Tahapan daur hidup kupu-kupu

Urutan Tahapan Daur Hidup Kupu-Kupu Dan Penjelasannya Lengkap

Diposting pada

Daur hidup kupu-kupu – Kupu-kupu merupakan hewan yang cukup banyak jenisnya. Serangga yang satu ini sangat disukai oleh manusia karena mempunyai bentuk yang cukup indah, namun uniknya orang malah merasa jijik apabila melihat ulat yang padahal merupakan hewan yang sama. Kupu-kupu sangat suka terhadap madu bunga yang terdapat pada nektar atau sari kembang, namun ada juga yang lebih menyukai menghisap cairan dari buah yang jatuh dan membusuk.

Karena kupu-kupu menghisap cairan madu pada bunga, maka secara tidak langsung kupu-kupu membantu proses penyerbuk tanaman sehingga hewan ini sangat disukai oleh petani. Kupu-kupu biasanya beraktivitas pada siang hari, namun ada juga yang beraktivitas di malam hari yang biasa disebut dengan ngengat.

Baca juga: Tahapan daur hidup katak

Urutan Daur Hidup Kupu-Kupu

"Gambar

Secara singkat metamorfosis kupu-kupu merupakan metamorfosis sempurna, karena kupu-kupu melewati 4 tahapan daur hidup, yaitu fase telur, ulat, kepompong, lalu menjadi kupu-kupu. Namun sebelum kita mengetahui proses metamorfosis dari kupu-kupu, kita harus tahu apa itu pengertian metamorfosis.

Metamorfosis adalah proses perkembangan atau pertumbuhan biologi pada makhluk hidup yang meliputi perubahan bentuk dan perubahan fungsi organ-organ tubuh. Metamorfosis pada makhluk hidup terbagi menjadi 2, yaitu metamorfosis sempurna dan tidak sempurna, dan keduanya memiliki perbedaan masing-masing. Nah, kupu-kupu ini memiliki metamorfosis yang sempurna sesuai yang saya jelaskan diatas.

Berikut ini adalah daur hidup hewan kupu-kupu dan penjelasannya.

1. Fase Telur

Tahapan daur hidup kupu-kupu yang pertama adalah fase telur. Kupu-kupu berkembangbiak dengan cara perkawinan antara jantan dan betina, lalu setelah itu akan menghasilkan telur, maka selanjutnya telur-telur tersebut akan diletakkan pada bagian bawah ujung daun tanaman, namun tanaman yang dipilih memiliki alasan tertentu mengapa diletakkan disana, dan ini tergantung jenis kupu-kupu induk. Sekali bertelur, kupu-kupu betina dapat menghasilkan 100-300 butir telur.

Kupu-kupu memiliki cairan seperti lem yang digunakan untuk menempelkan telur pada daun tanaman, dan sampai sekarang para ahli biologi belum dapat mengetahui bahan cairan lem tersebut. Lem tersebut digunakan agar telur aman dan tidak dimakan oleh pemangsa, selain menggunakan lem telur kupu-kupu juga memiliki kulit yang keras guna menjaga telur dari suhu panas dan dingin.

2. Fase Ulat

Tahapan yang kedua adalah fase ulat atau larva. Setelah telur menetas, selanjutnya akan menjadi ulat atau larva. Nah, pada fase ini lah orang kurang menyukai ulat karena bentuknya yang menjijikan. Warna dan ukuran dari ulat pun berbeda-beda sesuai dengan jenis induknya, kegiatan ulat untuk bertahan hidup hanyalah makan. Ulat sangat senang memakan daun-daunan hijau yang masih segar karena mengandung gizi dan nutrisi yang baik untuk tubuhnya.

Walaupun ulat tergolong hewan yang kecil namun ternyata ia mempunyai racun yang dapat melindunginya dari predator, dan racun tersebut juga memiliki efek gatal ketika terkena kulit manusia. Ada beberapa warna ulat yang menyeramkan, seperti merah, kuning, hijau, orange, coklat, bahkan hitam.

Sebelum ulat menjadi kepompong, ia melakukan pergantian kulit sebanyak 6 kali. Ulat akan terus memakan makanannya sampai ia berukuran sekitar 5 cm dan setelah itu akan beristirahat dan berlindung melalui fase berikutnya, yaitu kepompong.

3. Fase Kepompong

Fase daur hidup kupu-kupu selanjutnya adalah fase kepompong atau bisa juga disebut dengan fase pupa. Setelah ulat beristirahat dari kegiatannya selama 10 hari, maka selanjutnya ia akan mencari tempat untuk berlindung dan akan membuat cangkang dan daun yang digunakan untuk melilit dirinya dengan menggunakan sutera yang terkandung di dalam tubuh ulat tersebut, itulah yang disebut dengan kepompong.

Kebanyakan kepompong kupu-kupu berwarna cokelat agak keputihan dan ada juga yang cokelat gelap bahkan hijau. Warna dari kepompong dipengaruhi oleh kondisi lingkungannya, kupu-kupu melewati fase ini kurang lebih 1 sampai 3 minggu sesuai dengan jenis dan lingkungannya.

4. Fase Kupu-Kupu

Apakah kamu pernah melihat kupu-kupu keluar dari kepompongnya? Jika belum maka sayang sekali karena proses ini adalah proses yang mengagumkan. Pada urutan daur hidup kupu-kupu yang terakhir ini sangat bahaya dan rentan untuk dimangsa predator, karena setelah melewati fase kepompong kupu-kupu akan keluar dari cangkangnya dengan cara melunakannya dengan cairan lem yang dimiliki.

Setelah keluar ia akan memerlukan waktu beberapa menit hingga jam sampai ia siap untuk menggunakan sayapnya untuk terbang dan melakukan aktivitas selanjutnya.

Baca juga: Tahapan daur hidup nyamuk

Itu dia urutan dan tahapan daur hidup kupu-kupu dan penjelasannya, semoga dengan membaca artikel ini kamu dapat mengerti dan memahami agar dapat menjawab soal seputar kupu-kupu dengan mudah. Terima kasih telah membaca di Sudut Sekolah.