Fungsi Dioda Beserta Pengertian Dan Cara Kerjanya Lengkap

Diposting pada

Fungsi diodaSudut Sekolah hari ini akan membahas pelajaran Fisika, yaitu tentang fungsi dioda, beserta pengertian dan cara kerjanya. Yuk langsung saja masuk ke dalam materi.

Pada zaman sekarang perkembangan teknologi di era modern ini sudah membawa pengaruh yang sangat besar terhadap proses pembuatan dioda. Hal ini dapat dibuktikan jika dilihat dari semakin bertambahnya dioda tentunya dengan bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. Dengan macam-macam dioda tentunya juga memiliki masing-masing fungsi dioda yang berbeda–beda untuk setiap sistem elektronik.

Baca juga: Pengertian, cara membaca, rumus, bagian-bagian jangka sorong

Membahas tentang dioda dan macam–macamnya, sebelum hal tersebut marilah kita ketahui dan pahami terlebih dahulu apa sih yang dimaksud dengan dioda? Bagaimana cara kerja dioda dan apa fungsinya? Dioda merupakan suatu komponen elektronika semikonduktor. Sedangkan fungsi dioda yaitu untuk mengantarkan arus listrik dalam keadaan bias maju (forward bias) dan pada saat bias balik (reverse bias) akan menghemat arus listrik.

Pengertian Dioda

Pengertian, cara kerja, dan fungsi dioda
Sumber: http://belajarelektronika.net/

Arti dari Dioda itu sendiri adalah suatu komponen elektronika aktif yang tediri atas satu buah junction (persambungan P – N). Atau sering juga disebut sebagai komponen yang terdiri dari dua lapisan semikonduktor yaitu Positif (P) dan Negatif (N). Hal ini sering juga disebut sebagai elektroda atau terminal yang terdiri dari Anoda (+) dan Katoda (-). Sedangkan untuk fungsi dari dioda ini yaitu dapat mengantarkan arus listrik dalam satu arah, namun untuk arah yang sebaliknya dapat menghambat arus listrik.

Jika dilihat dari fungsi dioda maka dapat dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya yaitu:

  1. Dioda Penyearah. Dioda ini biasanya disebut sebagai Dioda Bridge atau Dioda Biasa, sedangkan untuk fungsi dioda ini adalah sesuai dengan namanya yaitu sebagai penyearah arus AC ke arus DC.
  2. Dioda Zener, memiliki fungsi sebagai pengaman dari rangkaian serta memeiliki peran untuk menstabilkan arus tegangan.
  3. Diola LED, memiliki fungsi sebagai lampu indikator maupun lampu untuk penerangan.
  4. Dioda yang selanjutnya yaitu Dioda Photo, dengan fungsi yang dimilikinya yaitu sebagai sensor cahaya.
  5. Dioda Schottky, dengan fungsinya yaitu sebagai suatu pengendali.

Fungsi Dioda Zener

Tentunya tidak semua orang akan tahu bahwa dioda memiliki banyak sekali kegunaan untuk rangkaian elektronika utamanya power supply. Sifat yang dimiliki dioda zener yaitu berupa tegangan breakdown yang berguna untuk menstabilkan nilai tegangan output power supply untuk nilai tegangan tertentu. Tak hanya cukup dengan itu saja, berikut beberapa fungsi dioda zener yang lainnya yaitu sebagai pembatas level sinyal input. Dapat juga dijadikan sebagai Elektro Static Discharge (ESD) dan sebagai pendeteksi dari level tegangan.

Pemberian nama untuk dioda ini diambil dari nama penemu karakteristik. Yaitu Clarence Zener, sehingga diambil dari nama belakangnya yaitu dengan kata “Zener”. Dioda Zener merupakan dioda yang dapat mengalirkan arus dengan hanya satu arah saja, misal untuk arah maju (forward). Selain itu dioda zener bisa juga mengalirkan arus pada arah yang terbalik (reserve). Hal ini dapat dilakukan jika pada katodanya dapat melebihi tegangan breakdown dari dioda zener. Berikut ini adalah beberapa fungsi dioda zener lengkap dengan penjelasan dan rangkaiannya.

Dapat Menyetabilkan Level Tegangan

Fungsi ini banyak sekali digunakan khususnya pada power supply. Fungsi dioda zener ini digunakan untuk menjaga tegangan output power supply untuk level tertentu. Biasanya dioda zener akan dipasang secara paralel terhadap input pada aplikasi sederhana. Sehingga besar dari suatu tegangan output ini yang kemudian mengacu pada tegangan dioda zener. Cara tersebut yang dapat mengontrol akan tegangan output untuk tetep stabil walaupun tegangan dari inputnya dapat berubah-ubah.

Fungsi Dioda Bridge

Dioda Bridge pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuan yang berasal dari Inggris. Nama penemu pertama dioda bridge adalah J. A Fleming di tahun 1904. Itulah sedikit sejarah tentang dioda bridge. Sehingga pada kesempatan kali ini dapat lebih banyak Anda pelajari mengenai pengertian, fungsi, cara mengukur dioda bridge dengan lebih lengkap.

Pengertian Dioda Bridge

Seperti yang mungkin sebelumnya sudah Anda ketahui bahwa dioda bridge merupakan serangkaian yang membentuk suatu jembatan. Sehingga biasanya dioda bridge ini berfungsi sebagai penyearah arus bolak-balik (AC) dengan satu gelombang penuh. Oleh sebab itu sehingga akan menghasilkan tegangan searah (DC) yang kemudian akan menjadi lebih baik dan minimnya noise.

Mungkinkan Anda juga sudah mengetahui fungsi dioda bridge yang paling diutamakan. Yaitu sebagai penyearah arus bolak-balik atau AC menjadi DC. Dioda bridge sudah banyak diaplikasikan pada berbagai macam rangkaian power supply. Sama halnya seperti dioda zener yang lebih banyak berperan pada power supply.

Cara Mengukur Dioda Bridge

Setelah Anda lebih mengenal jauh tentang Dioda Bridge tentunya Anda juga akan penasaran dengan bagaimana cara kerja atau cara mengukur dari dioda bridge. Sebenarnya sih cara mengukur dioda bridge ini hampir sama dengan cara mengukur dioda biasa pada umumnya. Sehingga hal yang harus pertama kali Anda ketahui yaitu susunan kaki-kakinya. Berikut caranya.

Gunakan multitester (avometer) dan set ke dalam satuan ohm. Kemudian letakkan probe merah pada kaki dengan simbol plus (+) sedangkan untuk probe hitam di kaki dengan simbol-simbol. Lalu amati display avometer, apabila jarum jam bergerak itu artinya dioda ini normal dan tidak mengalami kerusakan. Dan sebaliknya apabila probe dibalik maka jarum tidak akan bergerak. Akan tetapi jika sampai jarum bergerak maka itu artinya bridge rusak sehingga fungsi dioda juga tidak akan mungkin Anda jalankan.

Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai pengertian, cara mengukur, dan fungsi dioda. Semoga artikel ini bermanfaat sebagai referensi Anda untuk belajar lebih dalam mengenai fisika. Terima kasih.