Daur hidup katak dan penjelasannya

Daur Hidup Katak Dan Penjelasannya Lengkap

Diposting pada

Daur hidup katak – Katak merupakan hewan yang unik namun tergolong menjijikan, banyak orang di Indonesia yang jijik atau takut dengan katak. Ada 4 proses katak sebelum menjadi dewasa yang akan kita bahas pada artikel kali ini. Yuk langsung saja berikut ini adalah penjelasan lengkap tentang daur hidup hewan amfibi lengkap.

Daur Hidup Katak Dan Penjelasannya

Apakah kamu sudah tahu daur hidup katak? Katak merupkan salah satu hewan amfibi. Katak sendiri hidup di dua alam. Katak ini bisa dikatakan hewan yang sudah sangat familiar di Indonesia akan tetapi cara hidup katak sangat menarik dan perlu kita bahas disini lalu ada beberapa catatan untuk daur hidup katak.

Baca juga: Jaringan tumbuhan

Katak sendiri sering disebut kodok di Indonesia yang bisa kita temui di pemukiman sawah atau di rawa-rawa. Tapi di Indonesia belum ada kuliner katak. Tapi mungkin ada hanya di beberapa kota besar saja.

Katak sendiri memiliki tubuh yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan saudaranya kodok. Katak sendiri memiliki kulit yang licin dengan warna yang beraneka ragam salah satu warna katak di Indonesia yaitu berwarna coklat, kuning bahkan ada yang merah semua tergantung jenisnya masing-masing, tetapi untuk kodok berbeda lagi yaitu memiliki kulit yang lebih keras serta mempunyai bintik-bintik.

Dalam proses daur hidup katak akan mengalami metamorfosa. Katak sendiri merupakan hewan yang bisa bisa di bilang sangat unik karena ketika sudah dewasa akan menghasilkan 5000 dan 20000 telur. Lalu katak ditempelkan di tumbuhan dalam air atau pohon-pohon lembab bagi katak yang hidup di hutan. Di bawah ini akan saya bahas tentang daur hidup katak.

1. Telur

Proses daur hidup katak berasal dari telur. Katak dapat bertelur dalam jumlah yang sangat banyak sekali, namun ketika bertelur tidak semua telur akan menetas dan menjadi katak. Hal ini tergantung dari faktor internal atau eksternal yang terjadi pada telur katak.

Faktor internal dapat di pengaruhi oleh gen dari induk telur katak itu sendiri, Jika induk katak memiliki gen yang bagus maka telur juga akan bagus dan tidak mudah rusak. daur hidup katak.

Faktor ekternal yang bisa mempengaruhi telur katak diantaranya adalah arus air, predator pemangsa telur katak yaitu manusia dan para ikan ikan gabus. Oleh sebab itu air merupakan tempat yang sangat cocok untuk mengembiakan telur katak supaya terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan tersebut.

Biasanya katak yang hidup di pohon telurnya akan memiliki cangkang yang mana berfungsi untuk melindungi telur dari suhu panas dan tekanan dari panas sinar matahari.

2. Kecebong

Setelah telur katak menjadi larva atau biasa disebut kecebong. Namun katak masih tetap mengandalkan kuning dari sisa telur telurnya terlebih dahulu sebagai sumber makanan hingga mereka berada di usia paling tidak 7 sampai 10 hari.

Pada usia kurang dari 7 hari tersebut katak masih sangat lemah dan organ tubuhnya belum terbentuk sempurna sehingga untuk makannya dengan mencari alga. Pada usia ini kecebong bernapas dengan menggunakan insang hingga pada hari ke 7 kecebong sudah memiliki 4 insang. Dan seiringnya waktu berjalan kecebong ini akan berubah menjadi katak dan menggunakan proses pernapasan dengan paru-paru.

Pada minggu ke 6 kecebong ini akan mulai menunjukkan jati dirinya sebagai katak karena mulai terbentuk sejumlah empat kaki yang dibagi menjadi 2 pada bagian depan dan 2 lainnya di bagian belakang dengan bentuk yang lebih panjang.

Pada fase ini, katak muda sudah mulai mencoba memakan makanan seperti serangga, namun hanya serangga yang sudah mati dan masuk dalam air dan juga masih memakan tumbuhan karena belum optimal dalam mencari serangga, hingga pada minggu ke 9 katak sudah menjadi kecebong dan sudah berubah wujud menjadi katak muda.

3. Katak Muda

Pada proses daur hidup katak ini biasa di sebut fase remaja dimna katak ini akan menunjukan jati dirinya. Pada masa remaja ini katak masih memiliki ekor dari kecebong namun sangat pendek dan hampir tidak terlihat. Katak juga sudah mulai menggunakan paru-paru sebagai alat pernapasan.

Katak juga mulai bisa hidup di daratan dan juga menyesuaikan dirinya dengan makanan berupa serangga, baik yang sudah mati ataupun yang masih hidup. Proses penyesuaian diri ini dilakukan katak supaya ketika sudah menjadi dewasa dirinya bisa mandiri dan menghindari bahaya dari para predator.

4. Katak Dewasa

Katak dewasa adalah katak yang sudah berusia 2 sampai 6 bulan, untuk fase ini katak telah memiliki bentuk yang sempurna dan sudah menjadi predator serangga-serangga kecil yang ada di sekitarnya. Katak akan menghabiskan hidupnya sebagian besar di daratan dan akan kembali di dalam air. Jika dirinya mulai melakukan perkawinan dan proses bertelur hingga telurnya menetas.

Predator dari telur katak antara lain adalah ular, belut, ikan dan biawak dan hewan lainnya yang ada di sekitar lingkungan telur tersebut berada. Sedangkan para predator katak anatara lain adalah ular, burung elang dan biawak.

Habitat Katak

Katak cenderung hidup di daerah yang memiliki udara panas, oleh karena itu semakin dingin cuaca suatu tempat maka akan semakin dikit spesies katak yang bisa ditemukan. Binatang amfibi ini dapat dengan mudah dijumpai di daerah seperti persawahan.

Binatang amfibi ini hidup dengan cara soliter namun ketika katak ini sudah memiliki telur pasti akan menjadi induk yang baik karena selalu berusaha menjaga telur-telurnya semaksimal mungkin agar dapat menetas dengan baik dan tidak di mangsa oleh para predator pemakan telur katak.

Katak memiliki cara bertahan yang unik ketika ada mangsa menyerang katak bisa melompat jauh seperti kelinci dan ada beberapa jenis katak yang sudah memiliki racun yang mematikan itu adalah bentuk salah satu pertahanan diri saat berhadapan dengan para predator.

Baca juga: Klasifikasi gymnospermae

Jenis-Jenis Katak di Indonesia

  1. Bangkong kolam (Rana Chalconota) yang biasa hidup di sekitar kolam,
  2. Katak belentung (Kaloula Baleata),
  3. Katak bertanduk (Megophrys Montana) katak gunung, bangkong sarasah (Leptobrachium Hasseltii) hidup di hutan,
  4. Katak sungai (Bufo Asper) hidup di sekitaran daerah sungai,
  5. Katak hijau (Occydoziga Lima) biasa ditemukan di sawah,
  6. Katak gading (Rana Erytharea) hidup di daerah kolam dan telaga serta rawa,
  7. Katak tegalan (Fejervarya Limnocharis) hidup di hutan atau tegalan,
  8. Katak batu (Limnonectes Macrodon), hidup di daerah aliran air di dalam rumah,
  9. Katak pohon (Polypedates Leucomystax), katak ini biasanya hidup di daerah kolam atau di pohon,
  10. Katak kepala pipih Kalimantan (Barbourulla Kalimantanesis) merupakan katak endemic yang hanya ditemukan di Pulau Kalimantan dan saat ini keberadaannya sudah sangat sedikit atau bisa dibilang hampir punah,
  11. Katak merah (Leptophryne Cruentata), katak endemic daerah Jawa Barat, Indonesia yang sangat rentan mengalami kepunahan,
  12. Katak kolong (Melanoctictus) katak ini biasanya hidup disekitar rumah yang berdampingan dengan persawahan atau perkebunan. Dahulu kala katak ini sering di temui di kolong-kolong meja.

Itu saja artikel tentang daur hidup katak dan penjelasannya, serta habitat katak dan jenis-jenis kata secara lengkap. Semoga bisa menjadi referensi pembelajaran Anda, jangan lupa di share, terima kasih telah berkunjung.