Metamorfosis Daur Hidup Belalang Beserta Gambar Dan Penjelasan

Diposting pada
No ratings yet.

Metamorfosis belalang – Belalang merupakan hewan serangga herbivora yang masuk ke dalam ordo Orthoptera kelas Insecta. Belalang memiliki sayap namun tidak digunakan untuk terbang. Sebelum mengetahui apa saja tahap-tahap daur hidup belalang, kamu harus lebih mengenal hewan yang satu ini.

Belalang sangat senang tinggal di alam yang masih terbuka dan berumput atau tanaman pendek lainnya, namun ada juga yang senang tinggal di bebatuan yang lembab juga berlumut lalu biasanya belalang tersebut memakan lumut.

Namun, belalang bisa menjadi musuh bagi petani, karena dapat menyerang tanaman di kebun, sehingga populasi belalang harus tetap dijaga agar tidak merugikan petani. Belalang juga dapat dikonsumsi oleh manusia, namun untuk rasanya mungkin agak aneh untuk memakannya.

Daur hidup atau metamorfosis pada belalang termasuk ke dalam jenis metamorfosis tidak sempurna dikarenakan tidak mengalami proses menjadi pupa (kepompong).

Belalang mengalami 3 fase ketika melakukan daur hidup (metamorfosis), yaitu fase telur, fase nimfa, dan fase belalang dewasa. Pertanyaan mengenai metamorfosis belalang ini sering muncul pada soal, misalnya “Jelaskan daur hidup belalang beserta gambar!” Nah, untuk menjawab pertanyaan itu maka berikut ini akan saya jelaskan lengkap tahapan daur hidup belalang beserta gambar dan penjelasannya.

Daur Hidup Belalang

Proses daur hidup belalang
Gambar daur hidup belalang

1. Fase Telur

Proses pertama adalah fase telur, ketika belalang betina dibuahi oleh spermatozoa belalang jantan maka akan menghasilkan telur yang akan ditaro oleh belalang betina di daun, batang, atau dalam tanah, semua terserah sang betina. Telur yang dihasilkan bisa 10 hingga 300 butir sekali pembuahan dan bentuknya seperti butiran-butiran beras. Waktu yang dibutuhkan belalang betina untuk bertelur bisa 3-4 hari dan ada juga faktor kondisi lingkungan yang mempengaruhi durasi bertelur belalang betina.

Pada daerah sub tropis telur belalang biasanya akan ditaro 3-4 cm dari permukaan tanah agar telur-telur tersebut tidak terganggu oleh suhu dingin pada musim salju. Faktor lingkungan mempengaruhi durasi penetasan telur, di iklim sub tropis telur belalang bisa memakan waktu 10 bulan untuk menetas, sedangkan di iklim tropis bisa lebih cepat.

2. Fase Nimfa

Setelah belalang betina bertelur, dan telur tersebut menetas maka akan menghasilkan belalang kecil yang belum mempunyai sayap dan kondisi tubuhnya hampir sama dengan belalang dewasa.

Warna awal tubuhnya menetas adalah putih, setelah itu bisa berubah menjadi hijau atau coklat. Nimfa atau belalang muda akan memakan daun-daun lembut pada tanaman disekitarnya. Nimfa juga mengalami proses pergantian kulit hingga 5-6 kali yang berfungsi untuk membentuk sel-sel baru pada tubuhnya.

Pada tahapan metamorfosis belalang ini akan mengalami proses pertumbuhan selama 4 kali, salah satu contoh prosesnya adalah pertumbuhan ukuran tubuh.

Baca juga: Tahapan daur hidup katak

3. Fase Imago atau Belalang Dewasa

Daur hidup belalang yang terakhir adalah belalang akan menjadi imago atau belalang dewasa. Yang menandakan bahwa seekor belalang telah menjadi belalang dewasa adalah bentuk sayapnya, karena jika sayapnya telah tumbuh dan berkembang sepenuhnya baru dapat disebut sebagai belalang dewasa.

Setelah belalang telah mengalami proses pergantian kulit maka ukuran tubuh belalang sudah menjadi lebih besar dan dilengkapi dengan sayap yang sempurna sehingga dapat dikatakan sudah siap untuk hidup di alam bebas. Ketika sudah dewasa, belalang akan mematangkan kemampuan reproduksi hingga 2 minggu dan dapat bertahan dalam 1 bulan.

Nah, jadi dapat kita simpulkan dari tahapan metamorfosis belalang bahwa proses tumbuh dan berkembang belalang dapat memakan waktu 10 bulan hingga 1 tahun dari mulai menetas hingga menjadi imago atau belalang dewasa. Semoga penjelasan diatas jelas dan dapat kamu pahami, terima kasih telah berkunjung dan sampai jumpa pada artikel selanjutnya.

Silahkan berikan rating