Pengertian, contoh, dan tujuan kebijakan perdagangan internasional
Pengertian, contoh, dan tujuan kebijakan perdagangan internasional

Kebijakan Perdagangan Internasional: Pengertian, Tujuan, Contoh

Diposting pada

Kebijakan Perdagangan Internasional – Halo semua, pada artikel sebelumnya kita telah membahas seputar manfaat perdagangan internasional, nah pada hari ini Sudut Sekolah akan melanjutkan artikel seputar perdagangan internasional, yaitu seputar pengertian kebijakan perdagangan internasional serta tujuan dan contohnya.

Sebelumnya Anda juga harus mengetahui beberapa teori perdagangan internasional menurut para ahli.

Sebuah perdagangan internasional juga terikat oleh aturan-aturan dan juga kebijakan-kebijakan yang harus ditaati. Pengertian kebijakan perdagangan internasional adalah sebuah tindakan maupun peraturan yang ada di suatu negara yang mempengaruhi baik secara langsung ataupun tidak langsung mengenai komposisi, struktur dan arah perdagangan internasional. Kebijakan itu meliputi tarif, dumping, kuota larangan impor, dll.

Kebijakan perdagangan internasional juga ada. Tak jauh beda dengan aturan negara-negara lain yaitu pada bagian impor ada kebijakan mengenai kuota, tarif, subsidi dan larangan impor. Sedangkan pada ekspor meliputi diskriminasi harga, pemberian premi, dumping, politik dagang bebas dan larangan ekspor.

Nah untuk artikel kali ini kita akan membahas kebijakan internasional di negara-negara. Jadi tak hanya di Indonesia saja yang akan kita bahas melainkan meliputi seluruh negara. Dikarenakan banyaknya hubungan ekonomi atau para pelaku perdagangan internasional maka disitulah muncul sebuah kebijakan yang diatur oleh suatu negara.

Setiap negara mempunyai kebijakan masing-masing untuk menstabilkan ekonomi di dalam negara tersebut. Perdagangan internasional memungkinkan banyak sedikitnya barang masuk dan juga keluar. Jika ada suatu barang impor yang lebih diminati masyarakat dibandingkan produk dalam negri maka perekonomian negara tersebut akan menjadi buruk.

Tujuan adanya Kebijakan Internasional

  1. Melindungi lapangan Kerja
  2. Menjaga tingkat pertumbuhan ekonomi
  3. Menjaga stabilitas nilai tukar/kurs valas
  4. Melindungi kepentingan ekonomi nasional
  5. Melindungi kepentingan industri dalam negeri
  6. Menajga stabilitas dan keseimbangan neraca pembayaran internasional

Selain semua tujuan kebijakan internasional tersebut, berikut contoh kebijakan perdagangan internasional.

Contoh Kebijakan Perdagangan Internasional

1. Politik Proteksi

Kebiijakan ini ada dalam suatu negeri bertujuan untuk melindungi industri yang sedang berkembang di dalam negara tersebut. Kebijakan ini timbul dengan tujuan yaitu:

  • Memelihara tradisi nasional
  • Memperluas lapangan kerja
  • Mengoptimalkan produksi dalam negeri
  • Menjaga stabilitas nasional, yang dikhawatirkan terganggu apabila bergantung di negara lain
  • Menghindari risiko yang mungkin terjadi jika hanya menggantungkan diri pada satu komoditi

Politik proteksi dapat dilakukan oleh negara melalui kebijakan:

A. Tarif dan Bea Masuk

Ini adalah kebijakan dimana kita harus membayar ke Bea Cukai (costum area) jika membawa barang dari luar negri masuk ke negara kita. Kebijakan ini berfungsi agar negara mempunyai pendapatan dan mendongkrak industri indsutri dalam negri untuk memproduksi barang tersebut dibandingkan mengimpor memasukkan barang.

Efek dari kebijakan ini adalah barang impor menjadi mahal dan barang lokal buatan dalam negeri mampu bersaing secara harga. Dan kemudian memilih barng lokal yang mempunyai nilai harga yang murah.

Ada 3 cara menentukan tarif dan bea masuk, yaitu:

  1. Bea Ekspor (export duties) adalah pajak atau biaya yang dikenakan untuk barang yang keluar dari dalam negeri.
  2. Bea Impor (import duties) adalah pajak atau biaya yang dikenakan kepada barang yang akan masuk ke dalam negeri
  3. Bea Transito (transit duties) adalah pajak yang dikenakan kepada barang yang melalui batas suatu negara dengan tujuan akhir adalah negara yang lain.

B. Subsidi

Subsidi adalah sebuah kebijakan pemerintah yang dapat mengurangi biaya produksi karena pemerintah membantu kepada industri-industri untuk membuat harga menjadi lebih murah sehingga mudah untuk dipasarkan. Subsidi yang diberikan tak hanya berupa uang namun juga tenaga kerja, peralatan fasilitas kerja dan keringanan pajak.

Subsidi ini juga biasanya diberikan oleh komoditi unggulan untuk diekspor sehingga harga jual barang keluar negeri dapat bersaing dengan negara-negara lain. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk mendorong jumlah ekspor dari suatu negara. Sehingga ekspor dari negara dapat lebih banyak dan mendongkrak ekonomi negara. Kebijakan ini juga dapat menjadi perang subsidi karena semua negara ingin mendorong ekspor barang-barang mereka.

C. Dumping

Dumping adalah sebuah diskriminasi harga. Jadi produsen menjual barang di dalam negeri dengan harga mahal dan menjualnya di luar negeri dengan harga murah. Tujuan ini adalah untuk meraih penghasilan dari ekspor yang lumayan banyak. Kebijakan ini secara tidak langsung dapat membuat negara pengimpor menjadi diuntungkan dan juga volume perdagangan pasti meningkat.

Jika di dalam negara pengimpor ini juga mempunyai produk serupa yang diproduksi dalam negeri maka negara tersebut juga memberlakukan kebijakan anti dumping yaitu menaikkan tarif impor lebih tinggi. Kebijakan ini tidak berlaku selamanya alias hanya sementara saja.

Kebijakan ini akan di non-aktifkan ketika sudah menguasai persaingan luar negri. Jadi kebijakan ini diberlakukan secara fleksibel. Di sisi lain kebijakan dumping ini dianggap kebijakan yang tidak terpuji.

Syarat yang harus di penuhi dalam kebijakan dumping:

  1. Terdapat hambatan yang kuat karena konsumen dalan negeri tidak dapat mengimpor barang dari luar negeri
  2. Kekuatan monopoli dalam negeri lebih besar dibandingkan dengan luar negeri.

Keterangan:

Laba maksimum didapat saat kurva MC sama dengan kurva MR. MC = MR di pasar dalam negeri yang dapat dicapai pada kuantitas produksi OQ1, dan pasar luar negeri dicapai pada kualitas produksi OQ2. Oleh karena itu permintaan di kedua pasar mempunyai kecuraman yang berbeda. Dimana harga pasar dalam negri adalah OP2 sementara harga pasar luar negeri adalah OP1. Sehingga menyebabkan permintaan pada pasar dalam negeri relatif lebih inelastis dibandingkan dengan pasar luar negeri.

D. Kuota atau Pembatasan Impor

Kuota adalah kebijakan pemerintah dalam mengatur masuknya barang atau yang kita sebut impor. Kebijakan ini berakibat jumlah barang dipasar turun sehingga permintaan banyak yang dapat menyebabkan naiknya produksi barang dalam negeri.

Baca juga: Faktor pendorong dan penghambat perdagangan internasional

Tujuan dari kebijakan Impor :

  1. Melindungi produksi dalam negri agar barang tidak over over jumlahnya
  2. Menjamin barang-barang dalam negri dalam proporsi yang cukup
  3. Mengadakan pengawasan dan pengendaluan harga

E. Pelarangan Impor

Kebijakan ini dari namanya sudah terlihat bahwasannya kebijakan ini bermaksud untuk melarang sebuah barang masuk ke dalam negeri. Kebijakan ini ada dengan alasan politik dan ekonomi. Untuk alasan ekonomi sendiri bertujuan untuk melindungi produksi dalam negeri dan meningkatkan produksi dalam negeri.

Dampak dari kebijakan larangan impor:

  1. Mengurangi defisit neraca perdagangan
  2. Melindungi perusahaan dalam negeri dari kebangkrutan

2. Politik Autarki

Kebijakan ini adalah kebijakan yang bertujuan agar negara tidak terpengaruh dengan negara-negara lain. Pengaruh itu meliputi ekonomi, politik dan juga militer. Bisa diambil contoh yaitu ada seorang yang ingin membeli barang dalam negeri sehingga orang tersebut harus menukarkan uangnya dalam bentuk dolar baru dapat melaksanakan pembayaran.

3. Politik Dagang Bebas

Politik ini dimaksudkan untuk antar negara melakukan perdagangan bebas dan menjalin hubungan ekonomi antar negara. Tujuan adanyan perdagangan bebas ini adalah untuk mendorong ekonomi negara tersebut. Jika negara mempunyai barang unggulan maka negara tersebut akan sangat mudah memperjual belikan barang tersebut dengan adanya kebijakan politik dagang bebas.

Mungkin diatas adalah uraian pendek mengenai Kebijakan Perdagangan Internasional. Semoga dapat membantu rekan-rekan dalam mencari penjelasan tentang Kebijakan Perdagangan Internasional. Terimakasih.