Iman kepada Rasul

Iman Kepada Rasul: Pengertian, Fungsi, dan Hikmah Lengkap

Diposting pada

Iman kepada Rasul – Dalam Agama Islam, setiap muslim diwajibkan untuk meyakini 6 hal yang disebut rukun iman dan satu diantaranya adalah iman kepada para Rasul. Apabila seorang muslim tidak meyakini satu diantara 6 perkara tersebut, maka dipastikan bahwa ia telah keluar dari keislamannya, termasuk tidak beriman kepada para Rasul salah satunya.

Apa yang menjadikan iman kepada Rasul begitu penting bagi seorang muslim sehingga mengakibatkan kerugian yang sangat besar untuk yang tidak meyakininya? Berikut sudutsekolah.com akan jelaskan secara terperinci mulai dari pengertian, fungsi maupun hikmah iman kepada Rasul.

Sehingga dengan demikian lebih mudah dipahami dan tentunya dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Serta pada akhirnya dapat mengamalkan Agama Islam dengan sempurna.

Baca juga: Kisah Nabi Hud AS

Pengertian Iman Kepada Rasul

Pengertian iman kepada rasul
Sumber: https://islami.co/

Secara bahasa, pengertian iman kepada Rasul tersebut yaitu percaya akan adanya para Rasul atau utusan Allah. Sedangkan menurut istilah, iman kepada para Rasul adalah percaya dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah Ta’ala telah menugaskan para utusan Allah dengan tujuan untuk membimbing umat menuju kebaikan dan keselamatan di dunia maupun di akhirat.

Kata ‘Rasul’ sendiri menurut sebagian pendapat didefinisikan sebagai manusia pilihan Allah Ta’ala dari kalangan pria atau laki-laki yang berakhlak mulia sekaligus memiliki kepribadian luhur. Mengapa hanya laki-laki saja yang menjadi Rasul atau Nabi? Ternyata laki-laki memiliki kebebasan dalam berdakwah, menyampaikan kebenaran sekaligus mengajarkan manusia beribadah tanpa harus terhalang berbagai hal seperti datang bulan ataupun melahirkan. Itulah mengapa tidak ada wanita yang dipilih Allah untuk menjadi seorang Rasul ataupun Nabi.

Adapun cara Allah perihal memilih seorang Rasul atau Nabi merupakan kehendak dari Allah Ta’ala sendiri sebagai pemilik alam semesta. Maka jika direnungkan secara mendalam ternyata ada Rasul yang Allah angkat dari orang yang tidak punya, dari keluarga yatim, dari yang kaya hingga yang mengalami sakit parah. Semuanya sudah menjadi ketetapan Allah dan kita semua wajib mengimaninya.

Kita pun sebagai seorang muslim akan semakin paham bahwa mengamalkan agama Islam harus senantiasa dilakukan dalam berbagai keadaan. Ini karena ada beberapa orang yang hanya beribadah ketika jatuh miskin kemudian kufur saat kaya ataupun sebaliknya.

Atau ada juga yang semakin giat ibadahnya saat sakit namun kembali melakukan dosa setelah sehat. Jadi intinya berislam harus senantiasa dilakukan baik dalam keadaan menyenangkan ataupun tidak sebagaimana yang dicontohkan oleh para Rasul.

Dalil Naqli Tentang Iman Kepada Rasul

Allah Ta’ala sendiri telah memberikan penjelasan secara jelas tentang iman kepada Rasul di dalam kitabullah Al Qur’anul Karim. Salah satunya terdapat dalam surat ke-6 yaitu surat Al An’am ayat 48.

Disebutkan dalam isinya bahwa Allah Ta’ala tidaklah mengutus seorang Rasul melainkan sebagai pemberi kabar gembira sekaligus pemberi peringatan. Dan siapa saja yang beriman kepadanya serta senantiasa memperbaiki diri, maka dirinya tidak akan mendapatkan kesedihan hati maupun kekhawatiran.

Dalil Naqli lainnya yang menerangkan tentang keharusan untuk iman kepada Rasul yaitu terdapat dalam surat ke-4 Surat Annisa ayat 136. Isinya menerangkan bahwa orang yang beriman diharuskan untuk senantiasa istiqomah dalam keimanan kepada Allah, para malaikat, kitab-kitabNya, Rasul-rasulNya serta kepada hari akhir. Barang siapa yang mengingkarinya, maka ia termasuk orang yang tersesat sejauh-jauhnya.

Perbedaan Nabi Dan Rasul

Sering kita dengar dari berbagai Ustadz atau guru agama bahwa utusan Allah itu ada Nabi dan juga Rasul. Apakah keduanya sama atau tidak? Ternyata meski sama-sama utusan Allah, namun keduanya memiliki perbedaan khususnya dalam segi penugasannya.

Maksudnya yaitu Nabi diutus atau dipilih oleh Allah serta mendapatkan wahyu hanya untuk dirinya sendiri. Sedangkan Rasul diutus atau dipilih serta diberi wahyu untuk dirinya dan juga umatnya.

Secara ringkas ada 25 Rasul yang wajib kita imani dan hal ini sudah tertuang dalam Al Qur’an. Sementara Nabi sangat banyak jumlahnya dan berdasarkan riwayat Imam ahmad ada sekitar 124 ribu Nabi. Penjelasan terkait beda Nabi dan Rasul yang lebih terperinci bisa dilihat dalam artikel perbedaan nabi dan rasul.

Sifat Wajib Dan Mustahil Di Para Rasul

Pengertian iman kepada Rasul bukan hanya meyakini adanya seorang Rasul, namun juga sekaligus mengimani adanya sifat wajib dan mustahil dalam diri seorang Rasul.

Sifat wajib pada seorang Rasul atau Nabi ada 4 yaitu Sidiq yang artinya jujur, Amanah artinya dapat dipercaya, Fathonah artinya pintar atau cerdik dan Tabligh artinya senantiasa menyampaikan kebenaran.

Sementara sifat yang mustahil dalam diri seorang utusan Allah ada 4 hal yaitu Kidzib artinya bohong, Khianat artinya tidak dapat dipercaya, Kitman artinya menyembunyikan dan Biladah artinya bodoh.

Fungsi Iman Kepada Rasul

Fungsi iman kepada rasul
Sumber: https://www.dream.co.id/

Setelah kita memahami tentang pengertian beriman kepada Rasul, maka perlu bagi kita sebagai seorang muslim untuk mengetahui apa fungsi iman kepada Rasul. Jangan sampai keyakinan itu tidak berbekas sedikit pun dan hanya menjadi hafalan semata tanpa adanya pengamalan.

Dirangkum dari berbagai sumber, iman kepada Rasul memiliki sejumlah fungsi yang bermanfaat bagi kehidupan seorang muslim, diantaranya:

  • Fungsi iman kepada Rasul yang pertama adalah meyakini sepenuh hati bahwa Rasul merupakan seorang manusia pilihan Allah yang memiliki tugas menyampaikan kebenaran kepada manusia lainnya.
  • Fungsi yang kedua adalah mendapatkan suri tauladan atau contoh yang baik dalam beribadah dan bermuamalah.
  • Dengan iman kepada Rasul maka seorang muslim dapat membedakan manakah perbuatan yang baik ataupun buruk.
  • Dengan meyakini adanya Rasul pula menjadikan seorang muslim lebih mencintainya sehingga semakin menguatkan tekad untuk mengamalkan apa yang diperintahkan.
  • Fungsi percaya kepada Rasul selanjutnya adalah menjadi perantara yang menghantarkan manusia mengenal Allah Ta’ala melalui sifat-sifatNya.
  • Dan fungsi iman kepada Rasul yang terakhir adalah menjadi bimbingan menuju jalan keselamatan di dunia dan di akhirat.

Hikmah Iman Kepada Rasul

Hikmah iman kepada rasul
Sumber: https://www.muadz.com/

Setelah kita semua mengetahui pengertian dan fungsi beriman kepada utusan Allah, maka hal yang juga penting adalah mengetahui hikmah yang terkandung dalam perkara tersebut. Lantas apa hikmah iman kepada Rasul tersebut?

Jika disimpulkan, maka iman kepada Rasul memiliki sejumlah hikmah diantaranya:

  • Menjadi solusi atas kemusyrikan yang terjadi di dunia dimana manusia kebanyakan menyembah selain Allah. Dengan adanya Rasul, maka manusia tersadarkan kembali untuk menyembah Tuhan yang satu.
  • Hikmah beriman kepada Rasul juga adalah untuk menegakkan hujjah tentang penciptaan manusia itu sendiri di dunia ini. Dengan demikian manusia tidak akan mampu membantah akan perintah Allah sebagaimana yang tercantum dalam Al Qur’an.
  • Hikmah iman kepada Rasul yang lainnya adalah menjelaskan kepada manusia akan adanya kehidupan nyata dan ghaib (tidak kasat mata). Contoh kehidupan yang ghaib adalah seperti adanya Sang Pencipta, adanya para malaikat, jin, iblis dan kehidupan setelah manusia meninggal dunia.
  • Iman kepada rasul juga akan menjadikan manusia semakin dekat kepada Rabbnya.
  • Hikmah yang terakhir adalah menyadarkan manusia untuk memperbaiki akhlak dan juga akidahnya.

Itulah sejumlah hal yang bisa kami sampaikan terkait pengertian iman kepada Rasul, hikmahnya maupun fungsinya. Harapannya dengan beriman kepada Rasul menjadikan manusia tersadar akan tugasnya di dunia ini yang tak lain adalah untuk beribadah kepada Allah Ta’ala.

Baca juga: Kisah Nabi Nuh

Sehingga manusia pun akan mendapatkan rahmat dari Allah berupa keselamatan dan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat kelak. karenanya mari sama-sama meningkatkan rasa iman kepada Rasul dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Terima kasih telah membaca di Sudut Sekolah, semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Aamiin.