Bentuk bentuk negara dan kenegaraan
Bentuk bentuk negara dan kenegaraan

8 Bentuk-Bentuk Negara dan Kenegaraan Di Dunia Beserta Contohnya

Diposting pada

Bentuk-bentuk negara – Terbentuknya suatu negara tidak sembarangan asal jadi, harus memiliki sistem khusus yang nantinya digunakan untuk mengatur segala aktivitas kehidupan masyarakat negara itu. Secara universal, negara dan kenegaraan memiliki bentuk tersendiri, bentuk-bentuk ini lah yang mengatur jalannya suatu pemerintahan negara.

Seperti contohnya Indonesia dimana tercantum dalam pasal 1 UUD 1945 yang menyatakan bahwa bentuk negara Indonesia adalah kesatuan. Bukan hanya Indonesia, Brunei Darusslam juga termasuk negara yang berbentuk kesatuan. Untuk lebih jelasnya berikut bentuk negara dan kenegaraan menurut para ahli beserta contohnya.

Baca juga: Fungsi partai politik dalam negara

Bentuk-Bentuk Negara Menurut Para Ahli

Bentuk negara Indonesia, negara kesatuan
Indonesia sebagai negara kesatuan

1. Negara Kesatuan

Pengertian

Negara kesatuan adalah bentuk negara merdeka dan berdaulat secara de facto maupun de jure dengan sistem pemerintahan pusat oleh satu lembaga, dimana semua wilayah negara tersebut diatur secara universal maupun khusus oleh satu pemerintahan. Negara kesatuan sendiri ada dua jenis berdasarkan pelaksaannya yaitu negara kesatuan sistem sentralisasi dan negara kesatuan sistem disentralisasi. Berikut penjelasan lengkap mengenai jenis negara kesatuan.

Jenis Negara Kesatuan

1. Sentralisasi

Bentuk negara kesatuan sistem sentralisasi yaitu negara kesatuan dengan sistem penerintahannya diatur dan diurus secara langsung oleh pemerintah pusat, meskipun ada pemerintahan tingkat daerah namun pemerintah daerah tidak memiliki kuasa untuk mengatur jalannya pemerintahan daerah.

Pada negara kesatuan sistem sentralisasi pemerintah daerah hanya menjalankan intruksi atau perintah dari pemerintah pusat saja. Negara kesatuan dengan sistem sentralisasi memiliki kelebihan dan kekurangan, adapula kelebihan dan kelemahan dari negara sentralisasi adalah sebagai berikut.

Keuntungan negara kesatuan sistem sentralisasi:

  • Adanya keseragaman peraturan pada tiap wilayah suatu negara,
  • Adanya kesederhanaan hukum, sebab hanya ada satu lembaga yang berwenang membuat peraturan sementara yang lain hanya menjalankan,
  • Penghasilan suatu daerah negara dapat digunakan untuk kepentingan seluruh wilayah negara.

Kerugian negara kesatuan sistem sentraliasi:

  • Membuat pekerjaan pemerintah pusat menumpuk, sehingga sering menghambat kelancaran jalannya pemerintahan,
  • Kebijakan dari pusat sering tidak sesuai atau tidak dapat menyelesaikan masalah di keadaan atau kebutuhan daerah,
  • Daerah-daerah dominan bersifat pasif karena setiap daerah hanya boleh menunggu perintah dari pusat, hal ini berakibat lemahnya sendi-sendi pemerintahan demokratis karena kurangnya inisiatif dari rakyat,
  • Rakyat di daerah kurang atau bahkan tidak mendapatkan kesempatan untuk memikirkan dan bertanggung jawab terhadap daerahnya,
  • Keputusan atau intruksi dari pemerintah terkadang sering terlambat tersampaikan ke daerah.

2. Desentralisasi

Kebalikan dari negara kesatuan sentralisasi, negara kesatuan yang menggunakan sistem desentralisasi adalah negara kesatuan dengan jalannya pemerintahan diatur dan diurus oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Pada sistem desentralisasi negara kesatuan, pemerintah daerah memiliki wewenang untuk membuat undang-undang atau peraturan untuk daerah pemerintahannya dengan syarat tidak melanggar aturan dari pemerintah pusat.

Selain membuat peraturan, pemerintah pusat juga berperan sebagai pengawas jalannya pemerintahan. Sistem desentralisasi dari negara kesatuan biasa disebut dengan nama otonomi daerah atau swatantra. Sama seperti sistem sentralisasi, bentuk negara kesatuan dengan sistem desentralisasi juga memiliki keunggulan dan kelemahan, berikut kelebihan dan kekurangan negara kesatuan yang menerapkan sistem desentralisasi.

Keuntungan sistem desentralisasi:

  • Pembangunan daerah akan berkembang dan maju karena sesuai dengan potensi dan karakter daerahnya,
  • Peraturan dan kebijakan di daerah sesuai dengan kebutuhan dan dapat menyelesaikan masalah pada kondisi daerah tersebut,
  • Pekerjaan pemerintah pusat tidak akan menumpuk sehingga pemerintahan dapat berjalan lancar,
  • Partisipasi dan tanggung jawab masyarakat terhadap masa depan daerahnya akan meningkat,
  • Penghematan biaya pusat karena sebagian ditanggung sendiri oleh daerah.

Kerugian sistem desentralisasi:

  • Ketidakseragaman peraturan dan kebijakan serta kemajuan pembangunan,
  • Ketertinggalan pembangunan suatu daerah akibat pemerintahan daerah yang pasif.

Ciri-Ciri Negara Kesatuan:

  1. Mempunyai satu pemerintahan pusat yang memegang secara penuh seluruh kekuasaan pemerintah,
  2. Hanya ada satu konstitusi (UUD), satu parlemen, satu kepala negara, satu kepala pemerintahan, dan satu dewan menteri,
  3. Hanya pemerintah pusat yang boleh menarik pajak,
  4. Untuk negara sentralisasi, Tidak ada badan-badan lain diluar pemerintahan yang berdaulat,
  5. Karena adanhya keseragaman aturan, adanya supremasi parlemen pusat,
  6. Dalam pendidikan, hanya terdapat satu kurikulum yang berlaku sehingga pendidikan dapat merata,
  7. Kedaulatan kedaulatan ke dalam dan kedaulatan ke luar hanya boleh ditandatangani oleh pemerintah pusat.

Contoh Negara Kesatuan

Banyak sekali negara-negara yang menggunakan bentuk negara kesatuan, baik sentralisasi maupun desentralisasi. Contoh bentuk negara kesatuan diantaranya adalah Indonesia, Belanda, Jepang, Filipina, Italia, Perancis, dan lainnya.

2. Negara Serikat (Federal)

Pengertian

Bentuk-bentuk negara selanjutnya adalah serikat. Negara serikat adalah negara yang berdiri dari beberapa negara bagian dimana setiap negara mempunyai satu buah pemerintah federasi yang bertugas mengendalikan kedaulatan negara tersebut.

Negara-negara bagian yang tergabung dalam wilayah negara serikat tersebut awalnya merupakan yang merdeka, berdaulat dan berdiri sendiri. Namun ada perjanjian untuk menggabungkan diri dan membentuk negara serikat, yang tentunya negara-negara bagian tersebut harus melepaskan sebagian kekuasaannya dan menyerahkannya pada negara serikat.

Meskipun begitu, negara pusat dari negara serikat hanya memiliki wewenang untuk membuat kebijakan demi kedaulatan negara-negara bagiannya saja. Untuk sistem pemerintahan tiap negara itu sendiri, pemerintah pada negara bagian lah yang memiliki kuasa penuh.

Ciri-Ciri Negara Serikat:

  1. Negara bagian berstatus tidak berdaulat, namun kekuasaan asli secara penuh tetap ada di negara bagian,
  2. Hubungan antara pemerintah federal (pusat) dengan rakyat hanya diatur oleh pemerintah dari negara bagian,
  3. Pemerintah pusat sepenuhnya memperoleh kedaulatan dari negara-negara bagian untuk urusan ke luar, sedangkan untuk ke dalam pemerintah daerah lebih mendominasi urusan kedaulatan dan pemerintahan,
  4. Setiap negara bagian berwenang membuat undang-undang, parlemen, kabinet, dan bahkan konstitusi dengan syarat tidak bertentangan dengan konstitusi pemerintahan pusat,
  5. Meskipun status negara bagian adalah tidak berdaulatan, namun kekuasaan asli tetap dipegang oleh pemerintah negara bagian,
  6. Kepala negara dipilih oleh rakyat dan bertanggung jawab kepada rakyat untuk setiap wilayah,
  7. Pemerintah pusat memperoleh kedaulatan oleh rakyat dari negara-negara bagian untuk urusan ke luar dan namun untuk ke dalam pemerintah daerah lebih mendominasi,
  8. Setiap negara bagian memiliki kewenangan dalam membuat UUD sendiri dengan syarat tidak bertentangan dengan pemerintah pusat,
  9. Kepala negara pusat mempunyai hak veto (pembatalan keputusan) dengan pengajuan atas parlemen (senat dan kongres).

Contoh Negara Serikat

Meskipun tidak sebanyak negara-negara yang memiliki bentuk kesatuan, ternyata ada juga negara yang memiliki bentuk negara serikat diantaranya Amerika Serikat, Australia, Jerman, Swiss, India, Malaysia, Jerman, dan lainnya.

Bentuk-Bentuk Kenegaraan Menurut Para Ahli

Setelah mengetahui bentuk-bentuk negara, kita harus paham juga mengenai bentuk-bentuk kenegaraan. Kenegaraan sendiri tidak sama dengan negara berdasar sistem pemerintahan, kenegaraan lebih mendominasi secara historioritis. Berikut bentuk-bentuk kenegaraan menurut para ahli.

3. Koloni

Koloni adalah suatu negara yang merupakan bekas atau masih menjadi jajahan negara lain. Dalam negara koloni, urusan politik, hukum, dan pemerintahan masih bergantung pada negara yang menjajahnya. Contohnya, Indonesia pernah menjadi koloni Belanda selama kurang lebih 350 tahun.

4. Trustee (Perwalian)

Trustee adalah negara yang wilayahnya merupakan jajahan dari negara-negara yang kalah dalam Perang Dunia II dan berada di bawah naungan Dewan Perwalian PBB serta negara yang menang perang. Sebagai contoh negara Trustee adalah Papua Nugini dimana merupakan negara bekas jajahan Inggris yang berada dibawah naungan PBB sampai dengan tahun 1975.

5. Mandat

Hampir sama dengan Trustee, bentuk kenegaraan mandat adalah suatu bentuk negara yang merupakan bekas jajahan dari negara-negara yang kalah dalam Perang Dunia I dan diletakkan di bawah perlindungan atau naungan negara-negara yang menang pada Perang Dunia I dengan pengawasan Dewan Mandat Liga Bangsa-Bangsa. Negara Kamerun adalah salah satu contoh kenegaraan mandat karena Kamerun merupakan negara bekas jajahan Jerman yang pada Perang Dunia I dimenangkan oleh Prancis.

6. Protektorat

Bentuk kenegaraan Protektorat adalah negara yang berdiri di bawah perlindungan negara lain, biasanya negara yang melindungi adalah negara kuat. Meskipun merdeka, biasanya negara yang dilindungi tidak berdaulat atau tidak merdeka secara de facto, dengan begitu segala urusan pemerintahan yang berkaitan dengan luar negeri dan pertahanan negara diserahkan pada negara pelindungnya.

Bentuk kenegaraan protektorat menurut Samidjo, SH. Sendiri dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

  1. Protektorat Kolonial, yaitu bentuk kenegaraan protektorat yang menyerahkan urusan hubungan luar negeri, pertahanan dan keamanan, dan dalam negeri kepada negara pelindungnya,
  2. Protektorat Internasional, yaitu bentuk negara protektorat yang masih tetap memperhatikan ketentuan-ketentuan hukum internasional.

7. Dominion

Negara dominion adalah negara bekas jajahan Inggris yang selanjutnya merdeka dan berdaulat dengan syarat mengakui Raja/Ratu Inggris sebagai rajanya (lambang persatuan). Biasanya negara dominion adalah negara bagian dari Inggris.

Setiap negara-negara bagian Inggris dengan bentuk dominion tergabung dalam The British Commonwealth of Nations (Negara-negara Persemakmuran Inggris). Negara-negara dominion ini memiliki kemerdekaan dan kedaulatan penuh, baik ke dalam maupun ke luar.

8. Uni

Uni adalah gabungan dua atau lebih negara yang merdeka dan berdaulat dengan satu kepala negara yang sama. Uni dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:

  1. Uni personil (personal union), yaitu gabungan antara dua negara yang kebetulan mempunyai raja yang sama sebagai kepala negara,
  2. Uni politik (political union), yaitu negara yang dibentuk dari negara-negara yang lebih kecil dari suatu negara. Uni politik biasa disebut dengan uni legislatif. Berbeda dengan uni personil, masing-masing dari negara dapat bergabung dan membagi urusan pemerintahan dan politik bersama. Oleh masyarakat internasional, gabungan uni politik yang membentuk negara diakui secara internasional sebagai kesatuan politik tunggal.
  3. Uni rill (real union), yaitu gabungan antara dua negara atau lebih dimana ada pembagian lembaga negara yang diguanakan.

Baca juga: Hak dan kewajiban warga negara

Penutup

Berikut adalah materi tentang bentuk-bentuk negara dan kenegaraan. Berdasarkan materi diatas, dapat disimpulkan bahwa bentuk negara terdiri atas negara kesatuan sentralisasi, negara kesatuan desentralisasi, dan negara serikat. Untuk bentuk kenegaraan ada negara koloni, trustee, mandat, protektorat, dominion, dan uni.

Terima kasih telah berkunjung ke Sudut Sekolah, semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kamu. Sampai jumpa di artikel berikutnya, semoga harimu menyenangkan :).