Metamorfosis nyamuk

Urutan Metamorfosis Daur Hidup Nyamuk Beserta Gambar Lengkap

Diposting pada

Daur hidup nyamuk – Pada hari ini kita akan membahas serangga yang berjumlah 2700 spesies di dunia, yaitu nyamuk. Siapa sih yang tidak tahun dengan hewan yang satu ini, nyamuk senang sekali mengigit kulit manusia ketika malam hari sehingga menyebabkan efek gatal pada kulit.

Nyamuk mempunyai kemampuan untuk mendeteksi bau, gerakan, dan panas tubuh sehingga dapat menemukan sasaran untuk menempelkan probosis (mirip sedotan) pada mulutnya ke kulit manusia, di dalamnya terdapat seperti pisau yang bisa menemukan urat darah dengan cara merobek kulit secara maju dan mundur setelah itu darah tersebut akan dihisap. Yang menyebabkan gatal dan bentol pada kulit adalah air liur dari nyamuk yang tertinggal setelah menghisap darah kita.

Baca juga: Daur hidup belalang

Daur Hidup Nyamuk

Urutan daur hidup nyamuk
Urutan daur hidup nyamuk

Secara sederhana urutan daur hidup nyamuk ada 4 tahap, yaitu tahap telur, larva, pupa, dan nyamuk dewasa. Pada proses metamorfosis nyamuk sangat bergantung kepada air, karena dia akan menggunakan air untuk menunggu telur-telurnya menetas, untuk itu sering-seringlah memperhatikan genangan dan selalu kuras penampungan air yang ada di rumah kamu untuk mengurangi jumlah nyamuk. Selain itu ada juga tempat kesukaan nyamuk untuk meletakkan telur-telurnya yaitu pada daun yang lembap. Berikut penjelasan lengkap tentang fase-fase pada metamorfosis nyamuk.

1. Fase Telur

Yang membuat nyamuk menjadi unik karena induk nyamuk mempunyai reseptor sebagai sensor suhu dan kelembapan yang terpadat di bawah perutnya. Telur nyamuk memiliki ukuran panjang 1 mm dan biasanya diletakkan saling berdekatan dan jumlahnya bisa sampai 300 telur. Setelah itu butuh waktu kurang lebih 48 jam untuk menetas dan kemudian menjadi larva.

2. Fase Larva

Setelah menetas dan menjadi larva, ia masih hidup di dalam air dan sesekali mengambil nafas dengan cara naik ke permukaan air, selain itu ada juga larva nyamuk yang sengaja menempel pada tubuhan agar tidak kesulitan mengambil nafas, karena ia membutuhkan oksigen.

Larva nyamuk memakan mikroorganisme kecil yang berada di air. Larva akan tumbuh menjadi lebih besar dan akan mengalami pergantian kulit sebanyak 4 kali. Setelah itu baru lah larva akan masuk ke dalam fase pupa. Larva nyamuk biasa disebut juga dengan jentik-jentik nyamuk yang sering terlihat pada genangan air.

3. Fase Pupa

Setelah melewati 2 fase diatas, selanjutnya nyamuk akan masuk ke dalam fase pupa atau kepompong selama 1 sampai 2 hari, pada fase ini nyamuk masih hidup di air namun sudah bernafas menggunakan tanduk thorakis miliknya.

Pada fase ini sayap nyamuk akan terus berkembang dan ketika sudah mulai terbentuk sayapnya barulah ia akan berusaha belajar terbang, hingga dapat terbang dengan cepat dan ia harus terbang tanpa menyentuh air. Pada fase ini lah nyamuk sudah mulai dapat dikenali jenis kelaminnya apakah jantan atau betina.

Ketika sudah melewati fase ini maka kulit kepompong akan mulai terkelupas dan nyamuk akan memasuki fase nyamuk dewasa.

4. Fase Dewasa

Fase dewasa merupakan fase terakhir dari proses metamorfosis nyamuk. Pada awal-awal memasuki fase ini biasanya nyamuk akan mengeringkan badan dan kembali menguatkan sayapnya sebelum berkelana di alam bebas dan nyamuk belum membutuhkan darah untuk makanannya.

Baca juga: Metamorfosis katak

Itu dia penjelasan mengenai 4 fase daur hidup nyamuk yang seringkali keluar di dalam materi pelajaran Biologi di sekolah. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai referensi belajar kamu mengenai nyamuk. Terima kasih telah belajar di Sudut Sekolah, sampai jumpa pada materi berikutnya…