Gambar kerajaan Islam di Indonesia

15 Kerajaan Islam di Indonesia Beserta Penjelasannya Lengkap

Diposting pada

Kerajaan Islam di Indonesia – Indonesia mayoritas penduduknya beragama Islam, tak heran juga jika sebelumnya terdapat kerajaan Islam di Indonesia yang begitu berkembang. Banyak kerajaan-kerajaan Islam tersebar ke seluruh Indoensia.

Kerajaan Islam ini ada juga yang termasuk ke dalam kerajaan Islam tertua di indonesia. Sampai saat ini peninggalan-peninggalan kerajaan Islam masih disimpan dengan rapi dan baik.

Runtuhnya kerajaan Sriwijaya menjadikan orang-orang barat masuk dan semangat menyebarkan agama Islam pada abad ke-13 juga. Awalnya kerajaan Islam di Indonesia muncul di area kawasan Selat Malaka yaitu Kerajaan Perlak yang disusul dengan adanya Kerajaan Pasai dan juga Kerajaan Aceh.

Perkembangan kerajaan Islam di pesisir dipengaruhi oleh adanya pedagang-pedagang Islam yang masuk ke Indonesia. Sehingga tak sedikit penduduk setempat yang tertarik akan ajaran Agama Islam ini.

Baca juga: Teori masuknya Islam ke Indonesia yang paling benar

Lantas kerajaan apa saja yang bercorak Islam di negara Indonesia ini? Ayo kita pelajari pada ringkasan 15 Kerajaan Islam di Indonesia.

15 Kerajaan Islam Di Indonesia

1. Kerajaan Perlak

Sebetulnya ada beberapa orang yang mengatakan bahwa Kerajaan Islam di Indonesia yang pertama atau kerajaan Islam tertua di Indonesia ada di Kerajaan Pasai. Namun ada juga orang yang mengatakan bahwa Kerajaan Islam tertua di Indoensia adalah Kerajaan perlak.

Dimana kala itu wilayah pesisir memang lebih dulu terpengaruh dengan ajaran-ajaran Islam. Pada saat itu ada seminar sejarah masuknya dan berkembangnya Islam di Aceh dan nusantara mengukuhkan bahwa Kerajaan Perlak adalah kerajaan pertama yang bercorak Islam se-Indonesia.

Bukti Kerajaan Perlak:

  • Naskah tua dari Idharatul Haq fi Mamlakatil Ferlah wal Fasi karangan Abu Ishak Makarani Al Fasy
  • Kitab Tazkirah Thabakat Jumu Sultan as Salathin karangan Syekh Syamsul Bahri Abullah As Syari
  • Silsilah Raja-raja Perlak dan Pasai yang merupakan catatan dari Saiyid Abdullah Bin Saiyd Habib Saifuddin
  • Stempel kerajaan
  • Mata uang Perlak
  • Makam Raja Benoa

2. Kerajaan Samudra Pasai

Letak Kerajaan Islam di Indonesia Samudra Pasai

Kerajaan ini berdiri pada abad ke-13 yaitu kerajaan kedua yang bercorak Islam dalam sejarah. Secara geografis letak Kerajaan Samudra Pasai ini terletak di Aceh bagian utara pada Kabupaten Lokseumawe.

Kerajaan ini adalah gabungan dari 2 kerajaan yaitu kerajaan Perlak dan Pase. Raja dari Kerajaan Samudra Pasai ini awalnya Sultan Malik al Saleh yang kemudian pada tahun 1297 wafat sehingga digantikan oleh Sultan Mahmud sebagai putra Sultan Malik al Saleh.

Kerajaan Samudra Pasai sempat berada pada puncak kejayaan karena kala itu ada kemajuan di bidang agama, pemerintahan, dan perikanan. Sultan dapat mengelola dengan baik perikanan dan pertanian waktu itu. Kemudian pada masa keruntuhannya, setelah tak ada pengganti dari Raja Sultan Malikul Zahir maka terjadilah sebuah perebutan kekuasaan.

Tak hanya itu, serangan dari Kerajaan Majapahit juga kala itu membuat Kerajaan Samudra Pasai makin goyah. Serangan Portugis pun ikut menjadi serangan terakhir yang menjadikan kerajaan ini hanya menjadi sejarah karena kemunduran kerajaan ini.

3. Kerajaan Demak

Peninggalan Kerajaan Islam di Indonesia

Berdirinya kerajaan Islam di Indonesia yang ketiga ini cukup unik dimana Raden Patah kala itu yang merupakan trah dari Kerajaan Majapahit mendirikan sebuah kerajaan bercorak Islam. Padahal Kerajaan Majapahit adalah kerajaan yang bercorak bukan Islam. Saat kerajaan ini berdiri Kerajaan Majapahit sebelumnya sudah runtuh terlebih dahulu.

Kerajaan Demak adalah kerajaan yang berada di pulau Jawa. Kerajaan ini cukup dikenal masyarakat. Orang sering mengunjungi makam-makam wali songo yang salah satunya yaitu dari Kerajaan Demak ini. Cerita-cerita yang ada di masyarakat bahwa wali songo berasal dari sini yang menyebar untuk menyebarkan agama Islam dengan metode-metode yang sesuai dengan kehidupan sekitar. Jadi para wali ini sedikit demi sedikit mengaitkan ajaran Islam dengan adat-adat yang ada di sekitar kita.

Berdasarkan sejarah kerajaan Demak ini adalah kerajaan Islam pertama yang berdiri di pulau Jawa. Kerajaan ini juga mengalami puncak kejayaan saat itu yang dipimpin oleh Sultan Trenggana. Hampir seluruh kerajaan di Jawa di taklukkan walaupun ada 1 kerajaan yang tidak bisa ditaklukan yaitu kerajaan Pajajaran. Selain ke seluruh pulau Jawa Kerajaan Demak juga mengupayakan perluasan ke selat Malaka tetapi masih gagal.

Peninggalan Kerajaan Demak juga banyak sekali dan sudah dibahas pada artikel sebelumnya.

4. Kerajaan Banjar

Selain kerajaan yang berada di Pulau Jawa ada juga kerajaan Islam di Indonesia yang berdiri di Pulau Kalimantan yaitu Kerajaan Banjar. Kerajaan yang berdiri pada tahun 1520 Masehi ini sempat dihapus dari catatan sejarah oleh Belanda. Belanda menghapus catatan Kerajaan Banjar ini pada 11 Juni 1860. Namun rakyat Banjar tetep kokoh dalam memegang sejarah kerajaannya.

Kerajaan Banjar didirikan oleh Sultan Khairul. Kerajaan Banjar mengalami masa kejayaan pada abad ke-17. Rempah-rempah yang paling diincar oleh para pendatang dan juga pedagang menadi komoditas utama dari kerajaan ini. Dari perdagangan itulah Kerajaan Banjar ini tumbuh dan berkembang menjadi kerajaan yang besar.

Pengaruh kolonial Belanda menyebabkan kekacauan yang begitu besar di Kerajaan Banjar. Politik adu domba dari kerajaan Belanda memang sangat bekerja kala itu. Dari adanya adu domba antara para penghuni dari Kerajaan Banjar maka ada perseteruan di kalangan istana. Setelah meletusnya perang dengan Belanda menandai bahwa Kerajaan Banjar runtuh.

5. Kerajaan Mataram

Kerajaan Mataram yang bermula bernama Panembahan Senopati berganti nama pada tahun 1588. Kerajaan ini mengalami masa kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyakrakusuma. Raja Sultan Agung dapat menundukan 4 kerajaan yaitu Tuban, Pasuruan, Surabaya dan juga Blambangan.

Dan lagi-lagi kerajaan harus runtuh karena adanya perebutan kekuasaan antara 2 orang. Selain itu perang saudara juga terjadi kala itu sehingga menjadikan masalah cukup pelik. Dan masalah utama dari perselisihan itu adalah adanya Belanda yang mengadu domba juga sehingga menjadi terpecah-pecah.

6. Kerajaan Pajang

Jika Anda pernah mendengar tentang nama Jaka Tingkir nah kerajaan inilah yang beliau dirikan pada tahun 1568. Setelah Kerajaan Demak bubar Jaka Tingkir memboyongnya setelah melewati pergulatan hebat dengan Arya Panangsang yang semula menguasai Demak.

Kala itu saat raja dari Kerajaan Pajang ialah Adi Wijaya dan wafat pada tahun 1582 kemudian digantikan oleh Pangeran Benowo. Pada masa pemerintahannya Pangeran Benowo tidak berhasil membuat Kerajaan Pajang ke puncak kejayaan sehingga Pangeran Benowo menurunkan tahtanya kepada Sutowijoyo.

Dan saat Sutowijoyo memerintah beliau memindahkan Kerajaan Pajang ke daerah Mataram dan menjadi awal kehancuran dari Kerajaan Pajang.

7. Kerajaan Cirebon

Kerajaan Islam di Indonesia yang ke tujuh adalah Kerajaan Cirebon. Pendiri dan raja dari Kerajaan Cirebon adalah Raden Fatahilah. Raden Fatahillah mendirikan Kerajaan Cirebon pada tahun 1522.

Kerajaan ini dianggap berjasa karena dapat mengislamkan Jawa Barat kala itu. Pada saat itu juga kerajaan ini mengalami masa kejayaan dengan dibuktikan semakin bertambah luasnya wilayah Kerajaan Cirebon. Pada tahun 1679 Kerajaan Cirebon ini dibagi menjadi 2 yaitu Kerajaan Kanoman dan Kasepuhan.

Lagi-lagi VOC ingin menduduki Kerajaan Islam. Maka VOC masih menggunakan jurus andalannya yaitu mengggunakan politik Devide Et Impera atau bisa disebut dengan politik adu domba. Karena dibaginya Kerajaan Cirebon ini maka semakin mempermudah VOC meruntuhkan Kerajaan Cirebon yang pada akhirnya runtuh pada Abad ke-7.

8. Kerajaan Banten

Kerajaan Banten merupakan kerajaan Islam di Indonesia selanjutnya yang didirikan oleh Hasanudin karena mendapatkan mandat dari ayahnya yaitu Raden Fatahillah. Pada masa Hasanudin, kerajaan ini berkembang begitu pesat ia dan ayahandanya giat menyebarkan agama Islam.

Saat itu ada Kerajaan Pajajaran yang beragama Hindu mayoritas orang-orangnya. Dan banyak dari mereka yang berpindah menganut agama Islam sehingga kerajaan tersebut mengalami kemunduran.

Kerajaan Banten memperluas daerahnya sampai ke Palembang. Palembang pada saat itu dipimpin oleh Ki Gede Ing Suryo yang berasal dari Surabaya. Di tengah peperangan Raja Banten kala itu gugur sehingga tentara Banten ditarik mundur untuk kembali ke Banten. Kemunduran dari kerajaan ini karena Belanda terus menerus melakukan blokade sehingga ruang gerak dari Kerajaan Banten ini menjadi semakin sempit hingga mengalami kemunduran.

9. Kerajaan Ternate

Kerajaan Ternate adalah salah satu dari 4 kerajaan Islam Indonesia yang berada di Maluku. Karena letaknya di Maluku kerajaan ini berkembang begitu pesat karena adanya rempah-rempah yang bisa dijadikan komoditi utama mereka.

Raja pertama dari Kerajaan Ternate adalah Sultan Marhum (1465-1486). Karena kekayaan rempahnya itu banyak orang Portugis yang datang ke Ternate untuk mengusai wilayah tersebut dengan cara membuat onar. Sehingga Sultan Harun membuat perjanjian dengan Portugis demi masyarakat sekitar dan juga kerajaan.

Sultan Harun kemudian digantikan oleh Sultan Babullah. Kemudian Sultan Babullah tidak terima dengan perlakuan dari orang-orang Portugis sehingga terjadi pertarungan selama 4 tahun yang pada akhirnya Kerajaan Ternate menang dan dapat mengusir orang-orang Portugis keluar dari kerajaan Ternate.

10. Kerajaan Tidore

Tak beda dengan Kerajaan Ternate. Kerajaan Tidore juga terletak di Maluku. Kerajaan ini berdiri pada tahun 1801 dengan Raja Muhammad Naqil. Kerajaan ini juga dikenal dengan penghasilan rempah-rempah yang bagus. Tak heran jika orang-orang Belnda, Spanyol dan Portugis datang untuk melakukan perdagangan dengan orang-orang Tidore. Dari rempah itulah kerajaan Tidore mengalami masa kejayaan.

Kerajaan Tidore kala itu sadar bahwa mereka (kerajaan Ternate dan Tidore) hanya dimanfaatkan dan diadu domba untuk dimusnahkan maka Kerajaan Ternate dan Tidore menyatukan kekuatan untuk mengusir orang-orang luar yang datang untuk membuat kerushuan.

11. Kerajaan Makasar

Kerajaan yang satu ini juga giat dalam mengembangkan ajaran-ajaran Islam ke seluruh Indonesia. Kerajaan Makasar mengalami masa kejayaan pada saat Raja Sultan Hasanudin berkuasa. Disisi lain ada Belanda yang tak begitu langsung menyerah utnuk dapat menguasai Makasar.

Saat itu Belanda pintar memanfaatkan situasi pada saat Sultan Hasanudin berperang dengan Aru Palaka. Dikarenakan Aru Palaka dibantu Belanda maka Kerajaan Makasar hampir mengalami kekalahan dan Sultan Hasanudin mengambil jalan untuk membuat surat perjanjian yang disebut Bongaya.

Baca juga: Proses masuknya Islam ke Indonesia

Belanda tetap tegap dalam misinya untuk menguasai Makasar hingga saat itu Sultan Hasanudin menyerah karena kelicikan Belanda. Sejak Sultan Hasanudin menyerah maka Kerajaan Makasar ini runtuh dan mengalami kehancuran.

12. Kerajaan Bone

Penyebaran agama di Kerajaan Bone ini tak luput dari campur tangan dari Kerajaan Makasar. Kemudian Sultan Alaudin melakukan penyebaran agama-agama Islam dengan cara damai. Sebetulnya Raja Bone XI tidak menganut ajaran Islam, namun suatu saat ia percaya dengan ajaran Islam sehingga meninggalkan kerajaan untuk memeluk agama Islam dimana agama Islam ini adalah agama yang ditolak oleh rakyat-rakyatnya sebelumnya.

13. Kerajaan Selaparang

Kerajaan ini adalah salah satu kerajaan Islam di Indonesia yang terletak di Nusa Tenggara Barat. Hadirnya kerajaan ini yaitu menyebarkan agama Islam ke Lombok NTB berkisar pdaa abad ke-15. Masuknya kerajaan Islam kali ini kemungkinan dari Kerajaan Sulawesi. Yaitu ada mubaligh dari Makasar pada tahun 1540-1550. Dan Kerajaan Selaparang berkembang setelah Islam masuk ke Lombok.

14. Kerajaan Konawe

Masuk dan berkembngnya Islam di Sulawesi melahirkan kerajaan yaitu kerajaan Konawe. Kerajaan ini terletak di Sulawesi tenggara. Kerajaan ini berdiri pada abad ke-18. Islam masuk ke Indonesia melalui saudagar dari Buton, Bugis dan Ternate. Pada saat itu ajaran Islam belum terlalu diterima maysarakat sekitar.

15. Kerajaan Sukadana / Tanjungpura

Kerajaan ini adalah kerajaan yang sering berpindah tempat. Ada alsannya kerajaan ini sering memindahkan derah nya karena terdapat pdaa jalur prompak atau perampok. Raja tak ingin meresahkan warganya sehingga raja memutuskan untuk berpindah agar tidak sejalur dengan para prompak.

Raja dari Kerajaan Tanjungpura ini mulanya adalah Sultan Muhammad Zainudin, kemudian Gusti Kesuma Matan dan Sultan Muhammad Syaifuddin jika diurutkan dari pertama. Bukti peninggalan bahwa kerajaan ini ada yaitu negeri batu, makam tua di kota yang pernah ditempati oleh Kerajaan Tanjungpura.

Di atas adalah 15 kerajaan Islam di Indonesia. Semoga dapat membantuk rekan-rekan dalam mencari informasi tentang Kerajaan Islam dan juga Kerajaan Islam tertua di Indonesia. Terima kasih.