamanya, sebagaimana firman-Nya “Salam sejahtera untuk Nuh di seluruh alam.” (Q.S. AsSaffat : 79).

Begitulah kisah nabi Nuh AS singkat yang sangat terkenal dan terdapat banyak sekali pelajaran serta hikmah di dalamnya. Terima kasih telah membaca di situs pendidikan Indonesia, semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua. Jangan lupa untuk share di grup kelas Anda.