34 Alat Musik Tradisional Indonesia dan Asal Daerahnya Lengkap

Diposting pada
No ratings yet.

Alat musik tradisional – Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya. baik itu bahasa, busana, senjata, hingga alat musik memiliki ciri khas yang berbeda di setiap daerah.

Keberagaman ini yang membuat Indoensia menjadi indah. Salah satu keberagaman Indonesia adalah alat musik tradisional yang berbeda dan memiliki ciri khas di setiap daerah.

Baca juga: Rumah adat tradisional

Alat Musik Tradisional Indonesia dan Asalnya

1. Aceh – Serune Kalee

Alat musik tradisional Aceh
Sumber: https://dunia-kesenian.blogspot.com/

Serune Kalee adalah alat musik tradisional Aceh Musit yang sudah dimainkan sejak zaman kerajaan dahulu. Serune Kalee mendominasi alat musik di penjuru Aceh baik itu di daerah Pidie, Aceh Utara, Aceh Besar maupun Aceh Barat. Alat musik  serune kalee ini biasanya dimainkan bersama dengan alat musik dari Aceh yang lainnya.

Alat musik serune kalee berhubungan erat dengan gendrang rapai dalam pengiringan acara hiburan, tarian tradisional, penyambutan tamu kehormatan raja-raja pada zaman keemasan kerajaan Aceh Darussalam.

Sampai saat ini instrumen alat musik serune kalee bersama dengan gendrang dan rapai tetap dengan indah menghiasi warna musik dalam budaya tradisional Aceh. Padahal serune kalee sendiri hanya alat musik berupa seluring atau klarinet yang cara bermainnya dengan ditiup.

Alat musik serune kalee memiliki makna tersendiri, serune kalee mengacu pada dua hal yaitu kuningan serune dan kalee. Kuningan serune adalah alat musik tradisional Aceh yang sering dimainkan bersama rapai. Sementara kalee adalah nama dari nama desa di daerah Laweung, Pidie.

Popularitas serune kalee tidak hanya sebatas daerah Aceh. Serune kalee juga tidak asing bagi orang Minangkabau, Agam, dan beberapa daerah lainnya di Sumatera Barat. Bahkan, serune kalee sudah diimpor ke Thailand, Sri Lanka, dan Malaysia sebagai alat musik berbentuk kesenian.

Cara memainkan alat musik serune kalee cukup mudah yaitu dengan cara ditiup serta memainkan lubang-lubang dengan jari sebagai pengatur nada seperti bermain seluring.

2. Sumatera Utara – Aramba

Alat musik tradisional Sumatera Utara
Sumber: https://www.carabermainalatmusik.com/

Aramba adalah alat musik berasal dari Nias, Sumatra Utara. Aramba terbuat dari tembaga, kuningan, suasa dan nikel. Alat musik tradisional Sumatera Utara sering digunakan sebagai pembawa irama dalam acara tradisional seperti hiburan atau tarian. Selain aramba ada juga beberapa alat musik dari Suku Nias antara lain Gondra, doli-doli, fondrahi, lagia dan rici-rici.

Menurut masyarakat Sumut, alat musik aramba bernilai sakral sehingga begitu diistimewakan. Instrumen aramba sering digunakan dalam kegiatan menanam dan memanen padi, pernikahan, kematian, dll.

Aramba memiliki 2 jenis yang berbeda yaitu aramba fatao dan aramba ngaoto mbalugu. Aramba fatao yang ukuran garis tengahnya 40 sampai 50 cm, untuk aramba ngaoto mbalugu biasanya dipakai oleh keturunan bangsawan memiliki ukuran garis tengahnya 60 sampai 90 cm.

Aramba memiliki jenis bunyi ideofon, untuk memainkan alat musik aramba sendiri sangat mudah yaitu dengan cara dipukul dengan memakai pemukul khusus hingga tercipta suatu instrumen tersendiri.

3. Sumatera Barat – Saluang

Alat musik tradisional Sumatera Barat
Sumber: https://www.dictio.id/

Saluang adalah alat musik tradisional yang berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. Saluang sendiri terbuat dari bambu tipis atau talang dengan panjang kira-kira 40-60 cm dan diameter 3-4 cm. Hampir sama dengan alat musik suling, namun saluang memiliki bentuk yang lebih sederhana.

Yang lebih menonjolkan kesederhanaan alat musik saluang adalah tentang kepercayaan masyarakat Minangkabau bahwa bahan yang paling bagus untuk dibuat saluang berasal dari talang untuk jemuran kain atau talang yang ditemukan hanyut di sungai.

Konon katanya alat musik saluang memiliki nilai magis dimana instrumen saluang dapat menghipnotis pendengarnya. Cara memainkan saluang cukup ditiup serta memainkan instrumen dengan jari pada lubang sebagai pengatur nada. Meskipun begitu, cara meniup saluang untuk tiap daerah Sumbar berbeda-beda.

Contohnya adalah cara Singgalang, Pariaman, Solok Salayo, Koto Tuo, Suayan dan Pauah. Tiap cara memainkan saluang menghasilkan instrumen yang berbeda pula. Misalnya, ciri khas Ratok Solok menghasilkan instrumen sedih.

4. Riau – Gambus

Alat musik tradisional Riau
Sumber: https://riauberbagi.blogspot.com/

Bukan hanya dari daerah Timur Tengah, namun di Indonesia alat musik gambus merupakan alat musik tradisonal dari Riau.

Pada umumnya gambus adalah alat petik seperti yang paling sedikit terpasang atas 3-12 senar. Namun untuk versi melayu khususnya Riau, gambus menggunakan string 9-12 senar.

Sebagian masyarakat Riau percaya bahwa gambus merupakan hasil modifikasi atau peniruan alat musik al’ud yang berasal dari Arab. Namun banyak yang percaya bahwa gambus adalah alat musik asli dari daerah Riau.

Gambus dibuat dari batang pohon dari jenis yang ringan seperti kayu pohon angsana atau kayu pohon nibung. Pohon yang sudah ditebang, kemudian dipotong dan dibentuk berdasarkan ukuran yang telah ditentukan.

Cara memainkan gambus yaitu dengan dipetik menggunakan jari atau menggunakan pementing. Biasanya pemain alat musik gambus lebih suka memetik gambus dengan menggunakan pementing karena terkesan cukup mudah dan dapat berlangsung dalam waktu yang cukup lama dibandingkan dengan jari.

5. Jambi – Gambus

Tak hanya Riau, Gambus juga merupakan alat musik tradisional daerah Jambi. Meskipun begitu Gambus Riau dengan Gambus Jambi memiliki perbedaan tersendiri.

Gambus Jambi memiliki bagian bawah yang lebih besar jika dibandingkan dengan Gambus Riau. Gambus Jambi dimainkan sambil diiringi dengan intrumen gendang.

Cara memainkannya sama dengan Gambus Riau yaitu dipetik pada bagian senarnya dengan menggunakan jari atau alat bantu petik.

6. Sumatera Selatan – Akordeon

Alat musik tradisional Sumatera Selatan
Sumber: http://macam2budayaindonesia.blogspot.com/

Akordeon atau Accordion adalah alat musik tradisional dari Sumatera Selatan. Akordeon adalah hasil multikultural Inggris karena akordeon pertama kali dibuat oleh orang Inggris. Ada 4 jenis arkodeon, antara lain akordeon berwarna, akordeon concertinas, akordeon diatonis, dan akordeon piano. Akordeon diatonis adalah jenis arkodeon yang paling terkenal di penjuru dunia karena biasa digunakan untuk mengiringi tarian-tarian di daerah Eropa.

Akordeon ini memiliki tiga komponen universal yaitu tubuh, palet, dan bellow. Tubuh akordeon terdiri dari dua kotak kayu bersama oleh bellow. Dengan bentuk seperti itu, ruang buluh akordeon mampu menghasilkan suara yang indah.

7. Bengkulu – Doll

Alat musik tradisional Bengkulu
Sumber: https://www.indonesiakaya.com/

Doll adalah alat musik tradisional yang berasal dari Bengkulu. Alat musik doll mirip dengan alat musik perkusi, namun memiliki bunyi yang berbeda. Doll terbuat dari kayu atau bonggol kelapa karena memiliki bahan yang cukup kuat dan ringan.

Dalam permbuatannya, bonggol pohon kelapa bagian atas di lubangi. Selanjutnya ditutup dengan kulit kambing atau kulit sapi.

Alat musik doll biasanya memiliki diameter berkisar 70 cm sampai 125 cm dan memiliki tinggi sekitar 80 cm. Alat musik doll dilengkapi dengan pemukul yang memiliki diameter sekitar 5 cm dan panjang 30 cm.

Cara memainkan alat musik doll cukup sederhana yaitu dipukul dengan menggunakan alat pemukul seperti bermain drum.

8. Lampung – Bende

Alat musik tradisional Lampung
Sumber: https://www.cintaindonesia.web.id/

Bende adalah alat musik tradisional daerah Lampung. Bende merupakan sejenis gong kecil biasa digunakan untuk memberikan “tanda” akan adanya informasi yang ingin disampaikan. Bisa dibilang bende memiliki fungsi yang sama seperti beduk sebelum azan.

Secara detail, bende berbentuk semacam lonceng sebagai alat pertanda untuk berkumpul. Misal saat akan ada kumpulan di balai kampung maka terlebih dahulu bende dibunyikan sebagai pemberitahuan.

Bende juga sering dibunyikan untuk kebutuhan peringiringan musik. Cara memainkan bende cukup dipukul dengan menggunakan alat pemukul khusus

9. Alat Musik Tradisional Bangka Belitung – Gendang Melayu

Alat musik tradisional Bangka Belitung
Sumber: https://alampedia.blogspot.com/

Gendang melayu merupakan alat musik khas suku Melayu, khususnya di daerah Bangka Belitung. Alat musik ini terbuat dari kulit binatang contohnya adalah kambing dan kerbau. Alat musik gendang melayu merupakan salah satu bagian alat musik dalam keluarga genderang. Gendang dapat dibuat dalam berbagai ukuran dan kegunaan.

Cara memainkan gendang cukup lah mudah yaitu hanya dengan ditepuk dengan menggunakan telapak tangan hingga menghasilkan instumen yang merdu.

10. Kepulauan Riau – Gendang Panjang

Alat musik tradisional Kepulauan Riau
Sumber: https://www.silontong.com/

Alat musik tradisional asal Kepulauan Riau adalah gendang panjang. Sama dengan gendang pada umumnya, gendang dari Kepulauan Riau memiliki bentuk yang panjang. Cara memainkan gendang ini cukup mudah yaitu dengan cata ditepuk dengan menggunakan telapak tangan.

11. DKI. Jakarta – Tehyan

Alat musik tradisional Betawi
Sumber: https://budayajawa.id/

Tehyan adalah alat musik gesek yang berasal dari Jakarta. Tehyan terbuat dari kayu jati sebagai badan dengan tabung resonansi dan dilengkapi senar. Tabung resonansi tehyan terbuat dari batok kelapa. Alat musik tradisional khas Betawi ini menghasilkan nada-nada tinggi yang diadaptasi dari budaya Tionghoa, biasanya alat musik tehyan dimainkan dengan alat-alat musik lainnya dalam irama musik tanjidor.

Alat musik Tehyan merupakan gabungan atau bentuk alkuturasi adat Betawi dan Tiongkok yang masuk ke Indonesia ketika zaman kolonial Belanda, tepatnya pada abad ke-18. Pada saat itu, tehyan sering dimainkan saat pesta pernikahan, perayaan, hingga pemakaman. Cara memainkan tehyan cukup mudah yaitu hanya dengan digesek dengan alat khusus pada bagian senar / dawainya seperti memainkan biola.

12. Alat Musik Tradisional Jawa Barat – Angklung

Cara memainkannya dengan cara digetarkan dengan menggunakan tangan.

13. Alat Musik Tradisional Jawa Tengah – Gamelan

Cara memainkannya dengan cara dipukul dengan menggunakan pemukul khusus.

14. Alat Musik Tradisional Yogyakarta – Gendang

Cara memainkannya dengan cara ditepuk dengan menggunakan telapak tangan.

15. Alat Musik Tradisional Jawa Timur – Bonang

Cara memainkannya dengan cara dipukul dengan menggunakan pemukul khusus.

16. Banten – Kendang

Alat musik tradisional Banten
Sumber: https://www.tokopedia.com/

Kendang atau kendhang adalah alat musik tradisional daerah Banten. Instrumen kendhang terpadu dalam gamelan Jawa Barat yang salah satu fungsi utamanya mengatur irama. Instrumen ini dibunyikan dengan tangan, tanpa alat bantu pukul. Ada 3 jenis kendhang yaitu yang kecil disebut ketipung, yang menengah disebut kendang ciblon/kebar, dan pasangan ketipung yang disebut kendang gedhe atau biasa disebut kendang kalih.

Kendang kalih biasanya dimainkan pada lagu atau gendhing yang memiliki karakter halus seperti lagu ketawang, gendhing kethuk kalih, dan ladrang irama dadi. Kendhang kalih juga bisa dimainkan cepat pada pembukaan lagu jenis lancaran, ladrang irama tanggung. Untuk kegiatan wayangan digunakan kendhang yang khas, yaitu kendhang kosek.

Cara memainkan kendhang Jawa Barat sama dengan kendhang pada umumnya yaitu ditepuk dengan menggunakan telapak tangan.

17. Bali – Ceng-Ceng

Alat musik tradisional Bali
Sumber: https://www.kamerabudaya.com/

Ceng-ceng adalah alat musik tradisional dari daerah Bali. Alat musik ceng-ceng merupakan komponen inti terpenting dalam seperangkat jenis alat musik gamelan Bali untuk mengiri alunan musik. Cara memainkannya cukup mudah yaitu dengan cara meletakan ceng-ceng di kedua telapak tangan kemudian ditepuk sehingga saling berbenturan dan mengeluarkan suara.

18. Nusa Tenggara Barat (NTB) – Serunai

Serunai adalah alat musik tradisional dari daerah Nusa Tenggara Barat (NTB). Bentuk serunai hampir mirip dengan terompet. Serunai biasanya dimainkan dalam acara-acara adat yang ramai, seperti upacara perkawinan, kematian, dan sebagainya. Serunai juga biasa dimainkan secara bebas, baik perorangan maupun berkelompok. Serunai juga biasanya dimainkan pada saat memanen padi atau saat bekerja di ladang.

Cara memainkan serunai cukup mudah yaitu dengan cara ditiup sambil memainkan nada dengan menggunakan jari pada lubang-lubangnya.

19. Nusa Tenggara Timur (NTT) – Sasando

Sasando adalah alat musik tradisional dari NTT. Sasando merupakan sebuah alat musik berupai dawai yang dimainkan dengan cara dipetik. Secara harfiah, nama sasando memiliki arti alat yang bergetar atau berbunyi. Suara sasando hampir sama dengan alat musik dawai lainnya seperti gitar, biola, kecapi, dan harpa.

Bagian utama sasando berbentuk tabung panjang, bagian ini biasanya terbuat dari bambu. Bagian tengah sasando berbentuk melingkar dari atas ke bawah dengan diberi ganjalan-ganjalan dimana senar-senar sasando direntangkan di tabung, dari atas ke bawah bertumpu. Ganjalan-ganjalan ini memberikan nada yang berbeda-beda pada bunyi sansando.

Tabung sasando diletakan dalam sebuah wadah yang terbuat dari semacam anyaman mirip kipas dari daun lontar. Wadah ini lah yang merupakan tempat resonansi sasando. Cara memainkan sasando cukup dipetik dengan menggunakan jari pada senarnya.

20. Alat Musik Tradisional Kalimantan Barat – Tuma

Tuma adalah alat musik yang berasal dari Kalimantan Barat. Alat musik Tuma memiliki jenis bunyi yang Membranofon di mana bentuknya mirip seperti gendang panjang. Alat musik Tuma terbuat dari bahan dasar kayu dengan diameter 25 centimeter dan panjang 1 meter sebagai rangkanya dan kulit lembu sebagai membrannya.

Cara memainkan alat musik Tuma cukup ditepuk dengan menggunakan telapak tangan.

21. Alat Musik Tradisional Kalimantan Timur – Sampe

Alat musik tradisional Kalimantan Timur
Sumber: https://www.carabermainalatmusik.com/

Sampe adalah alat musik yang berasal dari Kalimantan Timur. Sampe merupakan alat musik khas yang berfungsi untuk menyatakan perasaan bagi masyarakat Kaltim, entah itu perasaan riang gembira, rasa sayang, kerinduan, bahkan rasa duka nestapa.

Pada zaman dahulu, permainan instrumen sampe pada siang hari dan malam hari memiliki perbedaan. Apabila sampe dimainkan pada siang hari, umumnya irama yang dihasilkan sampe menyatakan perasaan gembira dan bersuka ria. Namun sebaliknya jika malam hari. Cara memainkan alat musik sampe cukup dipetik pada bagian senarnya.

22. Kalimantan Tengah – Japen

Japen adalah alat musik tradisional khas Kalimantan Tengah yang mirip dengan gitar dan cukup populer bagi masyarakat sekitar. Japen memiliki dawai yang berbentuk seperti gitar dengan hiasan yang cukup menarik sebagai tanda bahwa alat musik tersebut merupakan alat musik dari Kalimantan Tengah. Cara memainkan japen sangat sederhana yaitu dengan cara dipetik pada bagian senarnya seperti bermain gitar.

23. Kalimantan Selatan – Panting

Panting adalah alat musik tradisional khas Kalimantan Selatan yang mirip dengan gambus. Disebut panting karena nada suara didominasi oleh alat musik yang dinamakan panting, sejenis gambus yang memakai senar. Oleh karena itu alat ini disebut Panting. Cara memainkan alat musik panting cukup mudah yaitu dengan cara dipetik pada bagian senarnya seperti bermain gambus.

24. Kalimantan Utara – Sluding

Sluding adalah alat musik tradisional dari Kalimantan Utara. Sluding terbuat dari 8 bilah kayu dengan ukurannya yang bervariasi dan diuntai hingga menyerupai bentuk gambang dengan seutas rotan. 8 Bilah kayu tadi disusun pada sebuah rangka kayu dengan satu hiasan berupa kepala burung enggang di bagian atasnya. Sluding dimainkan cukup dengan cara dipukul.

25. Alat Musik Tradisional Sulawesi Utara – Kolintang

Cara memainkannya dengan cara dipukul dengan menggunakan pemukul khusus.

26. Alat Musik Tradisional Sulawesi Tengah – Ganda

Cara memainkannya dengan cara ditepuk dengan menggunakan telapak tangan.

27. Alat Musik Tradisional Sulawesi Selatan – Keso-Keso

Cara memainkannya dengan cara digesek pada bagian senar dengan menggunakan alat khusus.

28. Alat Musik Tradisional Sulawesi Tenggara – Lado-Lado

Cara memainkannya dengan cara dipukul dengan menggunakan pemukul khusus.

29. Alat Musik Tradisional Gorontalo – Ganda

Cara memainkannya dengan cara ditepuk dengan menggunakan telapak tangan.

30. Alat Musik Tradisional Sulawesi Barat – Kecapi

Cara memainkanya dengan cara dipetik pada bagian senarnya.

31. Alat Musik Tradisional Maluku – Nafiri

Cara memainkannya dengan cara ditepuk dengan menggunakan telapak tangan,

32. Alat Musik Tradisional Maluku Utara – Fu

Cara memainkannya dengan cara ditiup serta dikendalikan oleh telapak tangan sebagai pengatur suara.

33. Alat Musik Tradisional Papua Barat – Guoto

Cara memainkannya dengan cara dipetik pada bagian senarnya,

34. Alat Musik Tradisional Papua – Tifa

Cara memainkannya dengan cara ditepuk dengan menggunakan telapak tangan.

Baca juga: Pakaian adat tradisional

Itu dia daftar lengkap alat musik tradisional Indonesia, semoga bisa menambah wawasan Anda dan menjadi referensi untuk belajar, terima kasih.

Silahkan berikan rating