Contoh konflik sosial

15 Contoh Konflik Sosial di Sekolah, Masyarakat, Budaya Indonesia

Diposting pada
No ratings yet.

Contoh konflik sosial – Dalam kehidupan bermasyarakat, manusia tidak akan pernah lepas dari yang namanya masalah. Akan selalu ada dinamika sosial yang menimbulkan masalah bagi manusia dan menimbulkan konflik. Konflik bisa terjadi pada seorang individu dengan individu lainnya, atau individu dengan lingkungannya.

Salah satu konflik yang terjadi dalam kehidupan masyarakat dan bernegara adalah konflik sosial. Untuk mengetahui contoh konflik sosial cukup mudah karena dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Manfaat persatuan dan kesatuan

Pengertian Konflik Sosial

Pengertian konflik sosial
Sumber: https://www.maxmanroe.com/

Lalu, apakah pengertian konflik dan konflik sosial itu sama? Perlu pembedahan antara konflik dan konflik sosial untuk mengetahui arti dan perbedannya.

Berdasarkan situs Wikipedia, berikut pengertian konflik.

Konflik berasal dari kata kerja bahasa latin, yaitu “configere” yang mempunyai arti saling memukul. Dalam dunia sosiologis, konflik mempunyai arti sebagai sebuah proses sosial antara 2 orang atau lebih dan diantara pihak tersebut saling berusaha untuk menyingkirkan pihak lainnya dengan cara menghancurkan atau membuatnya menjadi tidak berdaya.

Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konflik berarti percekcokan, perselisihan dan pertentangan.

Dan berikut pengertian konflik sosial versi Sudut Sekolah.

Konflik sosial adalah pertentangan atau perselisihan antar individu atau kelompok dalam kehidupan masyarakat yang disebabkan oleh perbedaan pendapat dan pandangan terhadap suatu hal.

Jika diambil kesimpulan dari kedua pengertian di atas, bisa diartikan bahwa pengertian konflik sama dengan pengertian konflik sosial. Karena, pada dasarnya sebuah konflik pasti terjadi dalam kehidupan sosial dan kehidupan bermasyarakat serta melibatkan individu lainnya.

Penyebab Konflik Sosial

Konflik sosial terjadi karena disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu penyebab konflik sosial biasanya adalah karena perbedaan pendapat atau pandangan terhadap suatu hal.

Selain faktor tersebut, masih ada hal-hal lainnya yang menjadi penyebab terjadinya konflik sosial, diantaranya perbedaan individu, perbedaan pendirian, perbedaan keyakinan, perbedaan kebudayaan, perbedaan kepentingan, dan juga perubahan sosial. Berikut penyebab-penyebab konflik sosial dan penjelasannya.

1. Perbedaan Individu

Perbedaan individu adalah perbedaan yang menyangkut pendapat, ketertarikan, ide dan juga perasaan. Setiap manusia merupakan individu yang unik, sudah dipastikan bahwa setiap individu mempunyai perasaan yang berbeda. Terkadang, masing-masing individu juga mempunyai pandangan yang saling bertolak belakang terhadap suatu hal.

Perbedaan individu tersebut berpotensi menimbulkan konflik sosial. Contohnya, ketika diadakan konser band rock pada sebuah lingkungan, pasti ada yang terhibur dan ada juga yang merasa terganggu.

2. Perbedaan Pendirian

Perbedaan pendirian sering menjadi penyebab utama terjadinya sebuah konflik sosial. Misalnya, ada seorang individu yang mempunyai pendapat atau pandangan yang berbeda terhadap hal politik. Maka, tak jarang perbedaan pendirian atau cara pandang ini bisa menjadi awal permulaan konflik sosial dalam masyarakat.

3. Perbedaan Keyakinan

Dalam suatu kelompok masyarakat, walaupun menganu aliran agama yang sama, kadang perbedaan keyakinan tetap terjadi dan menimbulkan konflik sosial. Seiring perkembangan zaman, manusia semakin sensitif terhadap manusia lainnya jika menyangkut hal yang berkaitan dengan keyakinan.

4. Perbedaan Kebudayaan

Masing-masing individu atau kelompok dalam sebuah masyarakat mempunyai kebudayaan yang berbeda. Biasanya, jika ada kelompok baru yang membawa kebudayaan berbeda masuk ke dalam lingkungan masyarakat tersebut, akan terjadi pergesekan. Pergesekan ini terjadi karena adanya perbedaan kebudayaan dan dapat menimbulkan konflik sosial.

Seharusnya, jika masing-masing kelompok saling menghargai satu sama lain dan saling menerima kebudayaan, maka konflik sosial dapat dihindari.

5. Perbedaan Kepentingan

Terkadang, setiap manusia mempunyai tujuan dan kepentingan yang sama. Tetapi, hal itu tidak selalu terjadi. Manusia mempunyai perasaan, pendirian dan pendapat yang berbeda-beda. Oleh karena itu, dalam waktu yang bersamaan, setiap orang mempunyai tujuan dan kepentingan yang berbeda juga.

Perbedaan kepentingan ini yang menjadi salah satu penyebab terjadinya konflik sosial. Contohnya dalam hal pemanfaatan lahan kosong dalam suatu daerah. Para pengusaha menginginkan agar lahan kosong itu dijadikan sebagai pusat bisnis dan perbelanjaan karena dapat menguntungkan mereka.

Sementara para petani ingin agar lahan kosong tersebut dimanfaatkan sebagai lahan untuk ternak mereka.

Perbedaan-perbedaan kepentingan seperti itu baiknya diselesaikan dalam sebuah musyawarah agar semua pihak setuju dan tidak ada yang merasa dirugikan.

6. Perubahan Sosial

Perubahan sosial yang terlalu cepat dalam lingkungan masyarakat dapat berpotensi menimbulkan konflik sosial. Hal ini akan terjadi jika masyarakat tersebut tidak siap menerima perubahan yang terjadi. Perubahan sosial sangat mempengaruhi norma-norma atau nilai-nilai yang sudah berlaku dalam masyarakat.

Contohnya dalam lingkungan masyarakat pedesaan yang mengalami industrialisasi secara mendadak. Masyarakat pasti tidak akan siap karena perubahan tersebut merubah nilai-nilai yang sudah berlaku pada masyarakat tradisional tersebut. Misalnya, nilai-nilai pertanian yang akan segera berubah menjadi perindustrian.

Jenis-Jenis Konflik Sosial

Konflik sosial mempunyai berbagai macam bentuk. Jenis-jenis konflik sosial diantaranya meliputi konflik individual, konflik rasial, konflik politik, konflik internasional, dan konflik agama. Berikut jenis-jenis konflik sosial dan penjelasannya.

1. Konflik Individual

Konflik individual adalah konflik sosial yang melibatkan dua individu yang berbeda. Konflik ini terjadi karena adanya benturan antara kedua individu yang mempunyai kepentingan atau cara pandang yang berbeda. Hal ini terjadi dikarenakan setiap orang pasti mempunyai keinginan yang berbeda dan keinginan tersebut bertolak belakang dengan keinginan individu lainnya.

2. Konflik Rasial

Konflik rasial timbul karena adanya perbedaan ras, etnis atau suku dalam kehidupan bermasyarakat. Biasanya terjadi karena adanya kecemburuan sosial atau sikap yang merasa lebih baik dibandingkan ras lainnya. Salah satu contoh konflik rasial yang banyak diketahui adalah konflik yang pernah terjadi di dunia barat dimana ras kulit putih membenci ras kulit hitam dan merasa bahwa mereka lebih baik.

3. Konflik Politik

Konflik politik biasanya terjadi karena adanya kepentingan atau keinginan untuk meraih kekuasaan dalam hal ketatanegaraan. Konflik politik biasa melibatkan partai-partai politik yang saling bersaing untuk menduduki kekuasaan atau jabatan. Dan biasanya, pertikaian politik ini diselesaikan oleh lembaga politik.

4. Konflik Internasional

Konflik internasional melibatkan antar dua atau lebih negara/kelompok yang mempunyai kepentingan yang berbeda dan menimbulkan benturan. Tidak jarang konflik internasional mengorbakan banyak jiwa dan menimbulkan banyak sekali kerugian.

Saat ini, banyak sekali terjadi kasus konflik internasional. Konflik internasional paling sering terjadi karena perebutan wilayan kekuasaan dan perbatasan negara. Salah satu contoh yang paling besar adalah konflik antara Palestina dan Israel.

5. Konflik Agama

Konflik agama terjadi karena masing-masing orang atau kelompok yang menganut kepercayaan berbeda hidup dalam satu lingkungan masyarakat. Perbedaan agama yang dianut oleh antar individu membawa perbedaan yang sangat signifkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mulai dari cara beribadah, cara berpakaian, peenrapan hukum, cara bersosialisasi dan lain sebagainya. Jika antar individu atau kelompok tidak mempunyai rasa toleransi yang tinggi dan tidak saling menghargai maka dapat memicu konflik sosial yang berbahaya.

Contoh Konflik Sosial di Sekolah

Contoh konflik sosial di sekolah
Sumber: https://www.kompasiana.com/

Contoh konflik sosial di sekolah mudah ditemui dalam kehidupan sekolah sehari-hari. Konflik sosial di sekolah bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah status sosial yang berbeda antar siswa. Untuk lebih lengkapnya, berikut 3 contoh konflik sosial di sekolah.

1. Konflik Antarwarga Sekolah

Konflik antarwarga sekolah adalah konflik sosial yang bisa melibatkan semua warga sekolah, baik siswa, guru maupun petugas sekolah. Konflik ini akan menimbulkan perselisihan yang membahayakan banyak pihak jika terjadi di sekolah. Dan konflik antarwarga sekolah sudah sering sekali terjadi di Indonesia.

Kasus yang paling sering terjadi adalah konflik antara guru dan siswa maupun sebaliknya. Seharusnya tiap-tiap individu warga sekolah bisa saling menghormati kepada yang lebih tua dan saling menyayangi kepada yang muda.

2. Konflik Antarkelas

Konflik antarkelas biasa terjadi karena adanya rasa ingin menjadi kelas yang lebih baik. Tak dapat dipungkiri lagi bahwa konflik antarkelas ini biasa terjadi pada setiap sekolah. Karena persaingan yang sengit untuk meraih predikat kelas terbaik atau kelas unggulan, bisa memicu terjadi konflik sosial.

Para siswa seharusnya dapat saling menghargai dan menghormati satu sama lain karena pada dasarnya sekolah adalah tempat untuk belajar, bukan bersaing untuk mendapatkan predikat kelas terbaik.

3. Konflik Antarsiswa

Sama halnya dengan konflik antarkelas, konflik antarsiswa juga sering terjadi di sekolah dan berpotensi menimbulkan konflik sosial. Konflik ini berada pada lingkup yang lebih kecil lagi. Konflik antarsiswa bisa terjadi pada siswa yang mempunyai kelas yang sama maupun yang berbeda.

Banyak hal yang dapat menjadi penyebab konflik ini. Solusinya, tetap fokus saja pada materi yang dipelajari serta saling menghargai dan jangan bawa masalah pribadi dalam bersosialisasi di sekolah.

Contoh Konflik Sosial di Masyarakat

Contoh konflik sosial di masyarakat
Sumber: http://aceh.tribunnews.com/

Konflik sosial sudah jelas sering terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Contoh konflik sosial di masyarakat juga mungkin sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa contoh konflik sosial di masyarakat.

1. Konflik Sosial Aceh Singkil, Tahun 2015

Konflik yang terjadi pada tanggal 13 Oktober 2015 ini mengakibatkan 1 orang tewas dan 4 orang luka-luka. Konflik ini dimulai dari aksi demonstrasi para remaja muslim yang menuntut pemerintah setempat untuk melakukan pembongkaran terhadap beberapa gereja yang mereka anggap tidak mempunyai izin. Akhirnya, karena tensi yang tinggi, sebanyak 600 orang melakukan pembakaran terhadap beberapa gereja.

2. Konflik Sosial Tolikara, Tahun 2015

Konflik sosial di Tolikara yang sama-sama terjadi pada tahun 2015 juga berlatar belakang agama. Selain itu, banyak pihak yang berpendapat bahwa faktor kesenjangan ekonomi dan keamanan juga menjadi penyebabnya.

Konflik ini terjadi pada saat hari raya Idul Fitri dimana pada saat itu kelompok oknum tidak dikenal melakukan penyerangan kepada warga yang sedang melakukan sholat Idul Fitri. Dilanjutkan dengan aksi pembakaran masjid, rumah dan kios yang ada di sekitarnya.

3. Konflik Sosial Rembang, Jawa Tengah, Tahun 2016

Konflik ini menyangkut bidang pertambangan. Melibatkan pihak Semen Indonesia dan masyarakat Pegunungan Kendeng, Rembang Jawa Tengah. Penyebabnya karena warga menganggap banyak terjadi kejanggalan yang dilakukan pihak Semen Indonesia.

Contoh Konflik Sosial Budaya

Contoh konflik sosial budaya
Sumber: https://news.detik.com

Selain konflik sosial yang terjadi di sekolah dan masyarakat, konflik sosial juga ada yang menyangkut budaya. Contoh konflik sosial budaya mungkin jarang ditemukan, tetapi pernah terjadi. Berikut contoh-contoh konflik sosial budaya.

1. Konflik Sosial Lampung Utara dan Lampung Selatan

Konflik sosial yang terjadi pada tahun 2017 ini melibatkan masyarakat Lampung Utara dan Lampung Selatan. Konflik ini dilatar belakangi oleh faktor perbedaan budaya. Konflik yang cukup besar terjadi di wilayah Kalianda. Terjadinya konflik ini juga cukup serius hingga menyita perhatian media, baik media lokal maupun media nasional.

2. Konflik Sosial Suku Dani dan Suku Damal, Mimika Papua

Konflik yang juga berlatar belakang perbedaan budaya. Kedua suku saling serang menggunakan panah dan tombak. Terjadinya perang ini setelah kedua pihak gagal dalam mencapai kesepakatan damai. Konflik antarsuku ini telah menelan 8 korban tewas.

3. Konflik Sosial Suku Moni dan Suku Dani, Papua

Konflik ini dipicu karena perebutan lokasi lahan untuk jalan Trans Nabire. Warga suku Moni dan suku Dani sudah saling bersiap-siap untuk saling melakukan perlawanan di Distrik Kuala Kencana, Kampung Jayanti, Timika Papua. Perang pun tidak dapat dihindari, bahkan perang juga terjadi sampai memasuki wilayan hutan.x

Baca juga: Tujuan, fungsi, prinsip Bhineka Tunggal Ika

Akibat konflik antarsuku ini, belasan orang meninggal dan ratusan orang dari kedua belah pihak mengalami luka-luka.

Nah, itu dia penjelasan lengkap tentang konflik sosial, dari mulai pengertian konflik sosial, penyebab konflik sosial, jenis-jenis konflik sosial, contoh konflik sosial di sekolah, masyarakat, budaya lengkap. Terima kasih telah membaca dan semoga bermanfaat untuk kita semua.

Silahkan berikan rating