Jangka Sorong: Pengertian, Cara Membaca, Rumus, Bagian-Bagian Lengkap

Diposting pada

Pengertian, cara membaca, rumus, bagian-bagian jangka sorong – Apakah Anda tahu apa itu jangka sorong? Bagaimana cara membacaa jangka sorong? Apa rumus jangka sorong? Dan apa saja bagian-bagian jangka sorong? Nah, semua itu akan dibahas pada artikel ini. Soal jangka sorong biasanya terdapat pada pelajaran fisika.

Alat ukur jangka sorong seringkali digunakan untuk seseorang yang sering berhubungan dengan mekanik. Alat ukur ini berukuran kecil namun memiliki banyak sekali fungsi. Terutama untuk tempat seperti bengkel otomotif dll. Sebutan lain dari jangka sorong yaitu vernier caliper (sigmat). Berikut ini akan dijabarkan tentang pengertian, cara membaca, rumus serta bagian-bagian dalam jangka sorong.

Gambar jangka sorong
Gambar jangka sorong

Pengertian Jangka Sorong

Jangka sorong merupakan alat ukur yang dapat mengukur suatu jarak, kedalaman, serta diameter dalam suatu objek dengan akurasi dan presisi yang sangat baik (±0,05 mm). Alat ini digunakan secara luas dalam bidang industri engineering (teknik), dimulai dari proses perancangannya, pembuatan, hingga untuk mengecek hasil akhir suatu produk. Hasil pengukuran dari berbagai fungsinya dapat dibaca dengan cara yang sama.

Pemakaiannya yang secara luas didorong oleh tingkat akurasi dan presisi yang cukup tinggi, selain itu benda ini juga mudah untuk digunakan, mudah dibawa kemana saja dan tidak perlu adanya perawatan secara khusus. Alasan inilah yang membuat jangka sorong seringkali lebih banyak di sukai oleh engineer dibandingkan dengan alat ukur konvensional seperti penggaris.

Cara Membaca Jangka Sorong

Berikut ini akan dibahas mengenai cara membaca jangka sorong untuk melihat hasil pengukuran dengan baik, yaitu dibutuhkan dengan 2 langkah cara membacanya:

  1. Membaca skala utama: Angka 21 mm atau 2,1 cm pada garis yang biasanya berwarna merah merupakan angka yang paling dekat dengan garis nol. Skala varies ini berada di sebelah kanan dari nol. Jadi skala utama yang terukur yaitu 21 mm atau 2,1 cm.
  2. Membaca skala vernier: Ada satu garis skala utama yang lurus saling bertemu dengan satu garis lainnya pada skala vernier. Maka garis lurus tersebut merupakan angka 3 pada skala vernier. Maka cara baca skala yang terukur adalah 0,3 mm atau 0,03 cm.

Berikutnya yaitu untuk melihat dari hasil pengukuran akhir, jumlahkan kedua nilai pengukuran sebelumnya. Sehingga akan memberikan hasil pengukuran akhir sebesar 21 mm + 0,3 mm = 21,3 atau 2, 13 cm

Rumus Jangka Sorong Dari Hasil Pengukuran

  • Hasil: Skala utama + (Skala nonius berimpit x Skala terkecil dari jangka sorong) = Skala utama + (Skala nonius berimpit x 0,01 cm).
  • Hasil pengukuran panjang menggunakan jangka sorong, dengan mengikuti rumus berikut.

Hasil = Skala utama + (Skala nonius berimpit x Skala terkecil jangka sorong) = Skala utama + (Skala nonius berimpit x 0,01 x = 0,005 cm (3 desimal) maka hasil pembacaan D cm) karena pengukuran xo juga harus dinyatakan dalam 3 desimal. Tentunya hasilnya tidak seperti mistar pada jangka sorong yang memiliki skala nonius. Dalam hal ini tidak perlu menaksirkan angka terakhir (desimal ke 3) namun cukup hanya dengan memeberikan nilai 0 untuk desimal ke 3. Hasil akhir dari pengukuran menggunakan jangka sorong yaitu: Panjang L = xo ¬+ xD

Bagian–Bagian Jangka Sorong

Bagian-bagian jangka sorong dibagi menjadi skala baca yang ada pada badan alat ukut ini. Sama halnya seperti tanda baca berupa angka-angka pada penggaris yang dapat diatur berdasarkan letak rahang jangka sorong. Rahang tersebut dibagi menjadi dua pasang, yaitu rahang luar (rahang bawah) yang biasanya digunakan untuk mengukur jarak atau pengukur utama. Dan sepasang lagi yaitu rahang dalam (rahang atas) untuk mengukur diameter misalnya mengukur diameter dari cincin.

Dua rahang pada jangka sorong dapat digerakkan untuk pengukuran, dan untuk jarak antar kedua pasang rahang tersebut dapat dibaca dengan cara yang sama. Bagian yang lainnya yaitu terdapat tangkai ukur kedalaman yang cara penggerakannya diatur dengan rahang. Karena ketika bagian pada jangka sorong tersebut saling bergerak dalam waktu bersamaan. Sehingga fungsi pengukuran dari ketiganya dapat dibaca dan dihitung dengan cara yang sama.

1. Rahang Dalam

Rahang dalam jangka sorong terdiri dari dua rahang, yaitu rahang geser dan rahang tetap. Sedangkan fungsi dari rahang dalam yaitu untuk mengukur dimensi (sisi) bagian luar dari sebuah benda misalnya yaitu untuk mengukur tebal, dan lebar dari suatu benda.

2. Rahang Luar

Dalam rahang luar juga terdiri dari rahang geser dan rahang tetap. Sedangkan untuk fungsi dari rahang luar yaitu sebagai pengukur dari diameter (sisi) dalam dari sebuah benda. Misalkan contoh untuk mengkur diameter dari hasil pengeboran.

3. Depth Probe (Pengukur Kedalaman)

Jika dilihat dari namanya saja bagian ini dapat ditebak memiliki fungsi sebagai pengukur dari suatu kedalaman benda.

4. Skala Utama (Cm)

Skala utama dalam satuan cm pastinya mamiliki fungsi untuk menyatakan ukuran benda dalam bentuk centimeter (cm).

5. Skala Utama (Inchi)

Sedangkan skala utama dalam satuan inchi berfungsi sebagai alat ukur yang menyatakan hasil ukurnya dalam bentuk satuan inchi.

6. Skala Nonius (Mm)

Skala nonius dalam bentuk satuan mm berfungsi sebagai skala dengan pengukuran aksi yang menyatakan hasilnya dengan satuan mm.

7. Skala Nonius (Inchi)

Dan skala satuan dengan bentuk inchi digunakan untuk mengukur skala fraksi yang dinyatakan dalam bentuk inchi.

8. Pengunci

Bagian yang terakhir dari jangka sorong yaitu pengunci dengan fungsinya yang tak kalah pentingnya dengan bagian lainnya. Fungsi pengunci ini adalah sebagai penahan akan bagian-bagian yang lain ketika pengukuran sedang dilakukan, sehingga proses pengukuran yang dilakukan berjalan dengan lancar tanpa adanya geseran. Misalnya yaitu pada saat pengukuran rahang dan depth probe.

Itulah sedikit ulasan tentang bagian–bagian dari jangka sorong sekaligus lengkap dengan penjelasan dan fungsinya. Semoga sedikit ulasan ini menambah wawasan Anda secara luas, sehingga mempermudah bagi Anda dalam menggunakan jangka sorong.