10+ Contoh Pendahuluan Makalah, Laporan, Proposal, Karya Ilmiah Lengkap

Diposting pada

Contoh pendahuluan – Selamat datang di blog Sudut Sekolah. Pada artikel kali ini kita akan kembali membahas salah satu materi dari mata pelajaran Bahasa Indonesia, yaitu contoh pendahuluan. Jadi, kita akan membahas dan mempelajari tentang contoh pendahuluan.

Namun sebelum kita masuk ke bagian contoh pendahuluan makalah, contoh pendahuluan laporan, contoh pendahuluan proposal, dan contoh pendahuluan karya ilmiah, sebaiknya Anda juga membaca artikel sebelum ini, yaitu tentang contoh pidato singkat dan contoh teks anekdot.

Contoh pendahuluan apa yang dimaksud? Kita akan mempelajari contoh pendahuluan yang mencakup semua karya tulis ilmiah, seperti contoh pendahuluan makalah, contoh pendahuluan proposal, contoh pendahuluan laporan dan contoh pendahuluan karya ilmiah lainnya.

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya pendahuluan. Pendahuluan merupakan BAB pertama yang ada dalam sebuah karya tulis ilmiah. Sejak memasuki bangku SMP/sederajat biasanya sudah ada beberapa tugas mata pelajaran yang mengharuskan kita untuk membuat karya tulis ilmiah. Dan karya tulis ilmiah yang paling sering dijadikan tugas adalah makalah dan laporan. Apalagi jika sudah memasuki bangku SMA/sederajat atau bahkan ketika sudah menjadi seorang mahasiswa. Yang namanya karya tulis ilmiah pasti bisa dengan mudah dijumpai dalam kegiatan sehari-hari. Dan setiap karya tulis ilmiah pasti diawali oleh BAB pendahuluan.

Dalam materi contoh pendahuluan ini, yang akan kita pelajari adalah pengertian pendahuluan dan cara membuat pendahuluan yang baik dan benar (baik untuk makalah, proposal, laporan, dan karya ilmiah).

Pengertian Pendahuluan

Jika dikutip dari KBBI,  berikut pengertian pendahuluan yang berasal dari kata dahulu.

dahulu » pen.da.hu.lu.an

  1. n sesuatu yang mula-mula dilakukan; permulaan
  2. n pembukaan atau kata pengantar dari sebuah pidato (buku, karangan, dan sebagainya): kata ~

Sekilas kita dapat menyimpulkan bahwa pendahuluan adalah sesuatu yang ada di permulaan atau bagian awal dari sebuah karya tulis atau pidato.

Sementara, pendahuluan yang kita maksud di sini adalah pendahuluan yang ada dalam sebuah karya tulis ilmiah. Jadi, pengertiannya juga tidak akan jauh berbeda dari pengertian dasarnya di atas. Untuk lebih jelasnya, silahkan pahami pengertian pendahuluan dalam karya tulis ilmiah berikut ini.

Pendahuluan adalah BAB pertama yang ada di dalam karya tulis ilmiah dan berisi tentang hal-hal umum sebagai landasan dan arah kerja penyusunan, dan mengantarkan isi naskah.

Kurang lebih seperti itu lah pengertian pendahuluan yang akan kita pelajari pada artikel kali ini. Setelah mengetahui itu semua, sebelum masuk ke inti contoh pendahuluan makalah, laporan, proposal, dan karya ilmiah Anda harus paham apa saja bagian-bagian pendahuluan

Bagian-Bagian Pendahuluan

BAB pendahuluan dari sebuah karya tulis ilmiah mempunyai bagian-bagian atau poin-poin tersendiri. Umumnya, bagian pendahuluan ada 3, yaitu latar belakang masalah, rumusan masalah, serta tujuan dan manfaat penelitian. Namun, kadang ada beberapa karya tulis ilmiah yang mempunyai BAB pendahuluan dengan 5 bagian, ditambah metodologi penelitan dan sistematika penulisan.

Berikut penjelasan masing-masing bagian pendahuluan.

1. Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah merupakan bagian yang menjelaskan tentang masalah mengenai topik yang akan dibahas dan alasan dibuatnya karya tulis ilmiah tersebut. Di sini penulis harus bisa menjelaskan apa yang menjadi latar belakang penulis membuat karya tulis ilmiah tersebut.

2. Rumusan Masalah

Setelah ada latar belakang masalah, maka akan muncul masalah-masalah apa saja yang dihadapi. Masalah-masalah tersebut dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam bagian rumusan masalah ini. Jadi, rumusan masalah berisi masalah-masalah yang ditemukan pada bagian latar belakang masalah dan biasanya disajikan dalam kalimat tanya.

3. Tujuan dan Manfaat Penelitian

Bagian ketiga dalam BAB pendahuluan dibagi menjadi 2 poin, yaitu tujuan penelitian dan manfaat penelitian.

Dalam tujuan penelitian, berisi tujuan dibuatnya karya tulis ilmiah atau penelitian tersebut. Tujuan harus mempunyai kaitan yang erat dengan rumusan masalah dan merupakan garis besar dari judul yang digunakan.

Sementara manfaat penelitian bersifat opsional, boleh ada, boleh tidak. Manfaat penelitian hampir mirip dengan tujuan penelitian. Bedanya, manfaat penelitian menjelaskan manfaat apa saja yang bisa diberikan oleh karya tulis ilmiah atau penelitian tersebut.

4. Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian menjelaskan metode atau teknik yang digunakan oleh penulis dalam mencari dan menganalisis data penelitian, Masing-masing jenis penelitian biasanya mempunyai metodologi yang berbeda.

5. Sistematika Penulisan

Dan bagian terakhir dari BAB pendahuluan adalah sistematika penulisan. Sistematika penulisan berisi tata urutan dari semua BAB dalam karya tulis ilmiah.

Setelah Anda tahu bagian-bagian dari pendahuluan, sekarang saya berikan contoh pendahuluan makalah, laporan, proposa, karya ilmiah lengkap.

Contoh Pendahuluan Makalah, Laporan, Proposal, Karya Ilmiah

1. Contoh Pendahuluan Makalah Tentang Globalisasi

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Globalisasi adalah sebuah proses yang melibatkan seluruh masyarakat di dunia yang terjadi tanpa melihat batasan-batasan negara sehingga dapat dikatakan bahwa proses ini adalah proses yang mendunia. Dewasa ini, globalisasi bukan lagi sesuatu yang asing terdengar karena pada kenyataannya, kita merupakan bagian dari proses universal ini. Oleh karena itu, dampak dari globalisasi, baik yang positif maupun yang negatif, tidak dapat kita hindari.

Globalisasi membawa perubahan dalam konsep jarak, ruang, dan waktu. Dukungan teknologi yang beraneka ragam mulai dari televisi hingga smartphone membuat informasi yang berasal dari belahan dunia yang lain bisa kita terima dengan cepat. Sarana transportasi yang semakin maju juga membantu kita melintasi jarak yang jauh dalam waktu yang relatif singkat.

Di sisi lain, batasan-batasan yang terhapus dalam proses globalisasi dapat pula memberikan dampak negatif. Menilik teori globalisasi yang dikemukakan oleh para globalis, globalisasi dapat menyebabkan terjadinya serangan budaya homogen ke seluruh penjuru dunia. Meski para globalis positif percaya bahwa homogenitas tersebut dapat membuat masyarakat memiliki pikiran yang lebih terbuka dan toleran terhadap budaya luar, globalis negatif mengatakan bahwa hal tersebut dapat menyebabkan lunturnya budaya asli masing-masing.

B. Rumusan Masalah

  1. Perubahan dalam bidang apa saja yang disebabkan oleh globalisasi?
  2. Apa pengaruh positif dan negatif globalisasi dilihat dari segi kebudayaan?
  3. Bagaimana cara yang tepat dalam menyikapi globalisasi?

C. Tujuan

  1. Menjelaskan pengertian globalisasi secara umum
  2. Memaparkan pengaruh dan perubahan yang ditimbulkan oleh globalisasi
  1. Menjelaskan cara untuk menyikapi globalisasi dengan baik agar kebudayaan asli masyarakat Indonesia tidak luntur dan tergantikan oleh kebudayaan asing

2. Contoh Pendahuluan Makalah Tentang Kesehatan Mental

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Seiring dengan kemajuan zaman, pentingnya kesehatan semakin digaungkan. Masyarakat semakin menyadari bahwa kesehatan berbanding lurus dengan produktivitas dan zaman yang menuntut tingginya produktivitas juga secara tidak langsung menuntut kesehatan yang baik. Masyarakat semakin mengembangkan pola hidup sehat untuk mencapai kebugaran.

Sayangnya, masalah kesehatan yang diagungkan ini seringkali hanya mengenai kesehatan fisik. Padahal, kesehatan manusia juga mencakup kesehatan mental yang tidak kalah pentingnya. Kesehatan mental berbicara tentang prinsip-prinsip yang bertujuan mencapai pemeliharaan unsur psikologis sekaligus sebagai pencegahan timbulnya kerusakan mental. Aspek ini merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dari eksistensi manusia.

Di sisi lain, kesehatan mental yang tidak kasat mata menjadikan tak sedikit orang beranggapan bahwa kesehatan mental, yang juga mencakup gangguan-gangguannya, tidak benar-benar ada. Hal ini yang kemudian menghambat para penderita gangguan mental dalam meminta pertolongan profesional. Maraknya stigma mengenai kesehatan mental juga membuat banyak penderita gangguan mental semakin mengubur dirinya.

B. Rumusan Masalah

  • Bagaimana kesehatan mental seseorang dapat memengaruhi produktivitasnya?
  • Bagaimana stigma memengaruhi seorang penderita gangguan mental dalam mencari pertolongan?
  • Apa yang akan terjadi jika kesehatan mental semakin diremehkan?

C. Tujuan

  • Menjelaskan pentingnya kesehatan mental
  • Menjelaskan pengaruh kesehatan mental terhadap produktivitas seseorang
  • Menjelaskan dampak stigma terhadap kondisi psikologis penderita gangguan mental

3. Contoh Pendahuluan Makalah Tentang Kesetaraan Gender

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kesetaraan gender dan perjuangan untuk meraihnya bukan lagi hal yang asing belakangan ini. Setiap orang berjuang atas nama kaum maupun dirinya sendiri untuk mendapatkan hak yang sama sebagai manusia, tanpa melihat perbedaan apapun, termasuk perbedaan gender.

Menurut Helen Tierney dalam Women’s Studies Encyclopedia, gender adalah suatu konsep kultural yang berupaya membuat perbedaan dalam hal peran, perilaku, mentalitas, dan karakteristik emosional antara laki-laki dan perempuan yang berkembang di masyarakat, sedangkan menurut Mansour Faqih dalam Analisis Gender dan Transformasi Sosial, gender adalah suatu sifat yang melekat pada laki-laki maupun perempuan yang dikonstruksi secara sosial maupun kultural. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kesetaraan gender adalah kesamaan keadaan bagi perempuan dan laki-laki untuk mendapat hak-hak yang sama sebagai manusia dan berpartisipasi dalam kegiatan di berbagai bidang serta turut menikmati hasil pembangunan.

Meskipun telah banyak pejuang kesetaraan yang lahir, tidak sedikit orang yang masih memegang prinsip lama karena konstruksi sosial yang telah berakar kuat. Oleh karena itu, ketidakadilan gender masih merupakan suatu masalah yang tidak dapat dihindari. Stigma, marginalisasi, dan subordinasi merupakan beberapa penghambat dalam perwujudan kesetaraan gender.

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dapat menjadi indikator kesetaraan gender?
2. Apa saja rintangan yang harus dihadapi dalam mewujudkan kesetaraan gender?
3. Sepenting apa kesetaraan gender dalam kehidupan?

C. Tujuan

1. Menjelaskan pentingnya kesetaraan gender
2. Menjelaskan dampak ketidakadilan gender dalam kehidupan
3. Menjelaskan hubungan kesetaraan gender dengan hak asasi manusia

4. Contoh Pendahuluan Makalah Tentang Kesenjangan Sosial

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kesenjangan sosial merupakan suatu fenomena serius yang harus mendapat lebih banyak perhatian. Kesenjangan sosial adalah ketidakseimbangan sosial yang terjadi dalam masyarakat yang kemudian memunculkan suatu perbedaan yang mencolok. Tak jarang kesenjangan sosial berarti orang kaya yang memiliki kedudukan lebih tinggi dibandingkan kedudukan orang miskin.

Kesenjangan sosial sejatinya telah ada sejak dulu, namun pengaruh globalisasi membuatnya menjadi semakin memprihatinkan. Globalisasi yang memperkenalkan sebuah dunia tanpa batas ini membawa masyarakat pada sikap materialisme. Sikap materialisme inilah yang kemudian membuat hidup masyarakat berorientasi pada materi semata.

B. Rumusan Masalah

1. Seberapa besar bahaya kesenjangan sosial?
2. Apa faktor-faktor yang memengaruhi munculnya kesenjangan sosial?
3. Apa yang harus menjadi fokus dalam mengatasi kesenjangan sosial?

C. Tujuan

1. Menjelaskan bahaya kesenjangan sosial
2. Menjelaskan faktor-faktor terjadinya kesenjangan sosial
3. Menjelaskan beberapa cara mengatasi kesenjangan sosial

5. Contoh Pendahuluan Laporan Tentang Pemanasan Global

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Menurut Natural Resources Defece Council, pemanasan global merupakan kondisi meningkatnya suhu rata-rata di permukaan bumi sebagai akibat dari konsentrasi gas rumah kaca yang berlebih. Pada Oktober 2018, Panel Antar-pemerintah tentang Perubahan Iklim melaporkan bahwa dunia memanas lebih cepat dari yang diperkirakan. Jika laju pemanasan global tidak segera diturunkan, risiko yang ditimbulkan akan semakin besar dan permanen.

Menurut laporan tersebut, pemanasan global sejak zaman pra-industri telah lebih dari satu derajat celcius dan jika naik lagi menjadi dua derajat celcius akan meningkatkan jumlah bencana alam. Hal ini juga menyebabkan es laut Arktik mencair dengan semakin cepat yang kemudian berdampak pada pulau-pulau di sekitarnya yang berisiko terendam air laut yang naik.

Perubahan iklim yang ekstrem juga merupakan salah satu akibat dari pemanasan global. Ini menyebabkan banyak masalah lingkungan, seperti perubahan cuaca yang ekstrem dan sulit ditebak. Kelembapan udara pada musim kemarau yang terlalu panjang mempercepat pertumbuhan bakteri, virus, dan parasit. Hal inilah yang kemudian dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan.

B. Rumusan Masalah

1. Faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya pemanasan global?
2. Apa saja dampak dari pemanasan global?
3. Bagaimana cara mengatasi pemanasan global?

C. Tujuan

1. Menjelaskan faktor-faktor penyebab terjadinya pemanasan global
2. Menjelaskan dampak-dampak dari pemanasan global
3. Menjelaskan cara mengatasi pemanasan global

6. Contoh Pendahuluan Laporan Tentang HAM

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Menurut UU No. 39 Tahun 1999, HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa, sedangkan Miriam Budiardjo membatasi pengertian hak-hak asasi manusia sebagai hak yang dimiliki manusia yang telah diperoleh dan dibawanya bersamaan dengan kelahirannya.

Berdasarkan dua pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa HAM adalah hak-hak yang dibawa oleh manusia sejak lahir yang sifatnya permanen dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun.

Sayangnya, dewasa ini, pelanggaran HAM bukan sesuatu yang jarang terjadi. Pelanggaran HAM yang seringkali tidak diikuti oleh proses peradilan membuat tak sedikit pelanggar HAM mengulangi tindakannya tanpa rasa jera dan bahkan memicu orang lain yang tidak pernah melakukan pelanggaran sebelumnya untuk melanggar karena menganggap bahwa dirinya akan aman-aman saja.

Pelanggaran HAM yang marak terjadi ini cepat atau lambat akan semakin menimbulkan keresahan dalam bermasyarakat. Pelanggar HAM yang masih berkeliaran tanpa diadili untuk menimbulkan efek jera akan memberikan perasaan tidak aman bagi orang-orang di sekitarnya.

B. Rumusan Masalah

1. Mengapa pelanggaran HAM dapat terjadi?
2. Siapa yang bertanggung jawab dalam upaya penegakkan HAM?
3. Apa saja upaya yang perlu dilakukan dalam menegakkan HAM?

C. Tujuan

1. Menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pelanggaran HAM
2. Menjelaskan pentingnya partisipasi setiap orang dalam menegakkan HAM
3. Menjelaskan upaya-upaya yang dapat dilakukan dalam menegakkan HAM

7. Contoh Pendahuluan Laporan Tentang Pendidikan

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Di tengah era globalisasi seperti sekarang, persaingan menjadi semakin ketat, mulai dari antarindividu hingga antarnegara. Setiap pihak berlomba-lomba untuk menjadi yang paling maju, termasuk bangsa Indonesia. Sudah menjadi rahasia umum bahwa faktor pendidikan merupakan salah satu faktor yang paling menentukan kemajuan bangsa. Namun, pada kenyataannya, pendidikan di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan, masih tergolong rendah.

Masyarakat desa yang cenderung enggan menerima ide-ide baru menyebabkan kurangnya keterbukaan terhadap pengetahuan. Hal ini juga berdampak pada rendahnya kesadaran masyarakat desa atas pentingnya pendidikan. Padahal, pendidikan tidak hanya perlu diterima oleh masyarakat di daerah perkotaan, tetapi juga masyarakat di daerah pedesaan.

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang menyebabkan rendahnya pendidikan di desa?
2. Bagaimana rendahnya pendidikan dapat menghambat pembangunan di desa?
3. Bagaimana cara mengatasi rendahnya pendidikan di desa?

C. Tujuan

1. Menjelaskan penyebab rendahnya pendidikan di desa
2. Menjelaskan pengaruh rendahnya pendidikan terhadap pembangunan desa
3. Menjelaskan cara mengatasi rendahnya pendidikan di desa

8. Contoh Pendahuluan Proposal Kegiatan Seni

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dewasa ini, seni merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia. Seni memegang peranan penting tak hanya dalam bidang estetika, tetapi juga berkaitan erat dengan kecerdasan, baik akal maupun jiwa. Seni dapat melatih rasa dan emosi seseorang, yang kemudian secara tidak langsung membuat para subjeknya lebih peka terhadap lingkungannya.

Individu yang menyukai seni dipercaya dapat menjalani hidup yang lebih bernilai dibandingkan individu lain yang tidak menyukainya. Hal ini salah satunya disebabkan oleh daya magis yang dimiliki seni yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan individu yang lebih baik. Menilik pentingnya seni dalam kehidupan, yang perlu dilakukan bukan hanya menciptakan seni, tetapi juga belajar tentang bagaimana cara mengapresiasinya.

Seseorang yang dapat mengapresiasi seni tidak hanya memberikan manfaat untuk pencipta seni dengan dukungan emosional, tetapi juga memberikan dampak positif bagi dirinya sendiri. Pengapresiasi seni memiliki wawasan yang luas mengenai seni budaya, mulai dari sejarahnya hingga teori keindahannya. Hal ini kemudian dapat menjadi motivasi baginya untuk menciptakan seni dengan kualitas tinggi.

Sehubungan dengan hal itu, kami merasa perlu untuk mengadakan suatu kegiatan pentas seni dalam rangka memfasilitasi siswa SMA Taruna Bangsa dalam menciptakan dan mengapresiasi seni. Kami menaruh harap pada setiap pihak yang berwenang untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan kegiatan pentas seni tersebut. Rencana kegiatan dituangkan dalam proposal ini.

B. Tujuan

  1. Mengenalkan seni dan budaya daerah maupun asing pada siswa SMA Taruna Bangsa
  2. Memberi ruang bagi siswa SMA Taruna Bangsa untuk menuangkan kreativitasnya dalam bentuk seni
  3. Memfasilitasi siswa SMA Taruna Bangsa dalam mengapresiasi seni

9. Contoh Pendahuluan Proposal Kegiatan Sosialisasi

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bakat adalah potensi yang dimiliki seseorang sejak lahir yang kemudian memungkinkannya untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik dibandingkan orang-orang di sekitarnya, sedangkan minat, menurut Hilgar dan Slameto, adalah suatu proses yang tetap untuk memperhatikan dan memfokuskan diri pada sesuatu yang diminatinya dengan rasa senang dan rasa puas.

Minat dan bakat merupakan suatu bagian dari seseorang yang perlu dikenali untuk mempermudah proses penentuan jalan hidup selanjutnya atau, dalam hal ini, adalah proses menentukan jurusan kuliah. Sayangnya, banyaknya pilihan jurusan yang tersedia seringkali membuat seseorang bingung dan tidak mengenali bakat dan minatnya sendiri. Padahal, dengan mengenali minat dan bakatnya, seseorang bisa sangat terbantu dalam memilih jurusan kuliah. Hal inilah yang kemudian dapat meminimalisir kemungkinan seseorang memasuki jurusan kuliah yang salah dan tidak sesuai dengan dirinya.

Oleh karena itu, kami merasa perlu untuk mengadakan suatu sosialisasi minat dan bakat dalam rangka memfasilitasi siswa SMA Taruna Bangsa dalam mengenali minat dan bakatnya masing-masing. Kami berharap setiap pihak yang berkompeten dalam bidangnya bersedia untuk menaruh perhatian dan berpartisipasi dalam penyelenggaraan kegiatan sosialisasi tersebut. Rencana kegiatan dituangkan dalam proposal ini.

B. Tujuan

  1. Memfasilitasi siswa SMA Taruna Bangsa dalam mengenali minat dan bakatnya
  2. Memberi kesempatan pada siswa SMA Taruna Bangsa untuk mengetahui beberapa jurusan kuliah yang memiliki prospek baik
  3. Memotivasi siswa SMA Taruna Bangsa dalam mengejar cita-citanya

10. Contoh Pendahuluan Karya Ilmiah Tentang Literasi

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pentingnya literasi menjadi sesuatu yang semakin digemborkan belakangan ini. Literasi secara umum memiliki arti kemampuan seseorang mengolah informasi dan memahami ide-ide dalam melakukan kegiatan baca dan tulis. Pada era digital seperti sekarang, literasi positif merupakan sesuatu yang perlu dikembangkan. Literasi dapat berperan sebagai pembentukan karakter, yang kemudian memegang peranan penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Akan tetapi, pentingnya budaya literasi tidak sebanding dengan minat literasi di Indonesia. Perkembangan teknologi sedikit banyak memegang peranan dalam rendahnya minat literasi di Indonesia. Kebayakan orang lebih suka menghabiskan waktu dengan gawainya dibandingkan dengan membaca buku. Padahal, teknologi yang semakin canggih membuat kemungkinan tersebarnya berita palsu semakin besar. Berita palsu yang seharusnya dapat diperangi tersebut malah berakar semakin kuat karena rendahnya literasi.

B. Rumusan Masalah

  1. Apa saja faktor yang menyebabkan rendahnya budaya literasi di Indonesia?
  2. Bagaimana budaya literasi dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia?
  3. Bagaimana peran literasi dalam memerangi berita palsu yang tersebar di internet?

C. Tujuan

  1. Menjelaskan faktor-faktor penyebab rendahnya budaya literasi di Indonesia
  2. Menjelaskan pentingnya budaya literasi dalam proses peningkatan kualitas sumber daya manusia
  3. Menjelaskan peran literasi dalam memberantas berita palsu yang marak tersebar

Cara Membuat Pendahuluan Yang Baik dan Benar

Dan sekarang, kita akan mempelajari bagaimana cara membuat pendahuluan yang baik dan benar (baik untuk makalah, proposal, laporan, dan karya ilmiah). Karena umumnya pendahuluan hanya berisi 3 bagian, jadi kita hanya akan mempelajari cara membuat pendahuluan sampai bagian tujuan dan manfaat penelitian. Berikut penjelasannya.

1. Bagian Latar Belakang Masalah

Dalam bagian latar belakang masalah, penulis harus menjelaskan apa yang menjadi ketertarikannya terhadap objek yang sedang diteliti. Biasanya membahas tentang topik-topik yang sedang hangat. Untuk membuat bagian latar belakang masalah, bisa dengan memulai dengan :

  1. Sesuatu yang diketahui bersama
  2. Pertanyaan yang dapat membawa pembaca pada masalah atau topik yang akan dibahas
  3. Menawarkan sebuah saran atau solusi yang dapat memecahkan masalah

Sistem penulisan dalam bagian latar belakang biasanya mengerucut, artinya dimulai dari pembahasan yang umum lalu setelah beberapa paragraf mengerucut ke dalam pembahasan topik yang lebih spesifik. Penting juga untuk melampirkan data dan fakta yang relevan dengan topik atau fenomena yang sedang dibahas.

2. Bagian Rumusan Masalah

Kumpulkan masalah yang ditemukan dari latar belakang ke dalam bagian rumusan masalah ini. Sajikan masalah-masalah tersebut dalam kalimat tanya, dan susun secara singkat, padat dan jelas.

3. Bagian Tujuan dan Manfaat Penelitian

Ungkapkan tujuan yang ingin di raih dengan adanya penelitian yang dilakukan. Untuk membuatnya lebih mudah, jadikan bagian tujuan sebagai “jawaban” dari masalah yang ada dalam rumusan masalah. Jika rumusan masalah dibentuk dalam kalimat tanya. Sebaliknya, bagian tujuan disusun dalam kalimat pernyataan.

Jelaskan juga manfaat apa saja yang akan diberikan oleh hasil dari penelitin yang sedang dibahas dan siapa saja yang dapat merasakan manfaatnya.

Begitulah cara membuat pendahuluan yang baik dan benar. Sekarang Anda sudah tahu bagaimana cara membuat BAB pendahuluan yang benar untuk setiap karya tulis ilmiah yang ingin Anda buat.

Sekian pembahasan contoh pendahuluan makalah, contoh pendahuluan karya ilmiah, contoh pendahuluan laporan, dan contoh pendahuluan proposal kali ini. Terima kasih dan semoga bermanfaat.