Kisah Nabi Hud AS

Kisah Nabi Hud AS Dan Keteladannya Lengkap

Diposting pada
No ratings yet.

Kisah Nabi Hud AS – Layaknya kisah nabi-nabi Allah SWT yang lain, nabi Hud AS mempunyai kisah yang tidak kalah menginspirasi. Nabi Hud AS merupakan salah satu nabi yang dianugerahi umur panjang. Kisah nabi Hud AS yaitu tentang betapa durhaka dan sombongnya kaum ‘Aad. Berbagai cacian dan cemoohan didapatka oleh nabi Hud AS pada saat berdakwah untuk kaum ‘Aad. Berikut kisah teladan nabi Hud AS yang begitu menginspirasi.

Baca juga: Perbedaan nabi dan rasul

Kisah Nabi Hud AS Singkat

Kisah teladan Nabi Hud AS
Sumber : irmas.id

Nabi Hud AS adalah nabi keempat setelah nabi Nuh AS dalam agama Islam. Ia merupakan keturunan langsung dari nabi Nuh AS. Beliau merupakan keturunan Sam bin Nuh yang berarti ia merupakan salah satu cucu dari nabi Nuh AS. Nabi Hud AS lahir dari salah satu keluarga dari kaum ‘Aad itu sendiri. Ia lahi dari seorang ayah bernama Abdullah. Bahkan, diketahui juga bahwa beliau merupakan salah satu saudara pemuka kaum ‘Aad. Untuk lebih lengkapnya, berikut silsilah nabi Hud AS.

Hud AS bin Abdullah bin Rabah bin Khulud bin Aad bin ‘Aush bin Iram bin Sam bin Nuh AS.

Nabi Hud AS dipilih oleh Allah SWT untuk diutus sebagai orang yang mengajak kaumnya, kaum ‘Aad agar dapat kembali ke jalan yang benar dan menyembah Allah. Kisah nabi Hud AS sama seperti halnya kisah nabi-nabi yang lain. Ia mendapatkan berbagai penolakan, cacian, makian dan cemoohan pada saat mengajak kaumnya untuk menyembah Allah.

Dalam perjalanan hidupnya, beliau menikah dengan seorang wanita yang bernama Melka, yang merupakan anak Madi bin Japeth (Yafas). Dan berdasarkan dari beberapa sumber, nabi Hud tidak dikaruniai anak oleh Allah SWT.

Suasana Kehidupan Kaum ‘Aad

Kaum ‘Aad merupakan salah satu kaum penerus dari kaum nabi Nuh AS. Setelah memusnahkan sebagian besar kaum nabi Nuh AS dengan banjir bandang, Allah SWT memberikan anugerah kepada sebagian kaum yang beriman atau yang menjadi pengikut nabi Nuh AS. Dan kaum ‘Aad menjadi salah satu kaum penerusnya.

Baca juga: Kisah Nabi Nuh

Kaum ‘Aad hidup di bukit pasir Al-Ahqaf, atau yang berada di sekitar lokasi sebelah utara Hadramaut dari negeri Yaman dan yang menjadi perbatasan antara Yaman dan Oman.

Allah SWT telah memberikan berbagai macam anugerah dan kenikmatan kepada kaum ‘Aad. Mereka dianugerahi dengan negeri yang subur dan makmur, kecerdasan dan kehebatan fisik. Bahkan, kaum ‘Aad mahsyur dengan tubuhnya yang gagah dan tegap. Mereka dikenal kuat melakukan berbagai aktivitas yang berat dengan mudah.

Namun, mereka tidak bersyukur dengan berbagai macam kenikmatan dan anugerah yang diberikan. Mereka malah bersifat angkuh dan sombong. Kaum ‘Aad merasa bahwa mereka adalah yang terkuat dan tidak terkalahkan. Akhirnya mereka melakukan berbagai macam dosa dan maksiat sehingga membuat bumi menjadi rusak dan tidak merasa bersalah salam sekali.

Kaum ‘Aad juga merupakan kaum yang menyembah patung-patung berhala yang mereka buat sendiri. Ada 3 buah berhala yang mereka sembah, yaitu Shad, Shamudra dan Hara. Ketiga berhala ini mereka sembah layaknya Tuhan. Kaum ‘Aad menjadi kaum penyembah berhala yang kedua setelah kaum nabi Nuh AS. Kaum ‘Aad percaya bahwa berhala-berhala yang mereka sembah adalah yang memberi rahmat, kekuatan, kemakmuran dan memberi keselamatan hidup bagi mereka. Mereka bahkan percaya bahwa para berhala dapat menolak bencana yang akan terjadi pada kaum mereka dan bisa menyelematkan mereka dari segala musibah.

Mereka tidak mengenal Allah, Tuhan yang sudah memberi mereka kenikmatan dan menyelamatkan leluhur mereka dari azab yang pedih.

Kehadiran Nabi Hud AS

Sebagaimana firman Allah SWT pada QS. Hud ayat 50.

“Kami telah mengutus kepada kaum ‘Ad, seorang saudaranya bernama Hud, seraya berkata: “Hai kaumku! Sembahlah Allah Swt, tiada Tuhan bagimu selain Dia. Tiadalah kamu melainkan orang yang selalu mengada-adakan saja.” (QS. Hud, ayat 50)

Allah mengutus seorang nabi yang berasal dari kaum ‘Aad itu sendiri, ia adalah nabi Hud AS.

Perjuangan nabi Hud AS dalam mengajak kaum ‘Aad untuk menyembah Allah dipenuhi dengan berbagai cobaan. Tiap kali nabi Hud AS menyeru mereka agar segera bertobat kepada Allah, mereka selalu mengabaikannya dan malah memaki-maki nabi Hud AS.

Hati mereka seolah sudah ditutupi agar tidak bisa menerima hidayah dari Allah SWT. Keangkuhan dan kesombongan kaum ‘Aad membuat Allah murka. Azab pertama yang ditimpakan kepada kaum ‘Aad adalah musim kemarau dan kekeringan yang melanda tanah mereka. Kekeringan itu terjadi sangat panjang. Allah membuat sungai-sungai mereka yang indah menjadi kering, tanaman-tanaman yang mereka rawat menjadi mati, dan hewan ternak mereka menjadi kelaparan dan haus.

Azab Angin Ribut 7 malam 8 hari

Melihat kejadian ini, nabi Hud AS sekali lagi menyeru dan memerintahkan kepada mereka agar segera bertaubat dan beliau berkata bahwa peristiwa ini tidak lain adalah azab sekaligus peringatan dari Allah SWT.

“Hai kaumku! Minta ampunlah kepada Tuhanmu dan bertaubatlah kamu kepada-Nya, niscaya Ia menurunkan hujan yang lebat dari langit, dan Ia menambah kekuatan bersama dnegan kekuatanmu, sebab itu janganlah kamu berpaling, nanti kamu menjadi orang yang berdosa!” (QS. Hud ayat 52).

Begitulah seruan nabi Hud AS kepada kaumnya. Namun, mereka sama sekali tidak goyah. Mereka malah meminta bukti kebenaran atas apa yang dikatakan oleh nabi Hud AS.

“Wahai Hud! Tiada engkau mendatangkan kepada kami suatu keterangan, sebab itu kami tidak suka meninggalkan tuhan kami dengan semata-mata perkataan engkau itu saja, dan tiadalah kami percaya kepada engkau. Tiadalah kami mengatakan, melainkan diantara Tuhan kami telah menimbulkan kejahatan kepada engkau (yaitu penyakit gila).” Hud berkata: “Sesungguhnya saya mempersaksikan hal ini kepada Allah dan jadi saksilah kamu, bahwa saya berlepasa diri daripada yang kamu persekutukan”. (QS. Hud ayat 53-54).

Begitulah dialog antara kaum ‘Aad dengan nabi Hud AS. Kaum ‘Aad tetap tidak mau menerima ajaran nabi Hud AS, tetapi nabi Hud AS selalu berusaha untuk mengajak mereka menyembah Allah SWT tidak peduli apa yang mereka katakan.

Kaum ‘Aad tetap saja melakukan apa yang mereka kehendaki sendiri, mereka tetap berbuat jahat dan tidak mau beriman.

Sampai pada suatu saat, muncul sebuah awan hitam yang mengelilingi langit kaum ‘Aad. Kaum ‘Aad keluar dari rumah-rumah mereka dan berpikir bahwa awan itu adalah awan yang mereka nantikan. Awan yang dapat memberikan kebahagian, awan yang akan menurunkan hujan untuk tanaman dan ternak-ternak mereka.

“Itu bukan awan rahmat, tetapi awan yang membawa angin samun yang akan menewaskan kamu sekalian, angin yang penuh adzab siksa yang sepedih-pedihnya.”

Setelah nabi Hud AS selesai berkata seperti itu, angin yang dahsyat segera berhembus dan merusak segala tanaman serta menerbangkan ternak-ternak kaum ‘Aad. Badai angin ini terjadi selama 7 malam 8 hari tanpa putus. Tidak ada yang dapat menyelamatkan semua kaum ‘Aad. Semuanya tewas kecuali nabi Hud AS beserta para pengikutnya yang beriman.

Wafatnya Nabi Hud AS

Nabi Hud AS diberi mukjizat oleh Allah SWT agar selamat dan sama sekali tidak mendapatkan musibah dari angin ribut yang melanda kaum ‘Aad. Setelah 7 malam 8 hari, nabi Hud AS pindah ke Hadramaut. Di sanalah kemudian ia hidup dengan pengikutnya. Sampai akhirnya nabi Hud AS meninggal pada usia 130 tahun.

Baca juga: Kisah Nabi Idris

Banyak hikmah yang dapat dipelajari dari kisah teladan nabi Nuh AS. Salah satu hikmah yang dapat diambil dari kisah teladan nabi Nuh AS adalah pantang menyerah dan selalu ingat bahwa kesombongan dan keangkuhan hanya akan mendatangkan azab yang pedih.

Silahkan berikan rating