Pengertian, jenis-jenis batuan

22 Jenis-jenis Batuan (Beku, Sedimen, Metamorf) Beserta Penjelasannya

Diposting pada

Jenis-jenis batuan – Selamat datang di situs pendidikan Indonesia, pada kali ini kita akan membahas mengenai batuan, dari mulai pengertian, hingga jenis-jenis batuan beku, sedimen, metamorf beserta penjelasan lengkapnya. Nah langsung saja, berikut ini adalah jenis-jenis batuan.

Pengertian Batuan

Batuan merupakan sebuah perkumpulan suatu mineral yang menjadi satu dan mengeras atau membeku. Batuan menjadi salah satu penyusunan yang penting dalam materi bumi. Terdapat berbagai batuan yang tersusun dari jenis mineral yang berbeda dengan yang lain.

Baca juga: Ciri-ciri gymnospermae

Ada batuan yang tersusun dari bahan mineral saja namun ada juga batuan yang tersusun dari berbagai gabungan mineral, bahan-bahan organic serta bahan vulkanik. Bahkan ada juga batuan yang tersusun dari kombinasi semua komponen tersebut. Batuan satu dengan batuan yang lain dibedakan berdasarkan komposisi mineral dan kimianya, yang memiliki tekstur partikel unsur dan proses terbentuknya.

Batuan merupakan salah satu elemen kulit bumi yang menyediakan mineral anorganik dari proses pelapukan yang kemudian menghasilkan tanah. Batuan memiliki komposisi mineral, sifat fisik dan juga memiliki umur yang bermacam-macam. Secara umum batuan terdiri dari gabungan dua mineral bahkan lebih.

Berbicara mengenai mineral pasti banyak yang belum tau atau masih asing. Jadi, mineral merupakan sebuah zat anorganik yang terdiri dari komposisi kimia serta struktur atom tertentu. Mineral terdiri dari berbagai jenis serta mempunyai berbagai jenis kombinasinya.

Bagian lapisan luar bumi, litosfer yang padat terbuat dari batuan. Batuan sendiri terdiri dari tiga macam, yaitu batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf. Secara ilmiah terdapat suatu keilmuan tentang batu-batuan yang disebut dengan petrologi. Petrologi merupakan salah satu komponen yang penting dari geologi. Misalnya, dalam bangunan, batuan bisa digunakan untuk memperindah suatu bangunan yang memberikan pemandangan yang indah dari batuan alam.

Pengertian Batuan Beku

Batuan beku merupakan sebuah batuan yang terbentuk dari magma yang telah mengalami pembekuan sehingga menjadi keras. Batuan beku biasa terdapat didalam kerak bumi. Nama lain dari batuan beku adalah igneus. Terdapat sekitar 700 jenis batuan beku yang terdapat di bumi dan sebagian juga terdapat di kerak bumi yang sudah diidentifikasi.

Batuan beku merupakan sebuah batuan yang terbentuk karena proses pembekuan magma. Magma yang berbentuk cair akan menjadi padat setelah mengalami pendinginan atau pembekuan shingga disebut dengan batuan beku.

Batuan beku terbentuk dari magma yang terjadi dalam proses terbentuknya dengan sebutan batuan instrusif yang terjadi dibawah permukaan bumi. Atau bisa juga bisa dilalui batuan ekstrusif atau vulkanik yang terjadi pada permukaan bumi. Batuan intrusif merupakan sebuah batuan yang mengalami suatu proses kristalisasi magma yang terdapat pada permukaan bumi.

Magma tersebut memiliki tekstur yang keras seperti batu, sedangkan batuan vulkanik atau ekstrusif bisa dilihat saat magma keluar menuju atas permukaan bumi. Magma memiliki resiko yang besar yaitu bisa meledak diatas atmosfer, yang kemudian akan terjatuh ke bumi karena gaya gravitasi.

Pengertian Batuan Sedimen

Batuan sedimen merupakan sebuah batuan yang tercipta karena mengalami proses pembatuan atau litifikasi dari sebuah proses pelapukan dan erosi yang terbawa dan nantinya akan mengendap. Batuan sedimen terbentuk berasal dari sebuah batuan beku yang telah mengalami erpsi yang kemudian mengendap lalu menjadi keras. Batuan sedimen memiliki lapisan yang banyak secara mendatar.

Pengertian Batuan Metamorf

Batuan metamorf merupakan sebuah batuan yang dalam proses terbentuknya mengalami fase pemadatan, namun disini batuan metamorf tidak mengalami fase pencairan. Dalam kata lain proses ini biasa disebut dengan proses metamorfisme.

Dalam proses metamorfisme dibutuhkan temperatur yang sangat tinggi antara 200 derajat celcius hingga 6500 derajat celcius. Hal ini sangat penting sekali, karena jika tidak, maka batuan metamorf tidak akan terbentuk. Terdapat batu-batuan yang berasal batuan lain yang dianggap sebagai induk seperti batuan beku dan batuan sedimen.

Untuk menyandang sebagai batuan induk, sebuah batuan harus memenuhi syarat antara lain sudah melalui proses mineralogy, struktur dan tekstur yang tidak lain bergantung pada perubahan temperatur dan dengan tekanan yang tinggi pada batuan induknya.

Temperatur memang memiliki peran penting dalam proses pembentukan batuan. Karena temperatur dan tekanan tinggi dari batuan induk bisa merubah struktur dan tekstur batuan tersebut. Sebuah batuan akan terbentuk sesuai dengan sifat pembentuknya bisa berasal dari material atau sebagainya. Jadi, setiap batuan memiliki perbedaan struktur dan tekstur yang disebabkan oleh perbedaan proses metamorfismenya.

Jenis-jenis Batuan Beku

Jenis-jenis batuan beku

Batuan beku terdiri dari berbagai jenis batuan yang tidak asing dikenal. Lalu apa saja jenis-jenisnya? Jenis batuan beku antara lain sebagai berikut:

1. Batu Obsidian

Batu obsidin merupakan batuan yang berwarna coklat atau hitam. Batu obsidian juga bisa disebut batuan kaca karena pada permukaannya mengkilap dan halus.

2. Batu Basal

Batu basal atau batu lava merupakan batu yang memiliki warna hijau dengan sedikit keabu-abuan yang tersusun dari butiran kecil.

3. Batu Kimberlite

Batu kimbrelite merupakan batuan yang terbentuk dari vulkanik ultrabasa yang cukup langka namun kimbrelite merupakan biji berlian yang banyak dicari orang.

4. Batu Apung

Batu apung merupakan batuan yang memiliki bentuk berongga dengan warna yang khas.

5. Batu Andesit

Batu andesit merupakan batu yang memiliki warna putih yang keabu-abuan. Batu andesit memiliki struktur seperti batuan basal.

6. Batu Granit

Batu granit merupakan batuan yang terbentuk dari butiran-butiran kasar yang berwarna-warni.

7. Batu Granodiorit

Batu granodiorit merupakan batu yang memiliki jenis yang berbeda yaitu biotit, hornblende, plagioklas dan kuarsa.

Jenis-Jenis Batuan Sedimen

Sumber: https://windowsnesia.com/

Batuan ini terbentuk karena terdapat suatu pelapukan pada pecahan mineral, yang menyebabkan batuan hancur lalu mengendap dan menjadi keras. Contoh batuan sedimen klastik yaitu batu konglomerat, batu breksi, dan batu pasir.

1. Batuan Sedimen Klastis

Sedimen Klastik adalah jenis batuan yang proses pembentukannya dari alam melalui pengendapan dari berbagai material, seperti lempung bahkan bongkah batuan.

2. Batuan Sedimen Kimiawi

Sedimen kimiawi merupakan batuan yang terbentuk disebabkan dengan adanya suatu pengendapan suatu proses kimia pada mineral tertentu. Contoh batuan sedimen kimiawi yaitu batuan anhidrit dan batu garam.

3. Batuan Sedimen Organik

Sedimen organik adalah salah satu batuan yang terbentuk disebabkan oleh adanya suatu pengendapan dari sisa-sisa makhluk hidup. Contoh batuan sedimen organik yaitu terumbu karang dan batu gamping.

Jenis-jenis Batuan Metamorf

Sumber: https://id.wikipedia.org/

Batuan metamorf memiliki 3 jenis sesuai dengan proses pembentukan sebagai berikut.

1. Batuan Kontak

Batuan kontak merupakan salah satu batuan yang terbentuk karena terjadi peningkatan suhu maka akan terjadi perubahan kimia karena intrusi magma.

2. Batuan Dinamo

Batuan dinamo merupakan sebuah batuan yang proses terbentuknya terjadi karena tekanan yang cukup besar dan pemansan. Tekanan yang terjadi berasal dari lapisan bertumpuk dalam jangka waktu lama. Contohnya batu sabak dan batubara.

3. Batuan Thermal-Pneumatolik

Batuan thermal-pneumatolik merupakan sebuah batuan yang proses terbentuknya karena zat-zat tertentu yang saat itu masih dalam metamorfosis batuan. Contohnya batu topaz, zamrud dan permata.

Macam-macam Contoh Batuan Metamorf

1. Batu Kuarsit

Batu kuarsit merupakan batuan yang bisa berubah saat berada pada suhu yang tinggi. Batu kuarsit memiliki manfaat untuk bahan kerajinan atau kontruksi di jalan raya.

2. Batu Sekis

Batu sekis merupakan batuan yang memiliki kilau. Ditunjukkan dengan mineral yang berubah jadi gelombang. Batu sekis memiliki fungsi sebagai sumber mika.

3. Batu Tanduk

Batu tanduk proses terbentuknya berasal dari dekat sumber panas seperti magma. Batu tanduk bersifat padat.

4. Batu Ganes

Batu ganes merupakan batu yang mempunyai bentuk tipis dan sejajar yang memiliki warna putih dan abu-abu. Batu ganes memiliki manfaat untuk bahan kerajinan.

5. Batu Sabak

Batu sabak merupakan batuan yang biasa digunakan untuk bahan bangunan. Batu sabak berwarna hijau dan hitam.

6. Batu Filit

Batu filit merupakan batuan yang tersusun atas sericite mica, klorit dan kuarsa. Proses terbentuknya berasal dari metamorfosisme dari slate.

7. Batu Milonit

Batu milonit memiliki manfaat untuk bahan kerajinan yang bagus dan memiliki nilai seni yang tinggi.

8. Batu Serpentinit

Batu serpentinit merupakan batuan yang terdiri atas mineral yang proses terbentuknya dari proses serpentinisasi.

Baca juga: Pengertian, struktur, fungsi kloroplas

9. Batu Marmer

Batu marmer atau batu pualam merupakan batu yang berasal dari gamping atau kapur. Batu marmer biasa digunakan untuk bahan utama pembuatan ubin.

Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai pengertian batuan, hingga jenis-jenis batuan beku, sedimen, dan metamorf. Semoga artikel ini bermanfaat, terima kasih telah berkunjung ke Sudut Sekolah.