Sejarah, ciri-ciri, keadaan benua Eropa

Karakteristik Benua Eropa: Sejarah, Ciri-Ciri, Keadaan Iklim Lengkap

Diposting pada

Karakteristik benua Eropa – Benua Eropa merupakan benua yang memiliki cukup banyak negara maju seperti Inggris, Belanda, Prancis, Italia, dan lainnya. Selain itu, benua ini memiliki dataran yang terendah di dunia dan merupakan benua terpadat ke-3 di dunia. Pada sensus yang dilakukan pada tahun 2016 diketahui bahwa jumlah penduduk benua Eropa adalah 741, 4 juta jiwa dari luas sebesar 10.180.000 km2.

Benua Eropa terletak di 36° LU – 71° LU dan 9° BB – 66° BT, terbagi menjadi 4 wilayah yaitu Eropa Barat, Eropa Timur, Eropa Utara, dan Eropa Selatan, dan berbatasan dengan:

  1. Samudra Arktik di sebelah uIklim ini dialami oleh negara yang dekat dengan kutub utara, seperti Finlandia, Norwegia, Swedia, dan Rusia. Pada iklim ini terdapat musim dingin, musim semi, musim gugur, dan musim panas. Serta ditemani dengan cuaca yang dingin dan basah.tara
  2. Pegunungan Ural, Sungai Ural, Laut Kaspia di sebelah timur
  3. Pegunungan Kaukasus, Laut Hitam, Laut Tengah di sebelah selatan
  4. Dan Samudra Atlantik di sebelah barat

Benua Eropa memiliki banyak pemandangan yang indah dan nilai sejarah yang unik untuk dipelajari. Untuk itu pada artikel kali ini kita akan membahas lengkap mengenai benua Eropa, dari mulai sejarah, ciri-ciri, keadaan iklim, ekonomi, dan karakteristik benua Eropa.

Baca juga: Karakteristik benua Amerika

Gambar benua Eropa
Gambar benua Eropa

Sejarah Benua Eropa

Sejarah benua Eropa dimulai ketika manusia masuk ke Eropa pada zaman paleolitikum atau batu tua. Setelah itu manusia mulai masuk ke zaman neolitikum atau batu muda karena adanya pertanian pada tahun 7000 Sebelum Masehi. Zaman batu muda (Neolitikum) berjalan sekitar 4000 tahun hingga penggunaan logam tersebar ke seluruh dunia.

Orang-orang Mediterania lah yang mulai mengembangkan dan menyebarkan teknologi selama zaman prasejarah, banyak sekali contoh peradaban dari benua Eropa yang terkenal, seperti Minoa dan Mykenai yang mulai berkembang pada zaman perunggu sekitar tahun 1200 Sebelum Masehi.

Setelah itu benua Eropa masuk ke dalam zaman klasik, yaitu pada saat pengaruh Yunani Kuno sangat kuat yang dipimpin oleh kekaisaran Alexander Agung yang memperluas wilayahnya hingga Asia. Setelah itu mulai muncul beberapa negara kecil sekitar tahun 753 Sebelum Masehi yang selanjutnya berubah menjadi Republik Romawi sekitar tahun 509 Sebelum Masehi. Setelah pemerintahan dipegang oleh Julius Caesar ia mengubah Republik Romawi menjadi Kekaisaran Romawi, dan dibagi menjadi Kekaisaran Romawi Barat dan Kekaisaran Romawi Timur pada masa kaisar Diokletianus.

Setelah itu Kekaisaran Romawi Barat hancur pada tahun 476 Masehi yang disebabkan oleh serangan dari Eropa Utara yang sangat kuat, sehingga menandakan akhir zaman klasik dan mulai masuk pada zaman atau abad pertengahan. Sedangkan Romawi Timur masih bertahan hingga abad pertengahan, setelah itu baru lah mulai muncul peradaban bangsa jermanik, yang terdiri dari suku Frank yang kemudian akan berevolusi menjadi beberapa negara seperti Perancis dan Jerman. Dan pada tahun 927 Masehi Kerajaan Inggris mulai berkembang.

Sejarah benua Eropa sangat kental dengan peradaban Yunani hingga Romawi, karena dari masa itu lah peradaban Eropa dimulai. Dan banyak sekali pengaruhnya, seperti di bidang bahasa, ilmu pengetahuan, filsafat, seni, hingga sistem pendidikan.

Karakteristik Benua Eropa

Ada banyak ciri-ciri dan karakteristik Benua Eropa seperti kondisi alam, kondisi iklim dan cuaca, topografi, populasi, perkembangan industri, kondisi perekonomian, dan kegiatan penduduk. Semua itu akan dibahas lengkap, berikut penjelasannya.

1. Kondisi Alam Benua Eropa

Benua Eropa memiliki bentang alam yang lengkap, dari mulai dataran tinggi, dataran rendah, pegunungan, dan lainnya.

Dataran tinggi pada benua Eropa berada pada bagian utara dan barat laut seperti dataran Britania di Perancis Barat hingga Samudra Arktik. Disana terdapat pula pegunungan berbatu, plato tinggi hingga lembah dalam yang mempunyai ketinggian yang beragam. Titik tertinggi di benua Eropa adalah Gunung Elbrus di Rusia yang mencapai ±5.642 m.

Sedangkan untuk dataran rendahnya terdapat pada benua Eropa bagian tengah sampai timur. Hampir semua negara benua Eropa merupakan wilayah dataran rendah, seperti Belgia, Belanda, Denmar, Jerman, Prancis, Polandia, dan negara-negara pecahan dari Rusia. Titik terendah di Benua Eropa adalah Laut Kaspia.

Untuk daerah pegunungan terdapat di benua Eropa bagian selatan dan barat daya, seperti Pegunungan Alpen yang terdapat di Spanyol yang membentang sampai ke Kaukasus. Selain itu juga terdapat gunung aktif seperti Gunung Etna dan Gunung Vesuvius di Italia. Pegunungan Kaukasus terdapat diantara laut Hitam dan Laut Kaspia yang memisahkan wilayah Eropa dan Timur Tengah.

Selain dataran tinggi, dataran rendah, dan daerah pegunungan benua Eropa juga memiliki beberapa sungai dan danau yang terkenal. Seperti Sungai Thames, Sungai Elbe, Sungai Donau, Sungai Rhein, Sungai Rhone, dan Sungai Wolga. Dan danau yang terkenal adalah Danau Kaspia (Laut Kaspia), Danau Ladoga, Danau Onega, dan Danau Rybinsk.

2. Kondisi Iklim Dan Cuaca Benua Eropa

Karena secara astronomis benua Eropa terdapat di 36° LU – 71° LU dan 9° BB – 66° BT yaitu terletak di atas garis khatulistiwa sehingga kondisi iklim dan cuacanya beda jauh dengan Indonesia. Iklim pada benua Eropa juga dipengaruhi oleh Arus Atlantik dan Arus Teluk, dan iklimnya terbagi menjadi 5 yaitu iklim laut, iklim kutub, iklim kontinental, iklim peralihan, dan iklim mediterania.

  1. Iklim Laut, iklim ini dialami oleh negara yang berada di wilayah Eropa Barat Laut yang dekat dengan Samudra Atlantik, seperti Belanda, Belgia, Inggris, dan Irlandia. Pada iklim ini cuaca dan iklimnya sangat sejuk, nyaman, dan memiliki curah hujan yang cukup.
  2. Iklim Kutub, iklim ini dialami oleh negara yang dekat dengan kutub utara, seperti Finlandia, Norwegia, Swedia, dan Rusia. Pada iklim ini terdapat musim dingin, musim semi, musim gugur, dan musim panas. Serta ditemani dengan cuaca yang dingin dan basah.
  3. Iklim Kontinental, iklim ini memiliki musim dingin dan musim panas yang ekstrim, dan dialami oleh negara yang terdapat pada benua Eropa bagian timur.
  4. Iklim Peralihan, yang mengalami iklim ini adalah benua Eropa bagian tengah.
  5. Iklim Mediterania, iklim ini dialami oleh wilayah Eropa Selatan, seperti Laut Tengah.

3. Topografi Benua Eropa

Karakteristik benua Eropa selanjutnya adalah wilayah Benua Eropa dibagi menjadi 5, yaitu:

1. Eropa Utara

  • Estonia
  • Islandia
  • Denmark
  • Finlandia
  • Norwegia
  • Swedia

2. Eropa Selatan

  • Albania
  • Bosnia Herzegovina
  • Italia
  • Kroasia
  • Malta
  • Macedonia
  • Portugal
  • Slovenia
  • Spanyol
  • Yunani

3. Eropa Timur

  • Bulgaria
  • Belarusia
  • Georgia
  • Latvia
  • Lithuania
  • Moldova
  • Rumania
  • Rusia
  • Ukraina

4. Eropa Barat

  • Belgia
  • Belanda
  • Irlandia
  • Inggris
  • Jerman
  • Luksemburg
  • Perancis
  • San Marino
  • Swiss

5. Eropa Tengah

  • Slovakia
  • Republik Ceko
  • Polandia
  • Hungaria
  • Austria

4. Populasi Benua Eropa

Karakteristik Benua Eropa selanjutnya adalah keberagaman suku dan ras penduduknya. Terdapat 5 suku penduduk asli benua Eropa, yang memiliki ciri khas masing-masing yang terdapat di warna mata dan rambutnya.

  • Alpina, suku ini memiliki mata berwarna coklat dengan rambut pirang dan mendiami wilayah Eropa Tengah dan kebanyakan di negara Belgia, Perancis, dan Swiss.
  • Dinara, merupakan suku yang memiliki ciri khas rambut berwarna gelap dan merupakan penduduk Rumania.
  • Mediteran, merupakan suku yang tinggal di Italia, Spanyol, dan Yunani yang memiliki ciri khas mata kecoklatan dengan rambut hitam yang bergelombang.
  • Nordik, merupakan penduduk asli wilayah Benua Eropa Utara dengan ciri khas mata berwarna biru dengan rambut pirang.
  • Slavia, merupakan penduduk asli Bulgaria, Rusia, Slovakia, dan Yugoslavia yang memiliki mata berwarna abu-abu biru dan rambut pirang yang sedikit keputihan.

5. Perkembangan Industri

Dari zaman prasejarah dulu memang benua Eropa merupakan salah satu benua dengan perkembangan industri yang baik. Ini yang menjadikan ciri benua Eropa, yaitu banyak negara-negara maju yang merupakan negara penghasil industri. Segala industri berkembang di benua Eropa, baik industri ringan maupun industri berat. Industri yang berkembang di Eropa sudah masuk ke segala aspek.

Seperti industri makanan dan minuman, industri transportasi, industri tekstil, industri elektronik, industri obat-obatan, industri pertanian, industri perikanan, dan yang lainnya. Sebagian hasil industri tersebut digunakan oleh negara-negara Eropa dan banyak juga yang di ekspor ke berbagai belahan dunia. Perkembangan industri di Eropa maju karena banyaknya penemu dan ilmuwan yang menjadikan teknologi menjadi semakin berkembang dan mempunyai pengaruh kepada dunia.

Baca juga: Karakteristik benua Asia

6. Kondisi Perekonomian Benua Eropa

Karakteristik dari benua Eropa lainnya adalah kondisi perekonomian yang berkembang pesat. Kegiatan perekonomian benua Eropa berkembang pesat karena didukung oleh negara-negara maju yang memiliki teknologi modern, sehingga berbagai sektor perekonomian di benua Eropa semakin berkembang.

Negara-negara Eropa di bagian barat merupakan negara-negara maju yang mempunyai pengaruh penting bagi perekonomian di benua Eropa, karena semua sektor perekonomian seperti perindustrian, perdagangan, peternakan, hingga pertanian sudah dikelola dengan konsep dan alat yang modern.

Sehingga hasil yang didapat bisa maksimal, contoh negara dengan sektor pertanian modern adalah Inggris dan Belanda. Di sektor peternakan modern adalah Belanda, Denmark, dan Spanyol. Pada sektor industri modern terdapat Inggris, Jerman, dan Rusia.

Demikian ulasan Sudut Sekolah mengenai sejarah, kondisi alam, kondisi iklim, topografi, populasi, perkembangan industri, kondisi perekonomian, ciri-ciri, dan karakteristik benua Eropa. Terima kasih telah membaca, semoga bisa menambah ilmu pengetahuan kamu. Sampai jumpa di artikel geografi lainnya.